One Night Special

One Night Special
Masih Berusaha



Oh, Amy! Kau benar-benar gadis yang cerdik! Pantas saja Jeje sangat pintar, jadi dia juga mirip dengan mu! aku benar-benar semakin ingin menjadikanmu menantuku!


Ucapan Ibunya Heinry itu benar-benar membuat Amy tak bisa berkata-kata.


Sungguh dia tidak bermaksud seperti itu, dia bahkan hanya ingin membuat namanya begitu buruk. Bukankah ini sungguh aneh? Di luar sana banyak orang yang berlomba-lomba untuk memperindah nama, memilki kesan baik agar citra mereka juga baik dan orang tidak segan untuk bersikap baik. Bukankah juga banyak orang yang rela memburukkan orang lain agar namanya bagus?


Tapi, kenapa begitu sulit menjadi orang jahat dan terkesan buruk? Haruskah dia merampok atau membunuh orang agar menjadi jahat?


Amy menghela nafas dengan mimik wajahnya yang terlihat lesu.


Sore nanti Ibunya Heinry akan datang lagi dan mengajaknya untuk menemui sahabatnya yang juga memiliki wedding organizer. Bukan hanya satu orang saja, melainkan tiga pemilik wedding organizer.


Aneh, sungguh aneh sekali!


Kenapa dia begitu mudahnya mengajak Amy ingin menemui pemilik wedding organizer? Tidak mungkin kan tanpa persetujuan Amy dia akan mengadakan pesta pernikahan?


Tidak! Tentu saja tidak boleh dilancarkan masalah itu!


Bagaimanapun pendirian Amy masih begitu kukuh jadi dia tetap akan tegak pada pilihannya untuk tidak menikah.


Baiklah!


Kali ini dia tidak boleh gagal dan harus membuat namanya buruk sehingga Ibunya Heinry enggan menjadikannya sebagai menantu.


Sore harinya.


Karena Jeje masih dirumah orag tua Heinry, mau tidak mau Amy hanya bisa pergi berdua dengan Ibunya Heinry saja.


Pkoknya Mada bodoh saja siapa yang akan ditemui, intinya dia akan tetap membuat rusuh agar rasa suka yang dimiliki Ibunya Heinry menghilang seketika.


Beberapa saat kemudian.


"Amy, kenalkan!" Ibunya Heinry meraih lengan Amy, lalu mendekatkan kepada beberapa orang yang yang masing-masing membawa amplop. Yah mungkin usianya adalah tentang wedding organizer milik mereka.


Setelah berkenalan satu persatu, Amy dan yang lain kini mulai duduk dan mengobrol santai.


"Amy, sebenarnya aku mengajakmu kesini supaya kau bisa membantu untuk memilih yang mana untuk acara pernikahan keponakannya Heinry." Ucap Ibunya Heinry.


Oh...…


Amy benar-benar tersenyum lega karena ternyata bukan dia yang akan dipaksa untuk menikah.


"Jadi, setelah mereka mempresentasikan kelebihan dan keunggulan mereka, bagaimana kalau kau bantu aku untuk memilihnya, Amy?"


Amy terdiam sebentar, bagus! Ini adalah waktunya mengacaukan rasa suka yang dimiki Ibunya Heinry padanya.


Amy menatap satu persatu tiga orang yang ada disana.


Satu orang memiliki penampilan yang sangat mencolok dengan semua batang branded, yang satu lagi menggunakan pakaian sopan tapi riasan wajahnya juga sangat tebal dan mencolok, perhiasan yang digunakan olehnya adalah perhiasan yang sangat berkelas, yang terakhir adalah seorang wanita yang bahkan tidak bisa menggunakan tatanan rias dengan benar, dia tidak menggunakan pakaian yang sepeti dua orang sebelumnya, terlalu sederhana sehingga membuat Amy teringat dengan pencopet yang tadi pagi mencopet Ibunya Heinry.


Amy tersenyum dengan tatapan penuh maksud menatap pemilik wedding organizer yang begitu sederhana.


Dia pasti ingin terlihat sederhana agar klien merasa melas dan memilihnya kan? Jaman sekarang ini bukan hanya satu atau dua orang saja yang menipu dengan cara memelas seperti itu.


Yah! Di mata Amy orang itu adalah seorang penipu!


"Tentu saja aku akan memilih orang ini!" Tunjuk Amy kepada orang yang berpenampilan begitu sederhana, kali ini pilihannya pasti benar!


