One Night Special

One Night Special
Antagonis Protagonis



Ibunya Heinry membuang nafas kasarnya, dia menatap Amy dan berkata,''Kali ini kau keterlaluan sekali, Amy!"


"Aduh! Nyonya, maaf aku terlambat sekali!" Ucap sahabatnya Ibunya Heinry yang baru saja datang karena terjebak macet parah sebelumnya.


"Kau datang juga akhirnya," Ujar Ibunya Heinry yang sebenarnya sejak tadi sudah menunggu sahabatnya itu.


"Kau tidak memberikan uang muka untuk Wedding organizer ** dan ** kan?" Tanya Sahabatnya Ibuya Heinry dengan panik.


Ibunya Heinry menggelengkan kepalanya.


"Aku bahkan tidak sempat banyak bicara." Jawab Ibunya Heinry.


"Bagus! Syukurlah, aku benar-benar sangat khawatir sekali, tapi ingin menghubungi mu ponselku ketinggalan tadi!"


Ibunya Heinry mengeryitkan dahinya bingung.


"Memang kenapa?"


"Yang satunya tidak jelas, dan yang satunya adalah penipu! Nah, ini adalah Nyonya Freya! Pemilik wedding organizer yang di gunakan Tuan Mikhail tempo hari, dia adalah pemilik wedding organizer yang sangat terkenal!"


Amy benar-benar kembali menangis di dalam hati, sungguh dia tidak menginginkan kenyataan semacam ini!


Kemarin orang yang terlihat sangat baik ternyata adalah pencopet, sekarang orang yang terlihat gembel padahal seharusnya dia terlihat mewah dan meyakinkan justru adalah orang baik. Sebenarnya bagaimana caranya membedakan antara orang baik dan orang yang tidak baik sih?, Tanya Amy di dalam hati.


Ibunya Heinry menatap Amy dengan tatapan memohon maaf, dia bahkan sampai memeluk Amy erat-erat karena merasa bersalah dan bersyukur sekali berkat Amy dia terhindar dari penipuan. Sebenarnya bukan masalah uangnya sih, cuma kalau sampai ada rumor Ibunya Heinry tertipu oleh wedding organizer bukankah itu akan membuatnya sangat malu?


"Maafkan aku ya Amy? Aku sempat meragukan dan kesal padamu, tapi aku janji mulai sekarang aku akan lebih percaya padamu!"


Tidak, tidak mau......


Wanita pemilik wedding organizer itu benar-benar tersenyum menatap Amy yang terdiam tak bicara.


"Maafkan saya karena datang dengan penampilan seperti ini, Nyonya. Sebenarnya pagi tadi aku datang ke sekolah anakku, aku sengaja berpakaian sengaja karena ingin mengejutkan anakku, hari ini adalah hari ulang tahunnya." Ucap wanita itu membuat Amy benar-benar seperti kehilangan secara penuh kesadarannya.


Padahal sudah melelahkan akting menjadi antagonis yang hebat dan berani, tapi kenapa dia malah terus mendapatkan predikat protagonis yang menyebalkan itu?


"Tidak apa-apa, Nyonya Freya. Setidaknya kami benar-benar beruntung berkat Amy." Ujar Ibunya Heinry yang begitu bersemangat menonjolkan Amy diantara mereka.


"Nona Amy sudah menikah?" Tanya Freya si pemilik Wedding organizer.


Belum juga Amy membuka mulut, Ibunya Heinry sudah dengan cepat menyambar, cepatnya melebihi kilatan diantara badai.


"Belum! Rencananya dia akan menikah dengan Heinry ku!" Ucap Ibunya Heinry dengan bangga membuat Amy ingin kabur dari sana menggunakan langkah seribu, hanya saja dia memiliki dua kaki dan hanya bisa melangkah pelan!


"Heinry anakmu? Kok tiba-tiba sekali? Bukanya Heinry mu itu tidak mau menikah dengan siapapun?" Tanya Sahabatnya Ibunya Heinry sembari menatap perut Amy yang rata karena dia mengira Amy sedang hamil.


Ibunya Heinry terkekeh,"Sebenarnya dia adalah Ibunya cucuku loh....."


Aduh! Kenapa Amy benar-benar seperti barang yang sedang dipromosikan sih?


"Cucu? Kau juga sudah punya cucu?" Tanyanya.


