
Hola!I'm Comeback hihi
Gimana puasanya masih full atau udah bolong bolong nih?Gimana juga kabarnya apakah kalian masih menunggu lanjutan dari ceritaku atau sudah pindah kemana mana?Wow jangan dong!
Fyi,Selama bulan ramadan ini aku tidak bisa up setiap hari.
Hah Gak up lagi!?Eits Tapi tunggu dulu Maksudnya itu begini Aku Tidak up setiap hari melainkan Seminggu sekali.
Jadi aku bakalan up 3-4 eps dihari jum'at,sabtu atau minggu.
Ngerti kan?????Okee babay see u next chapter again.
Back to story
***
Setelah berberes Rafi dan ajeng berjalan bersama ke kamar mereka,Lalu mendaratkan tubuh nya ke kasur dan terlelap masuk menembus alam mimpi.
Dipagi yang cerah ini tepatnya pukul 07:55,Pasangan Muda yang baru menikah tiga bulan lalu ini masih terlelap mendekap satu sama lain.
Mereka sengaja tidak memasang alarm karena hari ini hari minggu,Mereka ingin bersantai di hari minggu.
Hah,Sepertinya Tidur mereka akan terusik bukan karena alarm tetapi melainkan bel pintu rumah yang terus dibunyikan tanpa henti.
"SIAPA SIH!!"Salah satu dari mereka terbangun dengan alis bertaut lalu mengusap mukanya kasar "Gila Ini orang Pagi pagi Sudah merecoki Rumah orang"Rafi terbangun dari tidurnya dan berjalan dengan langkah malas berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya,setelah selesai ia berjalan menuruni anak tangga hingga sampai didepan pintu lalu membukanya.
Greap!
Dengan tiba tiba ia dipeluk oleh seorang wanita berparfum kasturi yang lumayan menyengat.
"SIAPA SIH!!JANGAN MACAM MACAM YA!" Rafi melepas dengan paksa Wanita itu dengan wajah merah padam tanpa menatap wanita itu.
"Eh, kowe anak lanang ora ngerti tata krama. Ibune teka adoh saka Bandung, tinimbang ora disambut dening sampeyan utawa ajeng sing padha sanajan ing sworo seru iki!"Ucap mama rafi tidak terima dengan Bentakan dari anaknya sendiri,ia menaruh kedua tangannya di pinggangnya dan menerobos masuk kedalam rumah rafi.
"Nyuwun sewu,Rafi ora ngerti biyen mama teko"Ucap rafi mengikuti mamanya yang duduk di sofa dan mengikuti bahasa yang dipakai mamanya.
"Mana ajeng?"Tanya mama rafi sambil mengambil makanan yang ada di dalam tupperware berwarna merah maroon dan memakan makanan yang ada didalamnya.
"Ajeng masih tidur mah,Kecapean dia"Kata rafi ikutan mengambil makanan yang ada di dalam tupperware.
"Habis kamu apain si ajeng sampai dia kecapean gitu,atau jangan jangan kamu-
Ucapan mama rafi terputus karena rafi dengan cepat melanjutkan ucapannya.
"GAK!Jangan aneh aneh mah,Ajeng kecapean karena jagain aku dirumah sakit waktu itu"Ucap rafi sambil menyalakan TV dan mengganti cenel TV lalu berhenti di salah satu stasiun tv yang sedang membahas 'Kehamilan'.
Rafi menonton tv dengan seksama dan raut wajah serius kemudian menganguk ngangguk mengerti saat mendengarkan penjelasan dari orang yang ada di dalam tv.
Mama rafi hanya memandang rafi dengan senyum tipis,ia sangat mengerti apa yang difikirkan Rafi saat ini.
Saat Rafi dan mamanya sedang serius menonton acara tv,mereka dikagetkan dengan Ajeng yang menepuk kedua bahu mereka.
"Dorr"
"KODOK TERBANG!"Mama rafi yang Latah jika dikagetkan itu terkejut hingga sampai Menumpahkan Setoples Biskuit ke lantai.
Sementara disisi lain Rafi yang sedang asik mengunyah Biskuit dimulutnya Terkejut hingga sampai Salah gigit,ia malahan menggigit bibir bawahnya sendiri hingga sedikit terluka.
"Aw Aduh"Rafi meringis kesakitan sambil memegang bibir bawahnya,Ringisan rafi mengalihkan perhatian Mamanya dan Ajeng yang sedang membersihkan sisa sisa Biskuit dilantai.
"Kamu kenapa raf?"Tanya mama rafi menatap rafi khawatir.
"Sayang kamu kenapa?"Tanya ajeng dengan wajah khawatir.
"Sakit Nih Bibir aku ke gigit,Aduh"Rafi masih meringis kesakitan dan memejamkan matanya sebentar.
"Kok bisa kamu sih gak hati hati"Omel Mama rafi yang masih terdiam ditempat tanpa membantu rafi mengobati bibirnya.
"Ini nih akibatnya kalau keasikan nonton TV"Ajeng geleng geleng kepala karena kelakuan rafi,sama seperti mama rafi ia juga tidak berpindah posisi.Ia tidak mengetahui kalau dirinya lah yang membuat rafi kesakitan.
"Kok kalian malah marahin aku sih?!Bukannya ambilin minum atau apa gitu,Malah ngomel ngomel Gak jelas!"Rafi beranjak dari duduknya berjalan menuju dapur untuk mengambil air putih dan gula.
