My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
Disekolah



Akhirnya Ivy sampe disekolah, dan Ivy langsung turun dari mobil dan melihat jika semua siswa udh selesai melaksanakan apel pagi dilapangan.


"aduh ****** deh gue, udah siap apel lagi" omel Ivy pada diri sendiri. tiba tiba dari belakang pak Toto penjaga gerbang sekolah menepuk pundak Ivy hingga Ivy terkejut


"neng.." panggil pak Toto, sambil menepuk pundak Ivy pelan


"eh nenek kau copot, astaga pak...bikin orang kaget aja tau gak pak!?" bentak Ivy ke pak Toto yang terkejut dan pak Toto yang melihat itu hanya tertawa kecil karena melihat Ivy rupanya sedikit lata


"eh maaf deh neng, bapak gak sengaja, abisnya neng Ivy bengong sih, awas kesambet lo neng" canda pak Toto keIvy


"ihhh amit amit deh pak, jangan sampe" jawab Ivy sambil menokok kepalanya pelan lalu keudara


"eneng terlambat lagi ya. aduh...neng Ivy ini selalu saja terlambat, sama tu kayak sahabat sahabat neng" ucap pak Toto


"heheh.. maaflah pak, kali ini saya boleh masuk kan ya pak, please?" mohon Ivy sambil menyatukan kedua telapak tangannya didepan dada


"aduh neng, bapak gak bisa terus terusan bantuin eneng, neng Ivy mending tunggu disini dulu sampe guru piket datang " tolak pak Toto keIvy.


"ya udah deh pak, saya pasrah aja" ucap Ivy yang sudah malas ngomong dengan pak Toto.


akhirnya Ivy memutuskan untuk menunggu guru piket datang. dan tak lama kemudian pak Zakaria datang. pak Zakaria terkenal dengan kebaikannya dalam mengajar maupun dalam luar mengajar.


"ini kamu terlambat lagi vy?" tanya pak Zakaria dan dibalas anggukan oleh Ivy


"oh ya udh sekarang kamu bersihin toilet hingga jam istirahat selesai, setelah itu baru kamu boleh masuk mengerti?" suruh pak Zakaria


ini masih mending pak Zakaria coba kalau guru lain udh pasti disuruh bersihin halaman, nyuci toilet, dan sebagainyalh.


"cuma itu aja pak? gak ada yang lain apa, misalnya bersihin toilet sampai pulang gitu? tawar Ivy sama pak Zakaria


ivy sengaja meminta pak Zakaria agar tugasnya bertambah, karena Ivy sangat malas masuk kekelas dan mengikuti pelajaran apalagi sekarang yang masuk itu bu Nia yang terkenal sangat judes, centil, dan kejam terhadap muridnya. walaupun begitu Ivy tetap memilki IQ yang pintar disekolahnya walau Ivy sangat malas untuk belajar, tapi bukan berarti Ivy tidak pernah belajar Ivy akan belajar saat dirumah.


"kamu jangan coba coba untuk tidak belajar ya, ingat setelah selesai istirahat kamu langsung masuk kelas ngerti!" perintah pak Zakaria kepada Ivy


"ia ia pak tenang aja, yaudah pak saya pergi dulu" pamit Ivy dan dibalas dengan anggukan oleh pak Zakaria


gak lama kemudian Echa, Vany, dan Tara datang dan melihat Ivy yang ingin menuju toilet


"eh guys, itu bukannya si Ivy y?" tanya tara kepada echa dan vany


"ia itu Ivy, ngapain tu anak ketoilet, bukannya masuk kelas e malah main main dianya diluar" ucap Vany


"vy.." panggil Tara dan Ivy langsung memutar badannya karena merasa mendengar suara yang familiar yang memanggil namanya


"ngapain lo panggil gue?" tanya Ivy


"ye..seharusnya itu kita yang nanyak, ngapain lo disini dan gak masuk kekelas lagi" tanya Vany balik ke Ivy


"biasalah van, masa lo gak tau sih" ucap Ivy


"gue tebak lo pasti telat lagi ya kan" tebak Echa dan sayangnya tebakannnya itu benar dan hanya dibalas anggukan oleh Ivy


"jadi sekarang lo dihukum ngerbersihin toilet ya kan?" tebak Echa lagi dan tebakannya itu benar lagi


"ia, sekarang gue cabut dulu y, malas gue lama lama sama kalian" kata Ivy sambil berjalan meninggalkan orang itu 3


sedangkan orang tu 3 masih bengong melihat Ivy yang sudah mulai menjauh


"eh mending kita ikuti aja tu anak gimana setuju gak lo ber2?" tanya Vany dan dibalas anggukan oleh mereka berdua.


akhirnya mereka ber3 pun mengikuti ivy, dan mereka berhenti didepan kantin


"loh kok kantin sih, bukannya siIvy disuruh buat ngebersihin toilet y?"tanya vany yang keheranan melihat Ivy pergi kekantin,


Tara langsung menoyor kepala Vany karena merasa Vany itu telmi


"iss sakit tau gak, lo apaan sih enak banget noyor noyor kepala orang" rintih Vany sambil memegang kepalnya yang terkena toyoran dari Tara


