
"Heinry sayangku yang tampan, kenapa tidak bilang dari tadi kalau kau gugup? Sini, biarkan aku saja yang memilihnya! Sudah aku katakan bukan, aku lebih banyak menonton video anu dari pada kau," Ucap Amy seraya menjalankan tangannya mengusap dada Heinry dan mulai mengangkat kaos yang di gunakan Heinry. Amy menyusupkan tangannya dan mengusap dada Heinry dengan lembut.
Heinry benar-benar terkejut, tapi bukankah begitu lebih baik?
"Baiklah, jadi aku akan biarkan istriku beraksi! Mohon bantuannya, istriku!" Ucap Heinry seraya melipat kedua lengannya, dan meletakan di belakang kepalanya.
Amy bergerak di atas kedua paha Heinry, tangannya mulai membuka kaos yang di gunakan oleh Heinry. Entah apa yang di lakukan oleh Amy, sepertinya ia kebingungan membuka gesper Heinry hingga lama kelamaan dia tidak tahan sendiri.
"Ah! Apa-apaan sih?! kenapa ikat pinggangnya susah di buka?! Kenapa mood ku jadi jelek!"
Tidak, Heinry tidak bisa menunda lagi!
Bruk!
Heinry bangkit dan mengubah posisi, kini Amy sudah berada di bawah Kungkungannya.
"Heinry, kalau kau mengecewakan dan tidak memuaskan, jangan salahkan aku selingkuh!"
Heinry tersenyum, hanya cicak sekarat yang akan terpaksa mempercayainya. Amy yang begitu rapat menutup pintu hatinya untuk menjamin hubungan, mana mungkin akan memiliki minat untuk berselingkuh? Walaupun ada pria sekelas dewa hebatnya dan memiliki wajah yah super tampan, palingan Amy hanya akan cicip sedikit, setelah itu mana mau dia berurusan lagi? Hah! Memang si tukang pembuat hati kacau, tapi Heinry juga tidak bisa bohong kalau dia menyukai si pengacau hatinya itu.
"Aku akan berusaha dengan sangat keras, istriku sayang. Tapi, jika nanti malah terasa belum memuaskan, tolong maklumi dan tetap berikan aku kesempatan untuk memperbaikinya ya?"
Hah? Apa-apaan kalimat itu? Sialan! Kenapa mulutnya seperti terlakban tidak bisa bicara sih?! Protes Amy di dalam hati.
Heinry tak ingin membuang waktu, dari pada istrinya di comot orang, bagus dia habiskan sehabis-habisya tanpa sisa!
Amy membulatkan matanya, sungguh dia terkejut! Bagian bisa Heinry dengan cepat mencium bibirnya, bergerak dan memasukkan lidahnya kedalam mulut nya!
Ya Tuhan! Apa cara berciuman di dalam film dewasa seperti ini ya? Perasaan, cuma saling bergerak saja bibirnya, tapi kenapa segala begini?!
Amy tidak dapat melakukan apapun sekarang, dia hanya diam karena masih bengong dan bingung.
Eh, tapi tunggu! Mana boleh begitu, bisa-bisa Heinry menguasai permainan dan dia jadi terlihat kalah kan? Ah Tidak! Pkoknya, Amy harus terlihat lebih unggul!
Amy memeluk tengkuk Heinry, membalas ciuman seperti yang Heinry lakukan membuat Heinry semakin bersemangat dan melakukannya dengan lebih panas lagi. Amy yang masih tidak mau kalah melakukan yang sama, hingga tanpa Amy sadari fokusnya hanya ingin melampaui Heinry, sedangkan Heinry jadi semakin menjadi dan terdorong untuk terus melakukan lebih.
Setelah puas mencium bibir Amy, Heinry bangkit dari posisinya dan mencoba menyingkirkan pakaian yang di gunakan Amy.
Tunggu dulu! Amy justru membantu Heinry menyingkir semua pakaiannya, membuat Heinry jadi semakin mudah. Tapi, tidak sampai di situ saja! Heinry juga di buat takjub dan bahagia karena Amy membantu Heinry melepas semua kain yang melekat pada tubuhnya!
Wah, istri ku benar-benar bersemangat sekali, ya? Batin Heinry berbunga-bunga di dalam hati.
