My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
Ngambek



Happy reading 😒


Lelaki dengan balutan kaos dengan kata KEEP SMILE dibagian depan dan celana jeans pendek, itu menuruni tiap undakan tangga. Matanya menulusuri isi rumahnya mencari seseorang yang beberapa menit yang lalu meninggalkanya.


"Sayang kamu dimana?"panggil laki laki itu berjalan menuju dapur.


Kosong?


Dimana istrinya itu?tempat terakhir yang belum ia datangi adalah ruang keluarga, lelaki itu berjalan menuju ruang keluarga dan benar saja seseorang yang tengah ia cari berada disitu dengan toples keripik dipangkuanya, matanya fokus menatap layar televisi yang menampilkan kartun Spongebob Squarepants.


"Dicariin dari tadi juga."ucap lelaki itu tak lain adalah Naufal.


Tak ada jawaban membuat Naufal menghela nafas pelan.


"Maafin aku, kamu marah sama aku?"tanya Naufal mengelus rambut stevani.


Sejak tadi memang Stevani mendiami suaminya itu alasanya masih sama yaitu kesal pada Naufal karena tidak memberi izin untuk nongkrong bersama Tania.


"Maaf sekarang kamu mau apa? aku turutin deh asal kamu jangan marah ya."


Masih sama tak ada jawaban dari setiap ucapan Naufal.


"Maaf ak..."


"Diem nggak usah berisik!"ketusnya membuat Naufal tak jadi melanjutkan ucapannya.


Hening tak ada percakapan hanya ada suara dari televisi, keduanya sibuk dengan urusan masing masing sampai dering ponsel mengalihkan pandangannya, sebenarnya ponsel Stevani berbunyi sejak tadi tapi gadis itu Enggan membuka hp sampai akhirnya ponselnya berdering lagi,mau tak mau Stevani dengan ogah ogahan mengambil ponselnya dan melihat siapa yang mengganggunya itu.


matanya membulat saat melihat banyaknya pesan yang belum dibuka dan panggilan tak terjawab dari Tania sahabatnya, ia lupa bahwa belum sempat mengabari bahwa dirinya tidak bisa lantaran tidak diizinkan oleh suaminya pergi.


12 panggilan tak terjawab dari Tania.


15 pesan dari Tania belum anda baca.


Langsung saja Stevani membuka room chat dengan Tania.


...Tania💅...


Lo dimana anjir lama


Amat gue udah nunggu Lo


Udah 30menit.


Woy cepet sini.


Jadi kagak somplak😠


Assalamualaikum bini


Orang Lo dimana?


Jadi kagak cuy🥴


Stev gue udah nunggu Lo


Sini kagak Lo!!bayarin


Makan gue, duwit gue 170


Ribu doang udah pesen


Banyak makanan nih


Cuyy mana Lo 😤


Gue tunggu lima menit ngak


Datang gue pecat jadi


Sahabat


Astagfirullah lo dimana


Gue gebukin lo!


Dahlah mati aja Lo hama😒


Huwaa duwit gue tinggal


Tiga rebu kagak bawa mobil


Pulang naek apa gue 😢


Fixs Lo temen halal boleh dibunuh 😒


Aku mayahhh cama kamu huhh😠


Kamu zahatt zahat bingittt😠


^^^Sorry Tan kucing tetangga^^^


^^^gue lahiran gue mau bantuin ngevideoin^^^


Bukannya Stevani kasihan ia malah terkekeh geli, ia bisa membayangkan betapa lucunya melihat wajah Tania sedang kesal atau bahkan marah. Anggap saja balasan dari Tania waktu dicafe itu yang malah memanggil Naufal sehingga terjadilah dirinya di diami suaminya.


Setelah membalas chat sahabat nya Stevani melanjutkan menonton televisi masih sama mengabaikan suaminya itu.


***


Dilain tempat gadis berambut sebahu itu tengah terus menggerutu disepanjang jalan, gadis itu tengah berjalan di trotoar sesekali menendang batu kerikil yang berada di trotoar itu.


"Biadab tu bini orang."


"Anjir lah jalan kaki, kan gue niat ngajak nongkrong minta dibayarin malah kagak dateng."


"Anj...ehhh astagfirullah nggak boleh ngumpat tapi btw Lo anjing, bangkek nggak ada akhlak." Sungutnya dengan nada menggebu-nggebu.


Gadis itu yang tak lain adalah Tania, perempuan itu terus saja menyumpah serapah sahabatnya dengan berjalan dengan langkah kesalnya.


Saat menatap disebrang jalan matanya menangkap seorang yang ia kenali senyumnya mengembang dengan langkah lebar Tania mendekati seseorang itu yang tengah menenggak minuman kaleng didepan minimarket, Tania berdiri tepat di samping orang itu, kehadirannya tidak diketahui oleh dia


"Jidan."panggil Tania.


