One Night Special

One Night Special
Sangat Benci Atau Sangat Cinta?



"Kenapa kau tidak mengatakan padaku kalau kau tidak bisa melakukannya dengan baik? Kalau tahu akan seperti ini, lebih baik kau berikan saja pekerjaan ini kepada Lorita!" Ucap Jhon kesal sendiri karena orang yang diperintahkan untuk mengerjakan atau membantu pekerjaannya justru tak bisa melakukan apapun dan kebingungan sendiri. Padahal, Sejak pagi dia benar-benar begitu banyak pekerjaan tapi sudah sangat sibuk Sejak pagi itu juga, sampai pukul 03.00 sore seperti ini dia masih saja belum selesai juga.


Jhon tersentak dengan apa yang dia ucapkan barusan. Sia! hari ini bukan cuma sekali dua kali saja dia terus menyebut nama Lorita di luar keinginannya. Entahlah, tidak adanya Lorita memang benar-benar sangat dirasakan olehnya terutama tentang pekerjaan. Selama Lorita bekerja sebagai asisten nya, Jhon termasuk sering mendapatkan banyak bantuan yang bahkan tidak dia butuhkan sama sekali. Mulai dari kopi atau teh setiap pagi, bahkan kadang juga Lorita menyiapkan sarapan untuknya. fotocopy dokumen, juga tentang dokumen-dokumen penting, Lorita benar-benar sigap dan cepat. Tetapi, kenyataan bahwa Lorita adalah mantan kekasihnya yang cukup memberikan kenangan kenangan masa lalu yang tidak ingin dia ingatan, membuatnya mulai membenci Lorita dan semakin membenci saat Lorita terus ada di hadapannya. Ah, tapi kenapa saat tidak ada Lorita dia seperti kehilangan sesuatu yang cukup berarti?


"Pergilah sana, aku benar-benar sudah sangat pusing." Ucap Jhon kalau mengusap wajahnya dengan kasar.


Jhon menyadarkan punggungnya di sandaran kursi sembari berpikir dan membatin di dalam hatinya. selama ini, yang dia tahu adalah, dia benar-benar sangat membenci Lorita yang membuat hatinya kacau saat di remaja hingga terbawa sampai dia berusia seperti sekarang ini. Alasannya belum menikah sampai dengan sekarang, tentu saja karena dia tidak ingin menemukan wanita yang mirip seperti Lorita dalam hal sifat terutama dia juga sedang berusaha sebaik mungkin agar tidak melakukan kesalahan yang sama seperti yang dilakukan oleh Ayah kandungnya.


"Sialan! ternyata terlalu membenci orang juga membuat otakku terus memikirkan orang itu ya? Ah benar-benar menyebalkan!" Gumam Jhon kesal sendiri karena nyatanya dia memang terus mengingat tentang Lorita.


Bahkan sialnya, semalam dia hampir saja menghubungi Lorita untuk menanyakan tentang kesiapan untuk rapat para petinggi yang akan diadakan lusa nanti. untunglah, Jhon cepat tersadar dan mengingat bahwa dia sebelumnya bertengkar dengan Lorita sehingga saudara dia membatalkan niatnya untuk menghubungi Lorita.


Jhon bagusan wajahnya dengan kasar, dia bergumam seorang diri,"sepertinya aku harus pergi kencan dengan gadis deh, otaku jadi ngeblank seperti ini sepertinya karena beberapa waktu terakhir aku terus memfokuskan otakku kepada pekerjaan sampai-sampai, sesuatu di dalam diriku yang membutuhkan orang lain aku abaikan."


Jhon bangkit dari duduknya dengan segera, dia benar-benar harus mengambil secangkir panas untuk menghilangkan perasaan-perasaan tidak jelas hingga rasakan sekarang. Bagaimanapun, dia tidak boleh dikalahkan oleh perasaan galau seperti yang dirasakan sekarang. Yah, dia bukan anak baru besar alias remaja yang sedang jatuh cinta dan galau seperti sekarang ini. Jadi, akan lebih baik kalau dia melakukan sesuatu yang pasti-pasti saja.


Di sisi lain.


"Padahal, ada pepatah yang mengatakan bahwa, akan indah pada waktunya! Sial! Siapa sih yang menciptakan pepatah semacam itu? Kenapa yang ada adalah patah hati, patah hati terus pada waktunya." Gumam Lorita yang merasa sangat kesal sekali.


Walaupun memang benar dia merasa sangat ingin kembali berjuang untuk meluluhkan hati pria yang sekeras batu itu, nyatanya Lorita juga tidak boleh memaksakan perasaan orang lain yang tidak tertuju padanya bukan? Ah sudahlah, jadi manusia Memang agak sulit. Sedikit-sedikit harus merasa sakit hati, Kenapa juga manusia harus merasa sakit hati terus menerus seperti ini? Apa lebih bagus kalau manusia tidak punya hati saja kalau fungsinya hanya untuk merasa sakit?


Setelah selesai berkemas, Lorita langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur menatap langit-langit kamar apartemennya dan perlahan-lahan dia mulai tertidur. Tidak masalah, hari ini dia benar-benar harus banyak istirahat Karena besok pagi-pagi dia sudah harus berangkat ke bandara dan menuju ke negara di mana dia dan juga keluarganya tinggal beberapa tahun belakangan ini.


Malam harinya, Jhon sudah sampai di rumah untuk beristirahat setelah seharian bekerja dengan pekerjaan yang sangat-sangat tidak beres dan memusingkan. Perasaan lelah yang ia rasakan sejak berada di kantor dia sempat membatin di dalam hati, saat nanti sampai di rumah dia pasti benar-benar akan langsung tertidur karena kelelahan. Tapi semua yang dia pikirkan itu sama sekali tak terjadi. Jhon justru tak bisa tidur sama sekali karena memikirkan tentang Lorita yang sudah benar-benar mengundurkan diri di hari dia dan juga Jhon cekcok.


Jhon terus berpikir ke sana kemari, Tapi anehnya lama-kelamaan dia justru mengingat semua kenangan-kenangan yang mereka pernah lalu bersama sejak mereka duduk di bangku sekolah menengah atas, lalu mengingat kenangan di saat mereka bekerja bersama di perusahaan Heinry.


Jhon menggelengkan kepalanya saat dia tersadar dia sudah terlalu jauh dan terlalu banyak memikirkan tentang Lorita tanpa dia sadari. Dia mencoba untuk mengambil posisi senyaman mungkin untuk segera tidur, tapi dia sama sekali tidak bisa tidur dan malah jadi semakin menjadi-jadi terus mengingat tentang pertengkarannya dengan priorita sebelum Lorita memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya.


"Ah, sial! "John benar-benar tidak bisa menahan perasaan kesan karena terus mengingat Lorita. Jhon bangkit dari posisi berbaring yang menjadi posisi duduk, kembali mengusap wajahnya beberapa kali mencoba untuk menghilangkan tentang Lorita dari kepalanya.


Entah sudah berapa jam, namun nyatanya Jhon masih benar-benar tidak bisa tidur sama sekali. Dia pikir, akan mencoba untuk menghubungi Lorita dan meminta maaf untuk apa yang terjadi hingga mereka harus bertengkar kemarin. mungkin saja setelah mengatakan itu, Jhon dapat lega karena menganggap apa yang dia rasakan sekarang adalah karena perasaan bersalah. Tetapi, hanya dengan melihat nomor telepon Lorita saja, Jhon sudah benar-benar gugup dan bingung hingga akhirnya dia gagal untuk menghubungi Lorita.