One Night Special

One Night Special
Harus Menikah!



"Tapi mau bagaimana lagi? Ayah dituntut untuk menikah, Ayah tidak memiliki pilihan lagi sayang...." Ah, akhirnya Heinry mengeluarkan jurusnya.


Amy benar-benar kebingungan sendiri sekarang, padahal dia tidak ada hubungannya dengan pernikahan Heinry, tapi kenapa dia pusing sekali seolah dia adalah Ibunya Heinry yang sedang memikirkan segala kebutuhan dan persiapan untuk pernikahan anaknya!


"Jeje, tenanglah, sayang. Ayahmu itu kan mau menikahi manusia bukan menikahi singa hutan jadi ketakutan mu itu berlebihan deh..." Ujar Amy yang hanya ingin anaknya tenang dan membiarkan saja Ayahnya menikah.


"Hua......." Jeje menangis begitu kuat membuat Amy justru terbengong sendiri.


Jhon yang sejak tadi sedang olah raga dan Nenek mereka juga sampai datang kesana untuk melihat apa yang terjadi.


"Ada apa ini?" Tanya Jhon dan Nenek.


"Heinry mau menikah, Jeje yang menangis tidak setuju." Ucap Amy.


Jhon menghela nafasnya, dia menatap tajam Heinry dan seketika itu Heinry membuang tatapannya.


"Dasar rubah jantan!" Gumam Jhon dengan tatapan sebal kepada Heinry.


"Pokoknya kalau Ayah mau menikah, harus menikah dengan Ibu atau kalau tidak, aku lebih baik tinggal bersama nenek selamanya." Ancam Anne membuat Amy benar-benar kehabisan kata-kata.


Jhon mencoba untuk memasang wajah perhatian, senyum yang begitu manis dia tunjukkan sebelum dia mengatakan apa yang ingin dia katakan kepada keponakannya yang paling dia sayangi.


"Jeje sayang, Ayahmu kan mau menikah dengan wanita lain, itu artinya dia juga sudah bersiap untuk memiliki anak yang baru. Nanti kalau sudah ada anak yang baru, mana mungkin nenek yang kau maksudkan itu memiliki waktu untuk mengurus mu?"Ucap Jhon seolah lupa kalau anak yang di ajaknya bicara adalah anak yang super kritis dan juga memiliki sifat seperti Heinry.


"Jhon!"Kesal nenek karena Jhon terlalu berlebihan dalam menyampaikan maksudnya.


Jhon memaksakan senyumnya kepada sang nenek,"Ampun, nek!"


Heinry, pria itu benar-benar kesal sekali dengan Jhon, tapi sial dia harus menahan perasaan kesal itu sampai semua itu selesai.


Jeje mengentikan tangisnya sebentar, menatap Jhon dengan tatapan dingin karena dia benar-benar kesal sekali! Pamannya itu jelas sedang membatu Ibunya kan? Walaupun dulu Jeje memang kesal terhadap Ayahnya karena menganggap Ayahnya sudah sengaja menelantarkan dirinya, tapi ternyata Ayahnya cukup baik dan layak untuk menjadi suami Ibunya maka dia tidak akan membiarkan siapapun menggagalkan rencana itu.


"Kalau Ayah memiliki anak lagi dengan perempuan lain, tentu saja tidak akan mejadi secantik aku, sepintar aku, jadi kenapa aku harus kesal? Kalaupun Nenek dan Kakek tidak ada waktu, orang di luaran sana pasti akan berebut untuk mengadopsi ku!"


Eh?


Ugh!


Kepercayaan yang melebihi tingginya langit, itu adalah sifat gabungan antara Amy dan Heinry!


Hanya Tuhan saja yang tahu akan jadi seperti apa adik dari Jeje nanti karena memiliki kakak seperti Jeje.


Semoga anak selanjutnya memiliki hai yang besar, dan otak yang bodoh supaya tidak akan terjadi perang dingin setiap harinya.


