My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
Rafi sakit-Rumah sakit



Rafi meletakan kepalanya dipundak ajeng dan sedikit demi sedikit kesadarannya mulai hilang,hingga akhirnya ia pingsan.


Ajeng merasa ada yang aneh dengan suaminya tersebut,terbukti dengan pelukan rafi yang mengendur dan pundaknya sangat berat.Ajeng menoleh kebelakang dan mendapati suaminya menutup matanya seperti orang yang tertidur pulas.


Ajeng menggoyangkan tubuh rafi perlahan tetapi tidak ada respon apapun,ia memindahkan posisi duduknya menjadi disamping rafi.


Ajeng:Rafi sayang?Pulang yuk Hujan nya udah sedikit reda. (Ucap ajeng menggoncangkan bahu rafi sedikit keras)


Ajeng:Rafi Jangan bercanda ih,Bangun hey (menggoyangkan bahu rafi semakin keras)


Ajeng:Rafi bangun raf bangun ayok pulang raf bangun raf (ucap ajeng dengan tangisan yang tak bisa dibendung lagi)


Orang orang di sekeliling Ajeng dan rafi merasa keheranan dengan anak muda tersebut,Orang orang melihat ajeng yang berusaha membangunkan laki laki di sebelahnya dengan tangisan,sementara Rafi tidak merespon apapun yang dikatakan ajeng,akhirnya salah satu dari orang orang tersebut bertanya pada ajeng.


...:Maaf mbak si Mas nya kenapa?kok tidur?


Ajeng:Pak tolong telepon Ambulan, Suami Saya sakit pak,Saya tidak membawa handphone,Tolong pak (ucap ajeng memohon kepada Pria tua didepannya itu)


...:Tunggu sebentar mbak saya telpon dulu


Ajeng:Te-terima kasih pak (ucap ajeng kembali memeluk suaminya tersebut)


Orang orang yang melihat pemandangan tersebut merasa iba sekaligus kasihan melihat Rafi yang terlihat pucat dan kedinginan,Tak lama ambulan datang dan membawa Rafi serta ajeng ke rumah sakit,Sebelum pergi ajeng mengucapkan terima kasih kepada pria yang menelponkan ambulan untuk dirinya dan rafi.


Rafi dibawa ke Rumah sakit Citra medika dan dimasukan di UGD,Saat Rafi dimasukan di ruang UGD ajeng yang khawatir dengan kondisi suaminya Ingin masuk namun tidak diperbolehkan oleh para perawat dan disuruh menunggu diluar.


Tiga puluh menit berlalu,Akhirnya Para perawat keluar dari ruangan tersebut bersama rafi yang terbaring lemah di Hospital Bed,Ajeng mengikuti langkah suster hingga sampai di Ruang perawatan,Ajeng tak mengikuti suster dan dokter yang masuk kedalam ia menunggu diluar hingga suster dan dokter itu keluar,dan ajeng bertanya dengan wajah yang terlihat khawatir dan ketakutan.


Ajeng:Dok,gimana keadaan suami saya?Dia baik baik saja kan Dok?


Dokter:Suami anda terkena Sindrom iritasi usus (irritable bowel syndrome)yang disebabkan karna telat makan.


Ajeng:Hah?Apa itu parah dok?tapi bukannya suami saya hanya kelelahan bekerja?


Dokter:Iya Suami anda memang kelelahan berkerja yang membuat Pak rafi butuh transfusi darah akibat kelelahan


Ajeng tercengang dengan penjelasan dokter didepannya tersebut,ia tak menyangka jika suaminya itu Sakit dan tak pernah memberi tahu kepadanya.


Ajeng:lalu golongan darah suami saya apa dok?


Dokter:AB negatif,Golongan darah yang sangat langka dan rumah sakit tidak memiliki stok darah itu.


Ajeng:apa dokter sudah bertanya sama bank darah?Dok tolong


Dokter:Maaf Ibu,Kami sudah menghubungi Bank darah tapi stok darah AB negatif di bank itu sedang kosong.


Ajeng:Dok tolong (pinta ajeng dengan tangis yang mulai turun)


Dokter:Kami akan berusaha semampu kami untuk menyembuhkan pak rafi,kami akan menghubungi Bank darah lainnya.


Ajeng:terima kasih,apa boleh saya masuk melihat keadaan suami saya?


