My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
BABY S



HAPPY READING 👿


"ARGHHHHHH SAKIT,"


Naufal melotot tanpa pikir panjang langsung berlari menuju istrinya yang terlihat kesakitan dengan tangan kiri memegang perutnya.


"Sayang kamu kenapa, perutnya sakit?" Tanyanya dengan panik serta raut wajah yang terlihat sangat khawatir pada istrinya itu.


"Bawa kerumah sakit mau lahiran kayanya,"ujar mama Tania yang langsung dibalas anggukan kepala dari Naufal.


Lelaki itu dengan susah payah membopong tubuh istrinya berjalan cepat menuju mobilnya diikuti yang lainnya.


"Biar gue yang bawa,"ujar Tania yang langsung mendapat lemparan kunci dari Naufal.


Tania memasuki mobil Jeep Wrangler milik Naufal duduk di kursi pengemudi, tak lama Zidan ikut masuk ke dalam mobil duduk disebelah tania.


Mobil Jeep tersebut membelah jalanan dengan kecepatan tinggi Dengan gadis cantik bergaun putih yang mengemudikannya.


Zidan melototkan matanya melihat betapa mengerikannya Tania saat berkendara di keadaan genting seperti ini.


Menyalip kendaraan lain yang didepannya saat tak ada kendaraan lain gadis itu menambahkan kecepatannya agar bisa cepat sampai dirumah sakit.


Memarkirkan mobil itu dengan asal dan langsung berlari keluar.


Naufal berjalan cepat memasuki lorong rumah sakit dengan istrinya yang berada dalam gendongan tengah merintih menahan rasa sakit, mulutnya tak henti henti berteriak agar suster datang dan membawakannya brangkar.


Jujur saja tubuh istrinya sangat berat mengingat ada calon bayinya yang berada dalam perut istrinya itu.


Setelah melihat Stevani dibawa masuk kedalam ruang bersalin Semua orang menunggu didepan ruangan tersebut, Tania sudah menghubungi orang tua Naufal dan orang tua Stevani juga kini empat paruh baya itu nampak panik menunggu kehadiran cucu pertama mereka.


Beberapa jam kemudian..


Suara tangisan bayi memenuhi ruang persalinan,bayi laki laki nampak sedang dibersihkan badannya yang berlumuran darah.


Senyum manis terlihat diwajah cantik nan pucat seorang wanita yang baru saja menjadi seorang ibu. Setelah beberapa jam bertaruh nyawa demi melahirkan anaknya kini ia bisa tersenyum manis dan bernafas lega melihat buah hatinya yang terlahir sehat nan tampan.


Tampan?.


Anak pertama wanita itu berjenis kelamin laki-laki sesuai doa doa yang selalu ia panjatkan.


Bibirnya tak henti hentinya tersenyum saat melihat suaminya yang tengah mengadzani bayinya.


Ceklek.


Suara pintu terbuka saat Naufal baru saja menggendong anaknya, terlihat empat paruh baya dan empat temannya berjalan mendekati mereka.


"Mana cucu mama?, mama mau gendong,"ucap mama Mira menghampiri Naufal yang duduk disofa ruang rawat istrinya dengan bayi yang digendongnya diikuti yang lainnya.


"Masya Allah cantik bener dah ponakan gue,"ujar Tania menatap binar bayi itu.


"Cowok? Coba gue liat itunya masak cowok cantik gini kok dibilang cowok." Setelah mengucapan itu Tania langsung mendapat tepukan di lengannya dari Prita.


"Baru lahir udah mau dilecehin astagfirullah tania," ucap Prita menggelengkan kepalanya.


"Sape yang mau lecehin astaga lo ma suka pitnah,"


"Ganteng banget anak Lo stev bibit bapaknya unggul bener,"giliran Prita yang mendapat tepukan dari Tania.


"Lo berdua inget tempat! Inget juga Lo sama siapa?" Ujar Stevani membuat Prita dan Tania menampilkan cengir lebarnya.


"Maap ye Tante,om mulut saya emang gini dari dulu,"ucapan Tania diangguki semangat oleh Prita.


Banu dan Zidan menghampiri Naufal kedua pemuda itu mengucapkan selamat atas kelahiran anaknya secara bergantian.


"Stev anak Lo kayanya cocok deh kalau dikasih nama Tono."usul Tania membuat semua orang menoleh kearah nya kecuali Naufal karena lelaki itu nampak asik memandangi wajah putra kecilnya itu.


"Ya kali nama anak gue Tono orang cakep gitu namanya Tono,"Stevani memutar bola matanya malas.


"Bener kata Stevani cakepan juga Slamet Rahardjo," Naufal melotot mendengar itu awalnya ia tak peduli tapi ucapan Prita yang cukup keras menggangu pendengarannya.


"Usulannya nggak ada yang bener?"tanya Naufal berjalan kearah istrinya, tidak dengan anaknya karena anaknya sudah digendong bunda Hanna.


Zidan hanya diam masih sibuk memandang wajah Tania dari samping yang masih terpoles make up, sedangkan Banu menyandarkan tubuhnya ditembok dengan tangan sibuk bermain hp.


"Cocok kayanya kalau Slamet kaya tetangga gue yang jual nasi uduk ntar biar gedenya jadi tentara,"ucapan Prita membuat kerutan dahi semua orang.


"Kok jadi tentara?"


"Ya kalau tukang nasi uduk saingan dong sama Slamet tetangga gue,"


Semuanya menggeleng pelan mendengar ucapan gadis itu.


"Mau dikasih nama siapa sayang?"tanya mama Hanna pada sepasang suami istri itu.


"Terserah papanya aja,"Stevani tersenyum manis menatap suaminya.


"Kalau Kelvin Putra Anggara gimana?" Ucap Naufal Setelah berfikir, lelaki itu menatap semua orang yang berada dalam ruangan itu menatapnya meminta pendapat.


"Nah bagus tuh,"ucap Prita mengganggukan pelan kepalanya.


"Iya kita panggil kelvin nantinya," ucap tania dengan senyum lebarnya.


Naufal tersenyum manis, lelaki itu menundukkan kepalanya menatap istrinya yang terbaring dibrankar dengan senyum manis yang diperlihatkan.


Cup


"Makasih sayang." Bisiknya setelah mengecup singkat kening istrinya itu.