
"Kamu bisa lolos untuk sekarang,tapi tidak untuk nanti malam,Aku akan buat kamu gak berdaya,hahaha"Gumam rafi dengan diiringi tawa kecil,lalu mengambil handphone miliknya dan menelpon Mang jono agar mengantarkan mobil miliknya ke rumah sakit.
***
Malam pun tiba saat nya Rafi pulang kerumah,dia ditemani Istrinya yang cantik.Setelah diberikan izin oleh dokter untuk pulang,Rafi dan ajeng pergi dari rumah sakit menuju rumah tetapi ditengah perjalanan Ajeng meminta berhenti disebuah Supermarket Untuk membeli sesuatu.
"Rafi nanti berhenti di supermarket ya?"Kata ajeng sambil menatap jalanan yang padat.
"Mau ngapain?"Tanya rafi tanpa menatap ajeng dan fokus menyetir.
"Beli sesuatu hehe"Kata ajeng Menyengir menunjukan gigi putihnya yang tersusun rapi.
"Beli apa?"Tanya rafi penasaran,Ia menebak ajeng akan membeli banyak makanan untuk dibawa pulang,Tapi sepertinya duguaannya salah besar mendengar Jawaban ajeng.
"Mau beli pembalut"Kata ajeng dengan wajah malu malu.
KLETAR!!
Seketika ucapan ajeng membuat rafi melambatkan laju mobilnya dan membuang nafas kecewa.Bagaimana tidak kecewa?Rencana yang ia susun Dengan sangat rapi,Runtuh seketika.
Shit!
Niatnya ingin menghabiskan malam yang panas bersama istrinya tersebut malah harus tertunda,Rafi memberhentikan mobilnya dan memarkirkan ditempat parkir Supermarket itu.
"Sana turun"kata rafi dengan suara dingin dan pandangan kedepan.
Hening
Hening
Hening
"Ajeng?"Tanya rafi menoleh ke arah ajeng,ia melihat ajeng yang sedang menatap imut kearahnya dengan mata berbinar cerah.
"Sepertinya sesuatu yang buruk akan datang."Batin Rafi
"Kok gak turun?"Tanya rafi dengan menurunkan Intonasi suaranya menjadi level paling rendah.
"Sayang"
"Hm"
"Kamu yang Beliin dong,aku sudah terlanjur Bocor"Kata ajeng memelas.
"Damn,Seperti dugaan gua"Umpat rafi kesal di dalam hati.
"Sayang?"Tanya ajeng menatap rafi dengan wajah menggemaskan.
"Yang benar saja,aku kamu suruh beli barang barang aneh seperti itu"Rafi berucap dengan wajah kesal ia menyatukan kedua alisnya dan menajamkan matanya.
"Terus kamu mau istri kamu ini dipermaluin sama orang orang karena celananya memerah!"Ajeng kesal karena suaminya ini begitu sulit disuruh,padahal apa sulitnya?Kan cuma membeli pembalut saja.
"Yasudah kamu tunggu di dalam mobil,jangan keluar keluar"Kata rafi Berbalik dan keluar dari mobil.
Rafi berjalan dengan cepat,lalu masuk ke dalam supermarket dan berkeliling mencari 'Pembalut',Dia berkeliling sambil terus mengumpat dan mengumpat.
Gila!
Shit!
Malu gua!
"Dimana sih tempatnya,Sudah keliling dua kali ditempat ino Tetap saja gak ketemu!"Rafi mengacak ngacak rambutnya hingga berantakan,tanpa ia sadari banyak wanita Yang melihat tingkah nya,Mau bagaimanapun penampilan rafi seberantakan apapun rambutnya tetap saja dimata wanita dia selalu tampan dan Sexy dengan balutan kaos hitam lumayan ketat hingga menampilkan otot otot nya.
Melihat rafi yang kebingungan salah satu pembeli pria menghampirinya dan bertanya.
"Maaf,anda sedang mencari apa?kenapa hanya berkeliling saja apa kau mau tebar pesona?"Tanya pria itu melihat penampilan rafi yang tampan.
"Tidak,saya hanya mencari 'pembalut' "Kata rafi Cuek lalu melihat ke kiri dan kanan rak rak di supermarket itu.
"Hahahaha"Pria itu tertawa mendengar omongan rafi,Bagaimana bisa pria tampan didepannya sekarang ini berkeliling di setiap rak hanya untuk mencari 'Pembalut'.
"Kenapa?"tanya rafi menatap tajam ke pria asing tersebut.
"Apa Kau tidak lihat?Pembalut itu jelas jelas ada di depanmu"Ucap pria itu menunjuk sebuah rak di depan rafi.
Dengan cepat rafi mengambil lima bungkusan pembalut itu sekaligus.
Lalu mengucapkan terima kasih pada pria asing itu.
"Terima kasih tuan"Rafi berjalan menuju meja kasir yang di jaga perempuan gendut bermakeup tebal.