Dua orang pemilik Wedding organizer yang tidak terpilih hanya bisa memprotes tidak terima.


"Tunggu dulu, kenapa kami bisa kalah dengan Wedding organizer baru yang bahkan pemiliknya sangat tidak bisa berpenampilan yang pantas? Lalu bagaimana nanti dia akan menyiapkan wedding seseorang, jangan jangan dia bahkan tidak tahu apa itu wedding organizer!"


Wanita yang ditunjuk oleh Amy hanya menghela nafasnya, dia tidak mengatakan apapun untuk menyangkal sehingga Amy merasa lebih senang.


Yah! Dia pasti tidak bisa berkata-kata karena apa yang dikatakan dua orang itu pasti benar kan?


Amy cekikikan dengan bahagia di dalam hati.


Ibunya Heinry juga benar-benar tidak setuju dengan pilihannya Amy, untuk kali ini dia juga yakin pilihan Amy adalah pilihan yang salah, dia juga tidak mungkin sembarangan karena memilih Wedding organizer adalah amanat dari kakaknya.


"Bagaimana ya? Aku kan hanya dimintai pendapat, kalau aku sih lebih percaya dengan Kakak yang itu, kalau kalian tidak suka dan tidak terima itu kan urusan kalian, toh yang mau menikah juga bukan aku!"


Ibunya Heinry terlihat tidak nyaman dengan sikap Amy, dan jelas Amy bisa melihatnya.


Selamat datang kebebasan, batin Amy di dalam hati.


"Amy, tolong bersikaplah dewasa. Bagaimanapun kau memang memilki hak untuk bicara, tapi kau tidak boleh sembarangan bicara dan sesuka hatimu menyakiti orang lain." Ucap Ibunya Heinry.


Oh, tidak bisa! Mulutnya semakin gatal ingin berbicara supaya rasa tidak suka itu berada di level seratus!


"Pakai jasa wedding organizer milik saya saja, Nyonya. Selain harganya terjangkau, kami juga mendoakan cash back loh." Ucap salah satu pemilik Wedding organizer yang sempat di tolak oleh Amy.


"Punya saya juga oke kok, Nyonya. Harganya juga tidak kalah terjangkau, dan kami memiliki semua staf yang profesional sehingga dipastikan tidak akan ada kendala."


Amy terkekeh,"Wedding organizer murahan seperti itu mana mungkin pantas untuk dipilih? Orang gila saja akan pikir sejuta kali menggunakan jasa wedding organizer milik kalian!" Amy tertawa dengan tatapan menghina membuat kedua pemilik Wedding organizer itu mendengus kesal.


"Sepertinya bekerja sama dengan orang seperti anda akan sangat tidak menguntungkan bagi saya, karena saya juga tidak rugi dalam hal ini, saya lebih baik pergi secepat mungkin!" Ucapannya dengan kesal, lalu bangkit dan berjalan keluar.


Satu pemilik Wedding organizer juga memilih keluar tanpa kata, matanya yang menatap Amy dengan tatapan mengancam justru ditanggapi dengan kekehan oleh Amy.


Ibunya Heinry membuang nafas kasarnya, dia menatap Amy dan berkata,''Kali ini kau keterlaluan sekali, Amy!"


"Aduh! Nyonya, maaf aku terlambat sekali!" Ucap sahabatnya Ibunya Heinry yang baru saja datang karena terjebak macet parah sebelumnya.


"Kau datang juga akhirnya," Ujar Ibunya Heinry yang sebenarnya sejak tadi sudah menunggu sahabatnya itu.


"Kau tidak memberikan uang muka untuk Wedding organizer ** dan ** kan?" Tanya Sahabatnya Ibuya Heinry dengan panik.


Ibunya Heinry menggelengkan kepalanya.


"Aku bahkan tidak sempat banyak bicara." Jawab Ibunya Heinry.


"Bagus! Syukurlah, aku benar-benar sangat khawatir sekali, tapi ingin menghubungi mu ponselku ketinggalan tadi!"


Ibunya Heinry mengeryitkan dahinya bingung.


"Memang kenapa?"


"Yang satunya tidak jelas, dan yang satunya adalah penipu! Nah, ini adalah Nyonya Freya! Pemilik wedding organizer yang di gunakan Tuan Mikhail tempo hari, dia adalah pemilik wedding organizer yang sangat terkenal!"


Ugh!


Amy menangis di dalam hati.