Our Secrets

Our Secrets
Ch. 44. Konsul Berujung Sidang



Bab. 44


"Kenapa ke sini? Gangguin orang lagi pacaran aja," cecar Rio langsung ketika melihat adiknya datang ke rumah.


Sementara Yuan yang duduk di samping suami nya tersebut langsung memberi cubitan kepada lengan Rio.


"Mas," ingat Yuan.


Perempuan itu menggeleng melihat sikap suaminya kepada adik kandungnya sendiri. Sedangkan Rio malah tersenyum lembut seraya mengusap manja dagu sang istri.


Di mana tindakan itu membuat Zacky berdecak malas. Inilah salah satu alasan mengapa dirinya tidak mau main ke rumah kakaknya sendiri. Karena mereka tidak akan segan memperlihatkan kemesraan mereka di depan dirinya.


"Bisa nggak mesraannya nanti dulu. Ada yang mau aku bicarakan. Serius," ujar Zacky yang harus bertahan demi mendapat solusi dari kakaknya.


Mendengar hal tersebut, Yuan beranjak dari tempatnya dan akan pergi ke dapur. Membuatkan minuman serta mengambilkan camilan untuk menemani mereka mengobrol.


"Kamu mau ke mana, Yaang?" cegah Rio seolah tidak bisa jauh dari istrinya barang sebentar saja.


"Mau buat minuman, Mas," jawab Yuan.


"Nggak usah. Biar bibi aja yang buat. Kamu sedang hamil, jangan capek-capek dulu," ucap Rio sembari menarik tangan Yuan dengan lembut agar duduk kembali ke tempatnya.


Mau tidak mau Yuan kembali duduk dan memanggil asisten rumah tangga mereka untuk membuatkan minum dan mengambilkan camilan.


"Lo hamil juga, Kak?" tanya Zacky dengan raut yang tampak terkejut.


Meski bingung dengan pertanyaan Zacky, Yuan mengangguk.


"Juga?" sahut Rio menatap menelisik ekspresi Zacky. "Jelasin dari kata 'juga' yang kau maksud, Zack!" perintah Rio dengan tatapan tegasnya.


Rio merasa ada yang janggal dengan respon Zacky barusan. Pria itu bisa menyadari cepat ketika Zacky terlihat menghela napas berat dan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa. Lebih lagi adiknya itu menyugar rambutnya ke belakang seraya menengadahkan kepalanya ke atas. Seolah tengah menghadapi sebuah masalah.


Tidak ada lagi jalan mundur untuk Zacky. Pria itu meyakinkan dirimu lebih dulu, baru kemudian mulai mengatakan masalah apa yang sedang dia hadapi saat ini.


"Mas masih ingat, kan? Aku pernah bilang kalau aku hamilin cewek lain?" ingat Zacky pada Rio.


Rio memberi anggukan santai. Sementara Yuan yang baru mengetahui, perempuan itu tampak terkejut dengan pernyataan Zacky barusan.


"Bukanya kamu udah punya tunangan, Kak?" sela Yuan yang tidak bisa menutupi keterkejutannya.


Zacky mengangguk. "Ini semua terjadi di luar kendaliku. Saat itu aku datang ke acara pesta temenku. Di sana aku minum dan nggak tau kalau minumanku dicampur sama obat. Waktu aku pulang, tanpa sengaja liat gadis itu mau dilecehkan sama temannya sendiri. Aku tolongin terus aku antar pulang. Nah, ketika masih dijalan, obat sialan itu mulai bereaksi dan aku nggak punya pilihan lain. Aku—"


"Kamu perk0sa dia?" potong Yuan cepat dengan nada tinggi. Sampai-sampai membuat Rio kaget dengan respon istrinya.


Lagi dan lagi Zacky mengangguk. Membenarkan tebakan kakak iparnya.


"Di dalam mobil?" tebak Yuan lagi. Kali ini membuat Rio semakin penasaran.


"Kamu kok tau banget, Yaang?" tanya Rio.


Yuan menoleh ke arah suaminya, lalu perempuan itu mencoba memberitahu suaminya agar diam lebih dulu. Ada sesuatu kesamaan dari cerita yang pernah dia dengar.


"Bentar dulu, Mas. Aku cuma mau memastikan kalau bukan adikmu ini pelakunya," ujar Yuan langsung tanpa basa basi.


Deg!


Zacky menelan salivanya dengan susah. Ternyata kakak iparnya ini ahli juga menyambungkan sebuah perkara. Di tambah lagi Sila merupakan teman dekat Yuan. Sudah jelas dia bercerita kepada kakak iparnya tersebut.


'Mampus deh, gue.' batin Zacky.


"Jawab aku, Kak!" desak Yuan menatap adik iparnya itu dengan tatapan yang sulit di artikan. Yang jelas, Zacky melihat kalau sekarang ini Yuan sedang menahan amarah yang terpendam.