"Hai Mas ganteng"Kata Wanita gendut itu mengedipkan sebelah matanya.
"Ini cewek kenapa sih?"Rafi bergumam kecil.
Rafi menyerahkan Lima pembalut yang dibelinya kepada wanita itu untuk dibayar,Tapi dengan sengaja wanita itu menyentuh tangan rafi saat rafi meletakan barang belanjannya di meja kasir.
"Aduh kepegang"kata wanita itu memonyongkan bibirnya manja.Rafi memutar bola matanya malas dan berbicara.
"Mbak sebentar saya mau ambil lagi"kata rafi tanpa menghiraukan panggilan dari wanita itu,ia berjalan menuju rak snack.
"Biasanya kalau perempuan lagi datang bulan,Kesukaan pasti ngemil"Rafi mengambil banyak snack,Mulai dari kripik kentang,Singkong,Jajanan Super besar dan beberapa Coklat batangan.
Rafi membawa keranjang belanjannya menuju kasir,tapi saat melewati rak susu ia melihat susu untuk mempercepat kehamilan.
Ia mendatangi rak tersebut dan mengambil beberapa kotak susu itu.Sebelumnya ia sudah membaca manfaat dari susu itu.
"Segini cukup kali ya,Tambah Roti tawar sama susu kental manis buat sarapan"Rafi menghampiri rak Roti lalu mengambil tiga bungkus roti tawar dan beberapa susu kental manis.Setelah itu ia berjalan ke kasir dan membayar semua belanjaannya.Tetapi selama proses pembayaran rafi digoda oleh tukang kasir gendut itu,Ia ditanyai banyak hal namun ia hanya menjawab 'Saya beli untuk istri saya' Sontak perkataan rafi membuat Sang kasir diam tak bertanya lagi hingga selesai.
Selesai berbelanja rafi menghampiri mobil,ia melihat ajeng yang sedang bermain ponsel rafi.
Ia menaruh barang belanjaannya di kursi belakang,kemudian ia melajukan mobilnya meninggalkan supermarket itu.Selama perjalanan rafi terus ditanyai oleh ajeng.
"Kok kamu lama?"Tanya ajeng yang masih sibuk bermain ponsel rafi.
"Rame"Kata rafi singkat.
"Itu banyak banget belanjaannya,beli apa aja?"Tanya ajeng mengalihkan pandangannya ke belakang melihat semua plastik yang dibawa suaminya tersebut.
"Lihat saja sendiri"Kata rafi yang masih fokus mengendarai mobilnya,Untung saja jalanan kota sedang tidak terlalu macet.
"Sayang makasih ya"kata ajeng manis sambil mencubit pipi rafi gemas.
"Hm"
"Makin sayang deh aku sama kamu uhh"Ajeng Gemas dengan wajah Dingin suaminya Itu,ia mencubit pipi rafi menggunakan kuku kuku nya yang belum ia potong.
"Aw"Rafi mengusap pipinya yang memerah karena cubitan ajeng menggunakan satu tangan.
"Kenapa?"Ajeng pura pura tidak tahu
"Sakit kamu cubit"Rafi masih terus mengusap pipinya.
"Ulu ulu maaf ya,habisnya pipi kamu lucu deh"Ucap ajeng bergantian mengusap pipi rafi.
***
Sesampainya dirumah Ajeng segera berlari masuk kedalam untuk berganti pakaian tanpa membantu rafi yang mengangkat barang belanjaan dan tas nya.
Rafi memindahkan dan menyusun makanan yang ia beli,ada yang ia taruh di kulkas,Di atas meja makan,lemari penyimpanan.
Dan pembalut ajeng ia taruh di kamarnya ia geletakan begitu saja di atas kasur,karena ia tak tahu harus menaruhnya dimana.
Rafi yang merasa gerah memilih mandi di kamar mandi lain di dekat dapur,ia mengambil handuknya dan pakaian tidurnya.
Ajeng yang selesai membersihkan dirinya turun kebawah menuju dapur,ia melihat banyak sekali makanan Snack di Lemari penyimpanan.ia juga melihat banyak coklat di kulkas dan ada susu untuk mempercepat kehamilan.
Ajeng senyum senyum sendiri melihat kotak susu bubuk itu,lalu ia mengelus elus perutnya dan bergumam pelan.
"Semoga cepat cepat diberikan keturunan"Ajeng bergumam pelan sambil tersenyum manis menatap perut datarnya itu.Lalu ia memasak untuk makan malam.
Rafi yang baru keluar dari kamar mandi melihat ajeng yang terdiam ketika melihat Susu bubuk,Ia juga melihat ajeng yang mengelus perutnya sambil bergumam dan tersenyum manis,ia tahu apa yang dimaksud ajeng,ia juga berharap agar cepat diberikan keturunan.
Visual Ajeng