"ya enggaklh mana mungkin siIvy mau ngebersihin toilet"ceplos vany dan mendapat toyoran kedua kalinya dari Tara


"ya udah kalau lo tau ngapain juga lo pake tanya" geram Tara


"ya sapa tau aja kan, datang mukjizat untuk Ivy"canda vany


"eh mumpung kita lagi dikantin mending kita manfaatin buat makan" tanya Vany yang merasa perutnya sudah lapar


"ye lo taunya cuma makan mulu, nampak makanan aja langsung diserbu, tapi gue heran lo banyak makan tapi kok gak gendut gendut ya?" tanya Echa keVany


"mana gue tau kali, tanya no sama sicacing dalam perut gue"jawab Vany


akhirnya mereka ber3 pun duduk disamping Ivy yang sedang melahap makanannya dengan santai hingga tiba tiba Vany datang dan mengejutkan Ivy


"Dorrr!!  lo sekarang udah kecyduk vy"kejut Vany yang membuat Ivy langsung tersedak makanannya sendiri.


"uhuk uhuk uhuk " Ivy yang merasa tersedak langsung mengisyaratkan tolong ambilin gue minum itu isyaratnya dan Echa yang mengerti langsung mengambil minum dan mengasihnya kepada Ivy


"lo parah Van, masa sahabat sendiri lo ingin bunuh lo parah van gue gak nyangka sama lo" ucap Echa yang sedang menakut nakuti Vany, dan Vany menganggap perkataan Echa serius


"eh gue gak ada maksud buat ngebunuh lo kok vy, sumpah demi apa pun gue gak ada niat sama sekali, gue cuma bercanda, gue minta maaf ya Vy, lo jangan mati, kalau lo mati nanti siapa yang mentraktirin gue lagi kalau jajan dikantin?"ucap Vany dengan rasa ketakutan dan sedih


"eh lo bisa bisanya sempat mikirin traktiran, disaat teman lo mau mati" tambah Echa dan Vany pun makin merasa bersalah


"bukan gitu maksud gue, gue hanya....." belum sempat Vany menyeselsaikan kalimatnya sudah terpotong


"eh kalian itu bisa gak sih gak bikin drama disini? dan lo van, lo percaya kalau gue bakal mati? dan lo cha bisa gak sih lo gak usah nakut nakutin vany, gue pusing tau gak, kalian berdua itu selalu aja berantem" ucap ivy yang sudah pusing mendengar mereka berdua bicara


"maaf" ucap mereka berdua kompak


"ya udah sekarang lo pada masuk gih kekelas gue mau cabut pulang gue capek pusing" ucap ivy yang menyuruh mereka ber3 balek kekelas


"kita gak mau balek kekelas, kalau lo cabut pulang berarti kita juga cabut pulang lah" ucap Tara yang tidak mau disuruh balek kekelas. dan mereka berdua hanya menganggukan kepala tanda mereka setuju dengan omongan Tara


"ya udahlh serah kalian aja"ucap Ivy yang pasrah menghadapi mereka ber3 yang keras kepala. Akhirnya mereka semua memustuskan untuk pulang dan cabut dari kantin.


saat didepan pintu kantin mereka ketemu dengan pak Zakaria


"he kalian, mau kemana" tanya pak Zakaria


"emm..emm..ki..kita mau ke...." ucap echa yang terbata bata bingung mau ngomong kemana


"kemana? ayo.jawab, kok malah diam sih, atau jangan jangan kalian ber4 mau coba coba kabur ya" ucap pak Zakaria


"ye bapak udah tau pake nanya lagi gimana sih bapak ini" ceplos vany kepada pak Zakaria dan mendapatkan tatapan tajam dari teman temannya


"oh kalian mau cabut ya? Ivy gimana tugas kamu udah selesai belum ngebersihin toiletnya?" tanya pak Zakaria kepada Ivy


"belum pak"jawab Ivy dengan santuy


"belum kamu bilang? yaudah gini aja bapak kasih kalian keringanan, kalian akan diskors selama 2 minggu paham?" ucap pak Zakaria yang sudah tidak tahan melihat mereka ber4


"skors pak?"tanya Tara dan dibalas anggukan oleh pak Zakaria


"jangan dong pak, masa bapak tega sih sama kita" rayu Echa agar pak Zakaria berubah pikiran, tapi itu malah membuat bapak itu tetap mempertahankan keputusannya.


"pak, kalau bapak mau skors, ya skors saya aja pak gak usah bawa bawa mereka, mereka gak salah kan yang buat masalah saya duluan dan saya juga yang ajak mereka untuk cabut, jadi kalau bapak mau skors ya cukup saya saja pak" ucap ivy yang tidak mau sahabat sahabatnya terkena masalah hanya karena dia.


#hai guys jangan lupa like and tekan lovenya jika kalian suka


oh y komen kalian juga sangat aku perlukan untuk menambah semangat aku terus. semoga kalian suka ya


sorry kalau banyak typo bertebaran saya mohon maaf🙏🙏


#😊😊