Heinry berniat menjatuhkan tubuh Amy ke atas tempat tidur tetapi, Amy yang selalu ingin unggul justru lebih dulu mendorong tubuh Heinry dan merangkak naik keatas tubuhnya.
Ternyata, Amy memang lebih cantik dan manis kalau tidak menggunakan pakaian! Duh, bagaimana ini? Wajahnya memerah, dia merasa terpesona sekali oleh istrinya yang juga terlihat menggoda!
"Jadi, Suamiku tersayang! Bagaimana, kalau aku bantu mengarahkan bagaimana caranya?" Tanya Amy dengan mimik wajahnya yang terlihat begitu menggoda dan seksi membuat Heinry benar-benar tidak tahan lagi dan tidak tahu bagaimana harus merespon kecuali mengangguk dengan cepat.
Amy menurunkan kepalanya, yah mari kita skip! Amy memperlakukan milik Heinry bak lolipop membuat Heinry benar-benar tidak tahan untuk tidak melenguh. Memang sih, Amy tidak bisa di bilang ahli karena dia beberapa kali merasakan tekena giginya Amy.
"Ahhhhh!" Lenguh Heinry saat Amy mengecup bagian itu, dan memijatnya dengan lembut.
"Begini namanya pemanasan, bagaiman enak kan? Ini belum apa-apa loh! Jangan sampai sudah menyembur padahal aku belom selesai!" Ucap Amy sembari memijat bagian itu Heinry dengan gerakan naik turun membuat Heinry terus mengerang dan beberapa kali berdesis merasai miliknya diperlakukan oleh Amy.
Heinry benar-benar cukup menahan diri, dia hanya memejamkan mata dan sesekali membuka matanya menikmati bena rasa geli tapi nikmat dan tidak bisa di ungkapkan melalui kata-kata.
Tidak! Ini terlalu lama, dan Sepertinya Amy juga terlihat agak ragu ingin memulai yang lebih dari pada itu.
Heinry bangkit dari posisinya, dia memeluk pinggul Amy dan membuatnya jatuh kedalam tempat tidur, dan di bawah Kungkungannya. Amy sudah bersiap kalau hanya untuk di cium tetapi, Heinry justru menurunkan kepalanya, menyentuh benda kembar miliknya, melihatnya dengan lembut dan memainkan dengan mulut bak bayi yang kehausan.
Ah, rasanya sangat geli, tapi dia juga tidak bohong kalau itu, enak!
Amy mencengkram kain sprei dengan kuat, tubuhnya menegang merasakan bagian dadanya yang geli dan rasa nikmat yang luar biasa. Tidak sampai di situ saja, Heinry terus mengedarkan kecupan bibirnya sekian kebawah, terus seperti itu hingga tanpa sadar Heinry membuka kedua kaki dan menyesap di bawah sana.
Mau tersentak karena terkejut, tapi secepat itu juga Heinry menggunakan lidahnya dan memainkan sesuatu yang dapat menimbulkan sensasi tidak biasa.
Geli, tapi terlalu indah untuk dihentikan!
Amy menggigit bibirnya, matanya memejam dengan dahinya mengernyit merasai benar apa yang dirasakan bagian bawahnya. Entah lah, dia tidak mengingat apapun saat itu.
Amy benar-benar terbuai dalam rasa indah itu, hingga tanpa sadar Heinry sudah bersiap dengan posisinya dan mulai memasukkan bendanya kedalam sana.
"Ugh!" Pekik Amy. Yah, bukan yang pertama memang! Tapi, ini adalah yang kedua, dan jarak melakukan itu juga sudah bertahun lalu, ditambah dia juga tidak melahirkan secara normal. Yah, rasanya seperti masih baru meski tidak mengeluarkan darah.
"Ahhhhh......." Pekik Heinry saat itunya masuk dengan sempurna kedalam lubang yang seharusnya.
"Sayang, aku tidak salah lubang kan?"
Amy tersentak! ah, apa-apaan sih?! Kenapa tiba-tiba bicara seperti itu?! Jadi hilang deh konsentrasinya!
"Heinry, jangan sombong dulu! Mari kita lihat saja, apa kau bisa menyaingi kecepatan ku dalam berpacu, ataukah tidak!"
Heinry memejamkan matanya, saat Amy bicara tadi, bagian bawahnya seperti bergerak, dan rasanya enak sekali!
"Baik, aku akan berusaha sebaik mungkin!"