
Setelah berganti pakaian,mereka Berangkat ke rumah sakit untuk memeriksa kandungan ajeng menggunakan mobil milik rafi.
"Kita mau ke rumah sakit apa?"Tanya ajeng ditengah perjalanan.
"Citra medika"Jawab rafi singkat
"Kenapa harus dirumah sakit itu lagi?"Tanya ajeng yang entah kenapa kesal mendengar nama rumah sakit tersebut.
"Memangnya kenapa?Lagi pula aku sudah buat jadwal dengan dokter kandungan disana jadi kita bisa lebih cepat"Rafi sedikit bingung dengan istrinya.
"Kenapa harus dirumah sakit itu,kenapa tidak yang lain saja?"Tanya ajeng menatap rafi yang sedang fokus menyetir.
"Lebih dekat dengan rumah"Jawab rafi
"Iya,tapi kenapa harus disitu kan rumah sakit dekat dengan rumah kita banyak"Ucap ajeng dengan nada kesal dan mengetuk ngetuk kaca mobil.
CITTT!! Rafi menghentikan mobilnya dipinggir jalan "ASTAGA!APAKAH KAMU BISA DIAM SEBENTAR?BERHENTILAH BERTANYA TENTANG HAL HAL YANG TIDAK PENTING,APA KAMU TIDAK LIHAT BAHWA AKU SEDANG MENYETIR?"Ucap Rafi Berteriak kesal "Dengar kan ini!Aku memilih Rumah sakit itu karena aku sudah membuat jadwal bertemu dengan dokter kandungan di rumah sakit itu dan lagi pula aku disana akan bertemu dengan beberapa client ku untuk membahas rencana pembangunan gedung,Jadi bisakah kamu diam sebentar?" Ucap rafi kesal dan sedikit menaikan intonasi suaranya.
"Baiklah aku akan diam"Ucap ajeng menahan tangisannya sambil mencengram baju yang ia gunakan.
Rafi kembali melanjutkan perjalanannya,Didalam perjalanan suasana menjadi sunyi hanya terdengar suara kendaraan lain yang membunyikan klakson motor ataupun mobilnya agar jalanan menjadi lenggang.
Beberapa menit kemudian akhirnya sampailah Mereka di Rumah sakit citra medika,Rafi memakirkan mobilnya diparkiran rumah sakit tersebut Saat Rafi ingin turun,ia melihat Ajeng yang sedikit kesusahan saat membuka seat belt nya membuat rafi mau tak mau membantu istrinya itu melepaskan seat belt.
"Iya tentu saja ini sangat sulit"Jawab rafi ketus dengan raut wajah serius yang kalau diartikan seperti bilang 'Kau jangan mengganguku atau kau akan ku marahi seperti tadi' Seperti itu lah yang ajeng artikan dari raut wajah suaminya.
Dan entah dorongan dari mana Ajeng dengan berani mencium pipi rafi hingga membuat Rafi terdiam "Kamu jangan marah lagi"Ucap ajeng menatap mata rafi "Apa kamu tau?Saat kamu memarahiku seperti tadi i-itu rasanya sakit,sedih dan kecewa dalam satu waktu"Lanjut ajeng dengan wajah memerah."Aku itu takut kalau lihat kamu marah dan berteriak seperti itu"Sambung ajeng Menatap Rafi dengan mata berair."Kamu tidak pernah memarahi aku seperti itu selama kita menikah maka dari itu aku tidak terbiasa"Ucap ajeng lirih lalu menangis tanpa aba aba.
Rafi menatap ajeng yang menangis karena dirinya "Maaf aku hanya kesal karena kamu begitu cerewet"Ucap rafi merangkup pipi ajeng."Aku hanya terbawa emosi,Maaf"Sambung Rafi menghapus air mata menggunakan jari jempolnya."Maaf karena aku sering Marah marah atau menyakitimu hanya saja...Perusahaanku sedang berada dalam masalah jadi aku sering mengabaikan mu" Ucap rafi menciumi seluruh wajah istrinya mulai dari kening,kedua mata,hidung,kedua pipi dan terakhir bibir.
"Hahaha"Ajeng tertawa geli karena rafi yang menciumi seluruh wajahnya ditambah rafi yang menggelitikinya.
"Jangan nangis lagi dong,kalau nangis tambah cantik loh"Ucap rafi mencubit pipi ajeng.
"Kalau aku tambah cantik waktu nangis maka aku nangis saja sepanjang waktu"Ucap ajeng tersenyum manis.
"Bukan begitu,Yasudah lah Sebentar lagi jadwal kita Checkup" Ucap rafi melihat jam tangannya "Yuk Masuk"Ucap rafi sambil mengelap sisa sisa air mata di wajah istrinya kemudian masuk bergandengan tangan dengan ajeng.
***
ILUSTRASI RAFI
Tunggu eps selanjutnya ya~