
"Ta-tapi apa sayang?"Tanya ajeng yang mulai merasakan sesuatu tidak enak akan menimpanya sebentar lagi.
"Tapi dengan cara seperti ini"Ucap rafi langsung menyambar bibir ajeng dan menggendong ajeng ke kamar lalu menghabiskan malam panas mereka bersama.
***
Matahari mulai muncul menampakan sinarnya dan tidak berapa lama alarm berbunyi nyaring membangunkan pasangan muda mudi yang sedang dimabuk asmara.
Tring..tring..tring
"Ughh jam berapa ini?"Gumam ajeng sembari mematikan alarm.
"06:37"Gumam nya lagi melihat jam yang tertera di alarm tersebut.
Ajeng menoleh kesamping dan melihat suaminya yang seolah tidak terganggu dengan suara bising dari alarm tadi.
Senyuman tipis muncul dari bibir mungil ajeng setelah mengingat 'Hot night' nya bersama suaminya tadi malam.
Semakin lama senyumannya semakin melebar tak kala melihat suaminya terbangun karena sinar matahari yang mulai masuk lewat sela sela gorden.
"Morning honey" Ujar ajeng mencium pipi suaminya.
"Morning too" Balas rafi mencium bibir ajeng "And morning kiss" Ucap rafi mengelus pipi ajeng menggunakan jemarinya.
Ajeng tertawa melihat suaminya yang begitu manja padanya "Hey kerja dulu baru manja manjaan" ujar ajeng memukul punggung rafi yang Polos tidak memakai pakaian apapun.
"Nanti lah mau disini dulu" Balas rafi menenggelamkan Wajahnya di dada ajeng.
"Bagaimana kalau kamu telat?"Tanya ajeng mengelus rambut rafi.
"Aku kan bos nya"Jawab rafi singkat dan sedikit menyombongkan dirinya.
Ajeng tertawa geli lalu mengacak ngacak rambut suaminya yang semakin berantakan namun tetap terlihat tampan "Iya deh,tapi walaupun kamu bosnya yang namanya kerja tetap harus profesional " Ucap ajeng memeluk rafi sangat erat.
"Berlagak menasehatiku,lihat kamu sendiri yang tidak mau melepaskan pelukan mu dariku" Ucap rafi menciumi tubuh isterinya yang tak mengenakan sehelai benang pun alias 'Telanjang'.
"Sudah jangan macam macam lagi,sudah cukup tadi malam sekarang aku sangat lelah" Ujar ajeng kembali merebahkan tubuhnya di ranjang.
"Kau belum menyiapkan ku sarapan sayang,aku tidak bisa kerja jika tidak sarapan"Ucap rafi kembali menarik tangan istrinya itu agar duduk seperti tadi.
"Aaaaa aku sangat lelah aku mau tidur,biarkan aku istirahat sebentar"Ucap ajeng memaksa rafi melepaskan tarikan ditangannya.
"Terserah,aku akan minta sarapan dari wanita cantik atau fans ku di kantor saja" Ucap rafi melepas tarikan tangannya dan berjalan ke kamar mandi dengan kesal.
Setelah mendengar ucapan rafi yang 'ngambek' ajeng buru buru menggunakan jubah tidurnya dan berjalan ke dapur untuk membuatkan sarapan untuk suaminya dan dirinya.
"Giliran di ancam begitu baru mau gerak" Gumam rafi dari balik pintu kamar mandi yang ternyata dari tadi memperhatikan isterinya dari belakang pintu kamar mandi.
***
Ajeng membuatkan sebuah nasi goreng spesial untuk suaminya,setelah dirasa sudah selesai dengan urusan di dapur ajeng melangkahkan kakinya ke kamar nya untuk menyiapkan baju kerja untuk suaminya.
Tidak lama rafi keluar dari kamar mandi menggunakan jubah mandinya sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil.
"Astaga tampan sekali dia,kenapa aku baru menyadarinya sekarang" Gumam ajeng menatap rafi yang berkaca membelakangi dirinya.
Karena terlalu jatuh dalam Fantasi liar saat melihat rafi keluar dari kamar mandi tadi,ajeng bahkan tidak sadar saat suaminya itu sudah berdiri didepannya.
"Ajeng?" Panggil rafi menyentil kening ajeng pelan.
"Ahhehh"Ajeng tersadar dari lamunannya dan tersenyum malu saat rafi menyadari apa yang membuatnya sampai melamun seperti tadi "Maaf tadi aku melamun" Ucap ajeng menyerahkan sebuah pakaian yang sudah ia siapkan tadi dengan pandangan tertunduk.
"Kau melamunkan apa?"Tanya rafi pura pura tidak tahu.
"Sepertinya kamu sudah tahu apa yang aku pikirkan tadi"Ucap ajeng membelakangi rafi yang sedang berpakaian.
Walaupun Ia sudah mengetahui segala tentang suaminya tetapi masih saja Rasanya malu jika harus melihat rafi berpakaian.
"Mungkin aku terlalu bodoh untuk mengetahui isi pikiranmu yang terlalu liar itu" Ucap rafi sembari menyerahkan dasi kepada ajeng meminta agar dasinya dipakaikan.
