Our Secrets

Our Secrets
Ch. 80. Drakula Yang Menggila



Bab. 80


Sila memberontak, menjerit ketika lehernya digigit oleh Zacky. Sakit, ngilu, geli bercampur menjadi satu. Terasa begitu aneh. Serta membuat tubuhnya menggelinjang tidak karuan.


"Om ... apa yang Om lakukan!" teriak Sila dengan suara yang begitu kencang.


Beruntung, dinding di kamar Zacky mengandung bahan kedap suara. Sehingga Zacky tidak peduli lagi dengan teriakan Sila. Bodoh amat nanti kalau sampai istri kecilnya ini akan menganggap dirinya mesum dan napsuan. Ia memang benar-benar tidak bisa menahannya lagi.


Aneh. Lagi lagi itu yang Zacky rasakan. Semenjak memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Tusha, dan hanya Sila satu-satunya perempuan yang ada dalam hidupnya saat ini. Zacky merasa seolah dirinya tidak tahanan jika bersanding dan berduaan dengan perempuan ini. Gampang sekali tergoda. Di rambah lagi step by step yang Jinan katakan serta di mana titik lemah seorang perempuan.


Benar sesuai perkataan master itu. Ketika bibirnya menyentuh leher Sila secara tiba-tiba, perempuan itu tersentak kaget. Lalu puncaknya ketika ia menghisapnya terlaku kuat serta memberi gigitan kecil di sana. Hingga meninggalkan bekas memerah seperti apa yang biasa Zacky lakukan dulu di lengannya sendiri. Hanya buat latihan ketika nanti mempraktekkan kepada pasangannya.


Jujur saja. Saat bersama dengan Tusha, ia hanya melakukan ciuman di bibir. Tidak pernah tangannya menjalar ke mana-mana. Karena dulu Zacky beranggapan akan lebih nikmat jika mereka melakukan semua itu untuk kali pertamanya di kala sudah menikah. Pikirnya.


Tetapi pada kenyataannya, teori Zacky yang seperti itu tidak berlaku sama sekali pada Sila. Karena ini kali kedua Zacky memberi tanda di sana. Setelah yang pertama pada malam pertemuan mereka sekaligus melakukan penyatuan jiwa dan raga.


Sila menatap tajam Zacky setelah berhasil mendorong tubuh pria itu ketika Zacky lengah.


"Huuuaaa ... Om jelmaan drakulaaaa!" teriaknya seraya menjauh dan menuju pintu.


Sedangkan ketika Zacky ingin menarik lengan Sila dan melakukannya lagi, pintu kamarnya terbuka dari arah luar. Membuat Sila dengan cepat berlindung di balik tubuh seseorang yang sialnya itu adalah maminya sendiri.


"Kalian ngapain?" tanya mami Dilla dengan tatapan bingung sekaligus kaget dengan reaksi Sila yang langsung bersembunyi di belakang tubuhnya. Lalu mami Dilla menatap ke arah sang putra yang tengah bertelanjaang dada. Baru mami Dilla mengerti. Lebih lagi di saat melihat wajah kesal Zacky. "Ah ... Mami ganggu, ya?" tanya mami Dilla dengan senyuman canggung.


"Ck!" decak Zacky benar-benar terlihat kesal dengan kemunculan mami nya.


Sedangkan Sila memegang erat lengan mami Dilla dengan keadaan gemetar. Masih shock dan gugup.


"Mami ... tolongin Sila. Om, eh, Mas Zacky berubah jadi drakula. Sila digigit lehernya," adu Sila yang langsung merubah panggilannya serta dengan raut yang tampak begitu menggemaskan. Membuat mami Dilla tersenyum sembari mengusap lembut lengan menantunya.


Berbeda dengan Zacky yang justru mengeram kesal. Karena ekspresi istrinya yang ketakutan seperti itu justru semakin mengeraskan anunya. Eh.


"Enggak, Sayang. Mas Zacky masih tetep tampan, kok," ujar mami Dilla. "Kalau begitu Mami balik aja ya. Kalian turunnya nanti malam juga nggak apa-apa," lanjutnya lagi. Merasa tidak enak karena sudah mengganggu sore yang syahdu bagi putra keduanya tersebut.


"Nggak mau!" tolak Sila cepat. "Sila mau turun sama Mami sekarang aja. Dari pada di dalam kamar terus. Yang ada Mas Zacky makan Sila nanti," imbuh perempuan itu.


Jika diperbolehkan, Zacky ingin mendorong mami nya keluar dari kamarnya, lalu menarik sang istri dan mengurungnya di dalam kamar mulai saat ini.


Perasaan banyak yang memanggil dirinya dengan sebutan 'mas'. Bahkan Tusha juga memanggilnya dengan sebutan seperti itu. Tetapi kenapa ketika ia mendengar dari mulut Sila, terasa begitu merdu dan lembut. Bahkan kelembutannya mengalahkan Mixue. Ingin ia makan, jilat, dan habiskan saat itu juga. Eh!


Mami Dilla menatap ke arah putranya, seolah meminta pendapat Zacky mengenai permintaan Sila.


Zacky hanya bisa mengangguk pasrah. Mana mungkin dirinya melarang. Yang ada bakalan heboh dan seluruh orang di rumah bakalan tahu kegagalan dirinya dalam menikmati mangsanya sore ini. Semakin malu lah dirinya nanti.


Sila memilih menarik tangan mertuanya, sebelum Zacky mengeluarkan kalimat yang nanti akan memberatkan dirinya. Perempuan itu memaksa mami Dilla untuk segera turun ke bawah bersama dengan dirinya. Menyelamatkan diri dari drakula yang mulai menggila.


"Sabar ... sabar dulu, Jun. Malam masih panjang. Hari masih banyak. Tenang aja, lo pasti bisa rasain itu lagi," ujar Zacky kepada anggota tubuhnya di bawah sana yang saat ini tengah memberontak marah, karena tidak jadi melepaskan apa yang ingin dia lepaskan saat ini juga.