My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
MAU CIUM



HAPPY READING 😠


Stevani membuka pintu kamar hal pertama yang ia lihat adalah Naufal yang bergulung dibawah selimut,gadis itu menghela nafas pelan berjalan masuk tak lupa menutup pintu.


"Sayang,"panggil gadis itu menepuk pelan suaminya.


"..."


"By." Panggilnya lagi saat tak mendapat respon dari suaminya.


"..."


Lagi lagi Stevani menghela nafas pelan gadis itu membuka selimut yang membungkus tubuh Naufal ikut berbaring lalu memeluk tubuh lelaki itu dari belakang,ia sempat merasakan bahwa tubuh Naufal tersentak kaget tapi ia tak peduli.


"Maaf..jangan marah oke,"lirih stevani tepat di ceruk leher Naufal.


"Maaf, sekarang kamu maunya apa?"tanyanya dengan suara lembut.


Masih tak ada jawaban dari lelaki itu, dengan kesal gadis itu membuka seluruh selimut yang menutupi naufal gadis itu berjalan turun dari keranjang dan kembali naik kekasur tepat didepan lelaki itu.


Naufal Hanya diam memandang datar ke arah istrinya.


Stevani memeluk tubuh lelaki itu membenamkan wajahnya di dada bidang Naufal tangannya tak tinggal diam tangan mungil itu masuk kedalam kaos yang dikenakan lelaki itu mengelus lembut perut abs suaminya.


"Jangan marah ihh..maaf nggak lagi kaya tadi,"ujarnya.


"Byy,"rengeknya saat lelaki itu hanya memandang nya Tanpa mengeluarkan sepatah kata.


"Sayang ih maaf..kamu mau apa aku turuti tapi jangan kaya gini,"


Naufal yang mendengar itu sudut bibirnya berkedut menahan senyumnya tapi ia masih berusaha agar tak tersenyum.


"Byy.. jahat ih aku lagi ngomong diem terus,"kesalnya menatap wajah suaminya dengan kening berkerut serta bibir mengerucut.


Stevani diam ia memikirkan apa yang bisa membuat lelaki itu tak marah lagi padanya.


Senyum tipis ia terbitkan membenarkan posisinya agar wajahnya sejajar dengan wajah Naufal.


"Mau cium?,"tanyanya.


Naufal hanya diam saat mendengar ucapan Stevani dalam hati ia ingin bilang kalau ia mau bahkan sangat mau tapi ia pendam karena ia masih ingin mempertahankan agar dirinya terlihat marah beneran.


"Yakin, nggak mau di cium?,"tanyanya sekali lagi.


"Oke kalau enggak mau ak_,"


"Mau lah,kamu gitu aja nanya harusnya tu kamu langs_


Cup


"Udah jangan marah," ucap Stevani.


Cup


"Aku minta maaf,"


Cup


"Jangan marah lagi oke," ujar Stevani tersenyum manis pada Naufal.


Stevani mencium sekilas bibir suaminya untuk yang pertama dan keduanya gadis itu mencium mata lelaki itu dilanjutkan dengan mencium mata satunya.


Naufal tersenyum manis dengan gemas ia menciumi seluruh wajah istrinya itu tanpa ampun tak lupa dengan satu tangan menggelitik tubuh istrinya sampai Stevani  tertawa lepas.


Sayang udah...haha.. capek, aku..haha.. ketawa..terus ,"Stevani berujar diselangi tawanya.


Naufal menghentikan tingkahnya menatap lekat istrinya itu memiringkan kepalanya dan menempelkan bibirnya pada bibir stevani hanya kecupan beberapa detik sampai akhirnya menjadi ******* yang lembut perlahan gadis itu membalas ciuman suaminya itu.


Ciuman hanya berlangsung beberapa detik berikutnya keduanya berpelukan erat menyalurkan rasa kenyamanan dan kehangatan.


Tak selang lama ke-duanya terlelap tidur dengan posisi yang masih sama.


***


Stevani mengerjabkan matanya perlahan gadis itu merasa disebelahnya yang kosong, ia mengucek matanya guna memperjelas lagi benar saja suaminya tidak berada disampingnya.


Melirik jam dinding yang ternyata menunjukkan pukul setengah delapan malam.


Berapa lama dirinya tidur? ah ia lupa mungkin 5 jam, gadis itu bangun dari tidurnya saat sudah berdiri matanya terpaku saat melihat totebag berwarna biru dimeja belajar dengan santai ia melangkah ke arah meja belajar dan teryata ada secarik kertas disana.


FOR MY BEVOLED💕


sayang pakai gaun yang udah


Aku siapin ditotebag warna biru dandan yang cantik dan ikuti kelopak bunga yang udah aku sebar depan pintu


          Suami tercinta 💕


Stevani mengerutkan keningnya perlahan tangan gadis itu membuka totebag itu matanya membulat saat melihat gaun indah berwarna hitam yang sangat bagus dimatanya.


Lantas tanpa menunggu lagi gadis itu berjalan kekamar mandi untuk bersiap siap entah kenapa jantungnya berdetak kencang.


Hanya memerlukan 45 menit gadis itu sudah selesai dengan gaun hitam yang diberikan Naufal dan high heels berwarna senada dengan gaunnya memoles wajahnya dengan tipis tak lupa dengan rambut yang ia biarkan tergerai indah dengan jepit rambut berbentuk pita kecil yang ia jepitkan pada rambutnya.


Setelah semuanya ia rasa sudah siap untuk sentuhan terakhir ia menyemprotkan parfum dititik titik tertentu.


Perlahan membuka pintu terlihat kelopak bunga mawar yang sudah disebar untuk menuju tempat yang dimaksud suaminya.


Gadis itu mengikuti kelopak bunga mawar tersebut sampai keluar rumahnya, ia tercengang melihat 3 art rumahnya dan para bodyguard yang disewa suaminya berdiri berjejer rapi saling berhadapan dengan jarang yang lumayan jauh satu sama lain. Bukan itu yang membuatnya terkejut melainkan semua art serta bodyguard itu membawa setangkai bunga mawar ditangan mereka masing masing.


Saat ia mulai melangkah dan berhadapan dengan mereka, satu pekerja yang berdiri paling depan memberikan satu tangkai bunga itu padanya tak lupa dengan senyum manis nya


Sampai didepan bodyguard yang berdiri di terakhir lelaki bertubuh kekar itu memberikan tangkai bunga yang dipegangnya dan berkata agar mengikuti lilin yang menyala Disetiap jalan yang dipenuhi rumput itu.


Stevani mengikuti lilin lilin itu sampai dimana ia berada disamping rumahnya hal yang membuat ia terkejut adalah melihat suaminya memakai tuxedo putih dengan dasi berwarna hitam berdiri didepannya yang hanya berjarak 5 langkah.


Tuxedo putih dengan dasi berwana hitam sepatu kulit berwarna hitam dengan rambut sedikit dibuat berjambul dan kedua tangan membawa buket bunga mawar ditangannya.


Ah.. kenapa sangat tampan lelaki itu


Gadis itu mendekati lelaki itu yang disambut dengan senyum manis nya.


"Hay dear,"


Hanya itu yang lelaki itu ucapkan saat dirinya sudah berdiri didepannya.


"Ini ada apa?"tanyanya menatap bingung suaminya.


Lelaki itu tersenyum ia membawa gadisnya kesuatu tempat yang masih didalam perkarangan rumah nya.


Sampai dimana keduanya berhenti, Stevani melototkan matanya saat melihat hal yang ada didepannya. Menutup mulutnya dan menatap suaminya yang juga tengah menatap dirinya dengan senyum manis.


To be continue...


👿