Ajeng menerimanya dengan kepala tertunduk "Pikiranku tidak seliar apa yang kamu pikirkan"Ucap ajeng memasangkan dasi berwarna hitam ke leher rafi.
"Tatap mata pasanganmu saat kau sedang berbicara padanya"Ucap rafi dingin dan meletakan tangannya di pinggang ajeng.
"Tidak ada yang akan menyalahkanmu saat kau berfikiran liar tentang suamimu kecuali kau berfikir liar tentang pacarmu baru semua orang akan menyalahkanmu"Ucap rafi memeluk ajeng yang masih menggunakan jubah tidur.
"Mari sarapan"Ucap rafi melepaskan pelukannya dan menggandeng tangan ajeng ke dapur.
***
"Bagaimana rasanya?"Tanya rafi disela sela sarapan mereka.
"Apanya?"Tanya balik ajeng.
"Apa kamu merasa mual atau apa?"Tanya rafi serius.
"Aku tidak mual jika berada didekatmu tapi aku berasa mual jika berjauhan denganmu"Ucap ajeng menjelaskan.
"Itu berarti kamu dan bayi itu benar benar ingin selalu didekatku" Ujar rafi tersenyum tipis.
"Bukan aku yang ingin berada didekatmu tetapi anak kita" Balas ajeng
"Dasar gengsian" Ucap rafi dalam hati.
Karena menghindari pentengkaran dipagi hari,Rafi memutuskan untuk mengalah dan mengiyakan segala ucapan istrinya itu.
"Iya baiklah"Ucap rafi selesai sarapan dan meletakan piring nya di Tempat cuci piring.
"Akan aku buatkan kamu segelas susu hamil ya,diminum setelah makan"Ucap rafi mengeluarkan kotak susu untuk ibu hamil dan membuatkan segelas susu untuk ajeng.
"Jangan sampai kamu minum,aku mengawasimu"Ucap ajeng mencuci piring bekas mereka makan tadi.
"Benar benar bertambah cerewet!" Gumam rafi menyeduh susu tersebut menggunakan air panas yang sudah ia rebus sebelumnya.
Setelah selesai membuatkan segelas susu untuk ajeng,Rafi meletakan susu tersebut di atas meja makan.
"Sebaiknya aku menyewa seorang ART untuk menjaga mu selama aku bekerja" Ucap rafi yang khawatir kondisi istrinya saat ia tinggal bekerja.
"Bagaimana kalau saat kamu pergi bekerja aku ke rumah mama dan papa saja?"Ujar ajeng menyarankan.
"Sepertinya mama dan papa akan sangat kerepotan mengurus Anak cerewet sepertimu"Balas rafi bercanda.
"Menyebalkan!"Ucap ajeng meneguk susu yang rafi buatkan.
"Pelan pelan itu masih sedikit panas"Ucap rafi perhatian.
"Bagaimana dengan usulanku tadi sayang?"Tanya rafi.
"Aku tidak tahu,sebaiknya kita minta usulan dari mama dan papa juga"Ucap ajeng berdiri dari duduknya dan berjalan mengantar rafi ke depan rumah.
"Hari ini aku akan mengundang mama dan papa agar makan malam,kau tidak perlu memasak karena aku pulang lebih awal dan aku yang akan memasak"Ucap rafi mencium kening ajeng kemudian perut isterinya yang masih datar.
"Jaga dirimu baik baik ya,Jangan bukakan pintu untuk orang yang tidak kamu kenal,jangan terlalu lelah,jangan mengerjakan pekerjaan rumah yang berat berat,jangan keluar rumah tanpa se izinku,Jika kamu merasa mual atau sakit cepat hubungi aku ya,dan jika kamu menginginkan sesuatu..Hubungi aku dan minta padaku ya"Ucap rafi panjang lebar dan memeluk isterinya seperti enggan untuk pergi meninggalkan ajeng walau untuk bekerja.
"Iya kamu cerewet sekali ya ternyata"Ucap ajeng tertawa kecil "Yasudah sana berangkat,percaya padaku bahwa aku bisa jaga diri"Sambung ajeng sambil mengacungkan kelingkingnya.
"Promise me" Ucap rafi mengacungkan kelingkingnya juga.
"yes i promise you" Ucap ajeng mencium pipi suaminya dan menyuruhnya agar cepat berangkat kerja karena ajeng sangat ingin menonton Drakor favoritenya.
"Bye sayang"ucap ajeng melambaikan tangannya.
Setelah rafi sudah pergi kemudian ajeng menutup pintu gerbang rumahnya lalu masuk sambil berlari lari kecil dan mengunci seluruh pintu.
"I came Drakor" Ucap ajeng bersemangat berjalan menuju kamarnya.
***
Satu lagi ya,Byee~
Selamat menjalani puasa,Gak kerasa ya mau lebaran^_^
Btw kalian pengen Sad ending or Happy ending?Nanya aja~
jangan lupa tinggalkan jejak ya,Vote gaisee