
"Ini sudah 1 bulan bukan? Apa kau sudah datang bulan? Cepat katakan, Aku tidak mau kalau sampai terikat hubungan denganmu. Makanya, cepat katakan kau ada hamil atau tidak?" Tanya Jhon menatap Lorita dengan tatapan matanya yang begitu tajam dan menyelidik.
Lorita membuang nafasnya sembari terus menetap Jhon yang terlihat begitu tidak sudi jika harus memiliki hubungan dengan dirinya. Sebenarnya, dia bisa dibilang sudah cukup berusaha untuk mendapatkan hati Jhon, dan kalau memang bisa membuat Jhon menikah dengannya dengan cara kehamilan, mana mungkin itu bisa terjadi karena malam mereka yang dihabiskan bersama, mereka kan tidak melakukan apapun.
"Berikan aku jawaban, dan jangan diam seperti itu!" Ucap Jhon dengan nada bicaranya yang lebih tinggi daripada sebelumnya.
Lorita terdiam sebentar dan terus menatap kedua bola mata Jhon lalu menjawab,"aku sudah datang bulan sekitar 10 hari yang lalu."
Jhon tersenyum dengan wajah sumringahnya, lalu tertawa dengan begitu puas. Bagus, memang hal itulah yang dia inginkan karena dia benar-benar tidak ingin terikat dengan hubungan apapun kepada Lorita. Bukan tanpa sebab, Jhon begitu menjaga hatinya dari Lorita karena dia tidak ingin apa yang terjadi di masa lalu kembali terjadi lagi.
Saat mereka sama-sama menempuh pendidikan sekolah menengah atas, Jhon sendirilah yang pertama kali memiliki rasa terhadap Lorita. Jhon sengaja tidak memberitahu Lorita dan memilih untuk diam karena dia cukup sadar diri bahwa dia tidak memiliki tampangnya bisa terbilang tampan. selain tubuhnya yang tinggi dan juga besar, jelas wajahnya biasa-biasa saja. Yah, Kalau sekarang sih sudah terbilang cukup tampan karena style yang mendukung tubuhnya. Dulu, Lorita adalah gadis yang cukup disukai oleh para pria di sekolah. mengetahui bahwa Lorita juga memiliki perasaan yang sama, dia benar-benar tidak bisa membohongi dirinya sendiri yang merasa begitu bahagia. Akan tetapi, saat itu Lorita masih muda dan juga bimbang. Ketika ada pria yang tampan mendekatinya, dia akan langsung mengatakan bahwa hubungannya dengan Jhon adalah hubungan biasa saja. Padahal, Lorita jelas begitu menempel padanya. Pergi ke kantin sekolah dengan bergandengan tangan, berangkat dan pulang sekolah bersama-sama lagi-lagi bergandengan tangan juga. Mendengar bahwa Lorita menganggap hubungannya biasa saja di telinganya, Jhon mulai menjauhkan diri dari Lorita.
Di saat itulah semua mulai berubah. Lorita awalnya terus mencoba untuk mengajak bicara Jhon, bahkan sampai sengaja datang pagi-pagi di rumah untuk mengajak Jhon berangkat sekolah bersama. pulang sekolah pun, Lorita juga sengaja menunggu Jhon untuk pulang bersama akan tetapi, Jhon benar-benar menunjukkan sikap dingin dan enggan berdekatan dengan Lorita. Semua itu berlangsung sangat lama hingga pada akhirnya mereka lulus sekolah. Selama Jhon mendiamkan Lorita, selama itu pula Lorita terlihat begitu dekat dengan Heinry yang adalah teman baiknya. Heinry sendiri sudah menjelaskan Kenapa Lolita mencoba untuk mendekatinya, tapi Jhon sudah sangat mati rasa dan muak oleh sikap Lorita yang sangat mudah menempel dengan pria asing.
karena pengalaman seperti itulah, Jhon paling anti mendekati wanita yang sikapnya serta sifatnya mirip seperti Lorita. Apalagi, saat bertemu kembali dengan Lorita, dia benar-benar dibuat sangat kacau dan terus berusaha untuk membangun tembok raksasa agar Lorita tidak mampu menerjangnya dan menggoyahkan hatinya yang jelas sudah enggan untuk memiliki hubungan apapun dengan Lorita.