Ibunya Heinry dengan cepat mengangguk, laku tersenyum dengan mimik wajah bangga. Dia segera mengeluarkan ponselnya lalu memamerkan wajah Jeje kepada sahabatnya itu.


Amy menghela nafasnya, tolong.........! Masalah wedding organizer saja belum selesai, dia sudah ingin cepat pulang tahu!


"Ngomong-ngomong, berapa harga jasa wedding organizer milik anda, Nyonya Freya?" Tanya Ay yang sebenarnya ingin mengehentikan pembicaraan tegang Jeje karena Amy sudah benar-benar bosan berada disana, dia ingin cepat pulang dan molor dengan nyaman!


Nyonya Freya tersenyum menatap Amy,"Khusus untuk Nona Amy, anda hanya perlu membayar dua puluh persen saja dari harga normal."


Hah?


Amy ternganga bingung harus bagaimana lagi dia menanggapi ucapan Nyonya Freya barusan. Bahkan kalaupun dibuat gratis saja dia masih akan mengatakan tidak! dua puluh persen apanya? Bagus dia simpan baik-baik uang itu untuk kebutuhan Jeje nanti.


"Benarkah? Anda tidak boleh ingkar janji loh...."Ujar Ibunya Heinry yang begitu bersemangat sekali.


Mereka kembali membicarakan masalah Wedding organizer itu.


Di sisi lain.


Jhon terdiam tak mengatakan apapun terhadap orang yang saat ini duduk di hadapannya dan berbicara seenaknya saja.


"Berikan aku seratus dua puluh juta, akan aku kembalikan saat usahaku mulai membaik nanti!"


Jhon tersenyum kelu, seratus dua puluh juta? Bahkan sepeserpun dia tidak Sudi kalau harus dia berikan kepada orang yang tak lain adalah Ayah kandungnya juga Ayah kandung Amy.


"Kenapa kau diam saja? Aku bilang hanya pinjam, nanti akan aku kembalikan!" Ucapnya lagi, dan anehnya dia justru terlihat kesal di saat seharusnya dia memohon dengan wajah melas.


Jhon menghela nafasnya, sebenarnya uang sejumlah itu dia benar-benar memilikinya. Tapi dia juga tidak akan mungkin memberikan uang itu kepada orang yang bahkan tidak pernah mengurusnya, memperdulikannya, bahkan di maki dan dihina juga bukan hal yang aneh untuknya.


"Maaf, uang untuk terapi dan pengobatan nenek tidak murah jadi aku tidak bisa meminjamkan uang kepada siapapun."


Ayahnya Jhon memukul meja membuat Neneknya Jhon terkejut, tapi dia tidak langsung bangkit dan mendengarkan dengan siapa cucunya bicara.


"Dasar sialan! Percuma kau sekolah tinggi-tinggi, mengabiskan biaya saja tapi tidak ada gunanya, tidak bisa membantu orang tua!" Bentaknya.


Jhon tersenyum miring.


"Orang tuaku adalah nenek, dia adalah orang yang begitu berkorban. Motor, mobil, tanah, semuanya dia jual untuk kebutuhan kuliahku. Sekarang aku sudah bekerja tentu saja orang yang harus aku tanggung adalah nenek seorang kan? Aku tidak tahu peran Ayah dimana selama ini, aku benar-benar merasa nenek adalah kekuatan, Ayah dan Ibuku, nenek juga adalah orang yang paling penting untukku. " Ucap Jhon.


Ayahnya Jhon membuang nafas kasarnya.


"Dimana Amy? Aku dengar dia juga tinggal disini kan? Coba minta dia untuk keluar dan tanyakan ada berapa banyak uang yang bisa aku pinjam!"


Jhon menghela nafasnya.


"Amy sedang pergi, dia juga tidak akan mungkin bisa meminjamkan uang sebanyak itu, dia harus menanggung hidup anaknya, jadi tolong jangan menyusahkan dia."


Ayahnya Jhon terlihat semakin kesal membuat Neneknya Jhon menangis tanpa suara karena sifat anaknya memang benar-benar sangat tidak manusia sekali!


"Dasar sialan! kalian ini payah sekali! Aku hanya pinjam seratus dua puluh juta saja harus sampai seperti ini?! Kalian ini apa tidak tahu berterimakasih hah!? Kalau saja tidak ada aku, kalian mana mungkin ada di dunia?!"


Bersambung.