"Iya aku tahu! Justru aneh kalau tidak ada wanita di sekitar Ayah, maka itu harusnya Ibu harus terus menjaga Ayah supaya aku tidak jadi memiliki Ibu tiri dan dibunuh seperti yang terjadi di berita itu!" Ucap Jeje sembari menahan tangis membuat Amy masih tidak bisa berkata apa-apa.


Menikah?


Sebenarnya banyak sekali kok contoh di luar sana yang menikah dan awet hanya dengan satu pasangan saja tapi, Amy masih tidak tertarik untuk menikah hingga sekarang. Tapi, kalau anaknya seperti ini apakah dia akan menolak terus sampai akhir nanti?


Masalah Ibu tiri, Ayah tiri, bahkan saudari dan saudara tiri, semua sosok itu jelas tidak semua buruk, tapi contoh yang buruk juga banyak, apalagi Amy juga mengalaminya sendiri.


Amy menghela nafasnya.


"Ibu, aku tidak ingin Ibu tiri, jadi ayo menikah dengan Ayah ya? Please.... Aku juga tidak ingin memiliki Ayah tiri." Pinta Jeje dengan mimik wajahnya yang masih terlihat begitu menyedihkan sehingga Amy benar-benar semakin tidak tahan lagi.


Heinry tersenyum tipis, dan Jhon bisa melihat itu lalu mengumpat di dalam hati.


Sudah jelas Jeje di suruh oleh bajingan gila sialan itu kan? Awalnya saja menolak Amy habis-habisan sampai memilih babi betina di banding Amy, jadi mana ada seorang kakak yang rela membiarkan adiknya menikah dengan pria yang lebih memilih babi betina dibandingkan adiknya?


Jhon membuang nafas kesalnya, dia kembali menatap Jeje dan tersenyum sebaik mungkin kepada keponakannya itu.


"Jeje sayang, jangan memaksa Ibu lagi ya? Kau tahu kan kalau soal itu Ibumu pasti tiada berdaya? Lihatlah, lihat wajah melas Ibumu! Kau tidak kasihani kah? Lagian Ibumu bukan babi betina jadi mana mungkin Ayahmu mau menikahi Ibumu?" Ucap Jhon yang langsung membuat Heinry mendelik dengan tatapan kesal juga mengancam.


Apa-apaan sih?! Di saat seperti ini seharusnya Jhon tidak boleh sembarangan kan?


Jhon mengatakan itu apakah karena sedang balas dendam karena pekerjaan kantor begitu banyak hari ini, ditambah Heinry juga terus kesal karena pekerjaan semuanya berantakan karena kurangnya kompetensi dari pihak yang ditunjuk untuk mengurus proyek terbaru mereka.


"Babi betina? Apa maksudnya?' Tanya Jeje bingung.


Jhon berdehem beberapa kali melirik kepada Heinry yang masih terlihat melotot kepadanya dan mengancam agar tidak mengatakan apa yang ingin di katakan Jhon mengenai babi betina itu.


Tentu saja yang namanya Jhon tidak akan patuh begitu saja, saya di luar kantor Jhon kan bukan anak buah Heinry yang bisa di atur dan di perintah sesuka hati seperti tadi pagi?


"Ayahmu pernah bilang bahwa, dia tidak akan pernah mau dengan Ibumu! Dia bahkan mengatakan bahwa, dia akan lebih baik menikahi babi betina dibanding menikah dengan Ibumu," Ucap Hin dengan percaya diri mengatakan itu semua, membuat Heinry gemetar karena menahan kesal.


"Jhon!" Ucap Heinry yang masih menatap Jhon dengan tatapan kesalnya.


Jeje menatap Heinry seolah dia sedang memprotes dan mengancam Heinry membuat Heinry menelan salivanya.


"Tidak! Tidak kok, mana mungkin Ayahmu mengatakan itu? Dari pada nanti betina bukannya ada banyak wanita?" Ujar Heinry berharap benar putrinya tidak mempercayai apa yang dikatakan Jhon.


Amy menghela nafasnya,"Baiklah, kalau memang harus menikah ya tinggal menikah saja!"


Bersambung.