Lorita kembali menghela nafasnya lalu menatap Jhon dan berkata,"sebenarnya, kenapa kau sangat membenciku dan kenapa kau sangat menjaga batasan di antara kita? Sejak Kau mengacuhkan ku dulu, hingga sampai dengan sekarang aku benar-benar terus bertanya-tanya kenapa kau mendiamkanku seperti itu?"
Lorita memaksakan senyumnya masih terus menatap Jhon dan berkata,"Aku benar-benar ingin tahu alasan yang sebenarnya, Jadi kau bisa Katakan padaku sekarang?"
Heinry membuang nafas kasarnya lalu menetap Lorita dan berkata,"Sudah kubilang bukan? aku membencimu dan mencoba untuk menjaga batas itu semua karena, dirimu. Aku tidak memiliki alasan apapun, Aku hanya tidak menyukai seseorang yang mirip denganmu terlebih dirimu sendiri."
Lorita tertunduk lesu tak tahu lagi harus mengatakan apa. Sepertinya, sudah sangat mustahil jika dia ingin terus mencoba dan bertahan sampai dia bisa mendapatkan hatinya Jhon. Sudahlah, tidak tahu diri dan tidak tahu malu juga harus ada batasnya bukan? Lagi pula, Kalau jelas John tidak bahagia bersama dengannya, mana mungkin dia akan terus memaksa Jhon untuk mencintai dirinya?
tersenyum sembari mengangguk dengan mimik wajahnya yang terlihat begitu keluh dan putus asa. Iya, sudah waktunya dia melepaskan sesuatu yang jelas tidak bisa dimiliki dan tidak ingin dia miliki. Jhon, itu memiliki arti yang sama besar di hatinya. Tetapi, nama Lolita sama sekali tidak memiliki arti apapun di hati seorang Jhon. sebuah hubungan atau apapun itu haruslah dilakukan secara bersamaan dengan niat dan juga kesungguhan yang sama. Jhon tidak semua pikiran dengannya, jadi mana mungkin dia akan bisa melalui dan memiliki hubungan dengan orang yang tidak memiliki keinginan untuk bersama dengan dirinya?
"Baiklah, aku sudah mengerti dan memahami semuanya sekarang." Ucap Lorita sembari menatap Jhon dan dia tersenyum lalu kembali berkata,"aku minta maaf karena sudah sangat membuatmu kesal. Aku tahu, Aku adalah orang yang terjebak oleh masa lalu dan rasa penasaran karena, kau langsung bersikap dingin di hari yang sama saat paginya kita berangkat bersama dengan mesra. Aku benar-benar tidak habis pikir hingga tanpa sadar aku terus memikirkannya meski aku juga pernah menikah sebelumnya."
Jhon terdiam tak tahu harus bagaimana menanggapi ucapan berita itu. Wajar saja sih jika Lorita merasa penasaran, mungkin yang sebenarnya dirasakan Lorita hanyalah rasa malu dan penghinaan karena ada pria yang mengacukan dirinya di saat pria lain mencoba untuk mendapatkan hatinya.
Lorita membuang nafasnya, dia memaksakan senyum lalu kembali menatap Jhon dan berkata,"Kau pasti sudah sangat bekerja keras di dalam hidupmu selama ini. Dengan datangnya aku ke tempat ini, Kau pasti menjadi lebih bekerja keras lagi daripada sebelumnya bukan?"
Sofia bangkit dari duduknya, dia berdiri tepat di hadapan John yang tengah duduk di kursi meja kerjanya selalu berkata,"sekali lagi maafkan aku, dan aku akan memastikan tidak lagi muncul di hadapanmu setelah ini."