Sementara Ajeng Dan mama rafi tertawa geli Melihat rafi yang marah marah seperti itu karena sebelumnya rafi tidak pernah Marah marah atau mengomel tentang sesuatu.
"Ajeng kamu tau gak?"Tanya mama rafi yang membuat ajeng penasaran.
"Apa mah?"Kata ajeng sambil menatap seksama Mama rafi dengan pandangan serius.
"Tadi kan Rafi nonton Tv"Ucap mama rafi
"Terus dia menontonnya serius banget"
"Tiba tiba dia Ngangguk ngangguk gitu"
"Terus mama lihatin lagi lah,Ternyata dia lagi liatin Acara tentang program kehamilan"
"Sebagai mamanya rafi,Mama ngerti lah Apa yang difikirkan Rafi"
"Dia kepengen banget Punya anak dari kamu"
"Walau dia Tidak bilang atau cerita ke mama,Tapi Mama ngerti gimana Perasaan dia"
"Memangnya kalian Tidak program kehamilan?"Tanya mama Rafi memegang tangan ajeng yang hangat.
"Mah umur aku kan baru 17 tahun,Memangnya bisa kalau aku menjalani program kehamilan?"Tanya ajeng menatap mama rafi dengan pandangan sendu.
"Mungkin Saja bisa,Tetapi Usia kamu memang masih muda sekali,dan kalau kamu hamil diusia muda ini banyak sekali resikonya jeng."Ucap mama rafi dengan suara lembut dan mengelus rambut menantunya tersebut.
"Mama ngerti seberapa ingin Kamu dan rafi mempunyai keturunan tetapi kamu juga harus mengimbangi kesehatan kamu dan calon anak kamu nanti"
"Mama dulu juga hamil diusia 19 tahun waktu itu hamil kakak nya rafi,apa kamu tahu apa saja kendala hamil muda?"Tanya mama rafi
Ajeng hanya menggeleng tidak tahu,pandangannya tertunduk lesu mendengar penjelasan mama rafi.
"Satu,Risiko kematian ibu dan bayi."
"Dua,Risiko kelainan pada bayi"
"Tiga,Tekanan darah tinggi dan bayi lahir prematur"
"Empat,Bayi lahir dengan berat badan di bawah normal"
"Lima,Penyakit menular seksual"
"Enam,Depresi pasca-melahirkan"
"Banyak Sekali Resikonya jeng,Tetapi kalau kamu dan rafi masih pengen punya anak,Kalian Bisa lakukan hal ini"
"Pertama,Berkonsultasi rutin ke dokter kandungan."
"Nah itu yang paling penting,Hamil itu bukan sekedar besarin perut,Hamil juga tidak semudah membuatnya haha"Ucap mama rafi menggoda ajeng sambil menyenggol tangan ajeng,membuat ajeng sedikit tertawa dengan godaan mertuanya itu.
"Terus mah apa lagi?"Tanya ajeng penasaran
"Jauhi obat-obatan terlarang, minuman keras,Konsumsi makanan sehat,Cari dukungan."Ucap mama rafi menjelaskan.
"Oh"
"Jadi gimana?Kamu masih mau bikin anak?"Tanya mama rafi menaikan sebelah alisnya.
"Aku terserah rafi nya aja mah"Kata ajeng sambil menggigit biskuit yang ada di dalam tupperware.
"Nah bagus itu semuanya terserah suami,Kan enak"Bagaikan Hantu yang sering muncul tiba tiba,Rafi muncul dengan memegang segelas jus jambu yang ia buat kemudian memberikannya kepada ajeng.
"Heh Rafi,Bukan terserah suami tapi terserah sama istri dong Kan dia yang mengadung,dia juga yang punya tubuh"Kata mama rafi sewot melihat anaknya ini berlagak didepannya.
"Kamu mah enak Cuma buat Gak ngerasain gimana susahnya hamil"Kata mama rafi sambil memelototkan bola matanya ke rafi.
"Iya dong,Tapi kan suami juga yang cari nafkah,biaya,kebutuhan Istri dan anak anaknya,Dan cari uang di Zaman sekarang ini susah loh mah"Kata Rafi meletakan kepalanya di bahu ajeng dan menciumi rambut istrinya tersebut.
"Lah terserah kamu lah,Mama mau pulang dulu"Kata Mama rafi membereskan barang barangnya.
"Oh iya ini buat kalian terutama ajeng ya,Ajeng jangan lupa diminum"Ucap mama rafi memberikan pil yang dimasukan kesebuah wadah kecil dan memberikannya ke ajeng.
"Apaan itu mah?"Tanya rafi ingin merebut pil tersebut dari ajeng.
"Heh!Gak boleh kamu ambil raf nanti kamu yang hamil"Kata mama rafi serius kemudian beranjak dari duduknya.
"Mama pulang dulu ya Jeng raf"Ucap mama Rafi berjalan keluar dari rumah anaknya tersebut.
Rafi dan ajeng ikutan beranjak dari duduknya kemudian berjalan keluar mengantar mama sekaligus mertua nya.
"Hati hati ya mah"Kata rafi dan ajeng bersamaan diiringi senyuman manis yang muncul dari wajah pasangan muda tersebut.
"Iya,Ajeng jangan lupa diminum ya biar cepet cepet Ngisi"Kata mama rafi kemudian masuk kedalam mobilnya dan membunyikan klakson mobilnya lalu melambaikan tangannya ke arah rafi dan ajeng.
***
(Sumber informasi hamil muda https://www.alodokter.com/)
Selamat menjalani puasa semua,Bagi yang menjalani❤