Dokter:Silahkan bu. (Ucap dokter tersebut kemudian berlalu)


Ajeng kemudian masuk kedalam ruang perawatan rafi,Dan melihat suaminya terbaring lemah dengan mata tertutup yang ditubuhnya dipasangi infus,Miris ajeng melihatnya keadaan rafi jauh lebih buruk dibandingkan keadaannya waktu pingsan disekolah waktu itu,Air mata ajeng tumpah dengan sendirinya membasahi wajah cantiknya,ajeng meremas jemarinya yang ada di depan perutnya menggigit bibir bawahnya,kemudian duduk di sebelah hospital bed Rafi sambil berucap


Ajeng:Everything just gonna be fine..Everything just gonna be fine,Hiks hiks Rafi..Ke-kenapa kamu bis-bisa seperti ini,Kenapa kamu gak bilang kalau kamu sakit,kamu kan janji gak akan rahasia rahasia an hiks hiks (Ucap ajeng menggenggam tangan rafi lalu memeluk rafi dan menumpahkan tangisannya dibahu suaminya tersebut)


Ajeng menangis kencang dan memeluk erat erat rafi tanpa ajeng sadari kalau rafi bangun akibat suara yang dibuat ajeng dan mendengarkan semua perkataan ajeng dalam diam,ajeng tak henti hentinya menangis malahan tangisannya semakin kuat membuat rafi tak tega jika mendiami istrinya menangis seperti itu.


Rafi:Ajeng (Rafi berucap lirih)


Ajeng mengangkat kepalanya dan melihat ke arah rafi,sejenak tangisannya menghilang tapi tak lama kemudian tangis nya pecah kembali,Ajeng memeluk rafi lebih erat.


Ajeng:Kamu benar benar jahat ya raf,kamu gak bilang kalau kamu sakit,Aku gak suka ya kamu kayak gitu,aku benci kamu hiks hiks Aku cuma pengen kamu gak kenapa kenapa,Walau kata dokter sakit kamu gak parah tapi tetap aja kan kalau kamu sakit,dan gak bisa di diemin gitu aja (Ucap ajeng menumpahkan kekesalannya terhadap rafi)


Rafi:Aku gak papa,Udah jangan nangis aku gak suka kamu nangis kayak gitu,bentar lagi juga sembuh kok (ucap rafi lirih dan membalas pelukan ajeng)


Rafi:Kalau cuma transfusi darah yaudah lakuin aja biar istriku yang cantik ini gak nangis terus (ucap rafi memegang dagu ajeng)


Perkataan Rafi membuat ajeng senang,tapi kesenangan itu hanya sementara ketika ajeng melanjutkan ucapannya.


Ajeng:Kamu butuh transfusi darah,Tapi masalahnya Golongan darah kamu termasuk langka dan rumah sakit gak ada stoknya,dan di Bank darah juga lagi kosong (ucap ajeng kembali murung)


Rafi:Yasudah Kita tunggu saja keajaiban tuhan,semoga ada yang ngedonorin darahnya untuk aku,Nah kan Kamu sedih gitu Mukanya jangan ditekuk gitu lah Jelek banget sih (Ucapnya menggoda ajeng)


Ajeng:Biarin jelek jelek gini tetep istri kamu (ucapnya membanggakan dirinya)


Rafi tertawa kecil dan mengusap usap Kepala ajeng membuat Si empunya terdiam kesenangan.


Rafi:Laper


Ajeng:Kenapa Kamu gak bilang dari tadi sih kalau kamu laper nanti kalau kamu tambah sakit gimana?Terus-


Rafi:Aku mau makan makanan bukan makan Ocehan kamu (Ucap rafi memandang Gemas istrinya tersebut)


Ajeng:Huft Yaudah kamu mau Makan apa Biar aku beliin di kantin rumah sakit?


Rafi:Terserah kamu aja


Ajeng:Bubur mau?


Rafi:Hm


Ajeng:Yaudah kamu tunggu disini,aku pergi dulu bye (Ucap ajeng mencium pipi kanan rafi dan beranjak pergi keluar ruangan menuju kantin rumah sakit)


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hallo,Selamat Malam~Siapa yang kangen Lanjutan cerita ini?😁


Maaf ya kalau kemarin gak up Miss Sedang sibuk banget^


Jangan lupa like dan komen ya~


Terima kasih sudah membaca


Salam sayang


Miss J