Sontak laki laki yang dipanggil tania pun tersedak karna mendengar suara cempreng yang sangat mengagetkannya.


"Ngapain Lo disini?"tanya Zidan.


"Harusnya Tania yang nanya gitu, jidan ngapain disini?"tanya balik Tania.


Zidan mendengus ia tak suka dipanggil jidan namanya kan pake huruf Z bukan J, kenapa gadis yang ia kenal beberapa hari yang lalu selalu memanggil dengan seenak jidat merubah huruf Z jadi J hufttt.. sungguh menyebalkan untung cantik.


Ehh apa tadi katanya cantik! tidak-tidak seorang Arzidan rashit tidak pernah memuji perempuan lain terkecuali mamanya.


"Nama gue Zidan bukan jidan."ketusnya.


"Oh ya, tapi Tania pengen manggilnya jidan gimana dong."ucap Tania dengan senyum manis.


"Nama gue Arzidan rashit, pangilanya Zidan pakenya Z bukan J ngerti!"jelas Zidan.


Tania mengembangkan senyumnya.


"Nama Lo arjidan pahit keren ya, tapi harusnya Lo protes sama mama, papa Lo. Harusnya namanya arjidan manis gitu kaya orangnya manis bukan pahit"ucap Tania bersedekap dada dengan kedua alisnya naik turun.


Zidan menggeram kesal sungguh gadis didepannya sangat menyebalkan, Zidan memejamkan matanya untuk meredakan rasa kekesalanya terhadap Tania.


Lelaki itu tersenyum sudah jelas senyum yang ia paksakan.


"Terserah Lo, Lo mau panggil gue apa"finalnya Zidan memakai helm nya.


Tania mencekal tangan Zidan saat lelaki itu akan menaiki motor nya.


"Ehhh kayanya Tania ngak mau panggil Lo jidan deh nggak aesthetic banget, gimana kalo gue panggil Lo suami aja."kata Tania tersenyum lebar.


Tolong Tuhan beri kesabaran Zidan sebanyak banyaknya jika berhadapan dengan Tania.


Tania nama seorang gadis,gadis yang sangat menyebalkan itulah yang Zidan simpulkan tentang Tania.


"Jangan panggil gue suami karna gue bukan suami lo."tekan Zidan.


"Yaudah ayo nikah ntar kan jidan jadi suaminya Tania."


Tolong tenggelamkan Zidan ia sungguh kesal dengan gadis 17 tahun didepannya ini.


"Nggak usah mimpi"ketus Zidan Lelaki itu benar benar kesal.


"Suami! Tania tu ngak lagi tidur mana bisa mimpi."balasnya dengan tampang polos, iya polos polos minta dibunuh.


Emot pisau.


"Gue bilang gue bukan suami lo."


"Ya udah, jadi pacar Tania gimana?"tawar Tania masih enggan tangannya melepas cekalan Zidan.


Sudah dibilang berapa kali kalau Zidan benar benar kesal pada gadis didepannya.


"Nggak"


"Oke kita pacaran."


"Nggak ya, gue ogah pacaran sama Lo"


"Jadi Lo nolak gue?"tanya Tania melotot galak bukan takut Zidan merasa gemas sendiri melihat ekspresi Tania yang mencoba galak tapi malah jatuhnya gemesin.


Gimana nggak gemesin orang melotot dengan dagu dibuat kekanan kekiri persis seperti bocah yang sedang marahan dengan temannya.


"Kalo iya kenapa?"tantang Zidan mensejajarkan wajahnya dengan wajah Tania sampai hanya tersisa 5 cm saja.


"Oke kalo Lo nolak,yaudah ayo."ajaknya membuatnya Zidan kebingungan.


Tania terus menarik pergelangan Zidan tapi karna tubuh Zidan yang tegap dan kuat Zidan sama sekali tak geser saat Tania mencoba menariknya dengan kedua tangannya.


"Mau kemana hm?"


"Karna Lo nggak mau jadi pacar gue, kita ke KUA kita nikah sekarang juga!"tegas Tania.


Zidan mati Matian menahan tawanya sungguh gadis didepannya selain menyebalkan ternyata aneh juga ia baru seumur hidup menjumpai gadis seperti Tania.


Tania yang ceplas-ceplos.


Tania yang rada bego.


Tania yang menyebalkan


Tania yang aneh


Dan banyak lagi biarpun Tania


Memiliki sifat yang ajaib tapi entah kenapa Zidan merasa nyaman, hidupnya terasa lebih berwarna sedikit demi sedikit biarpun ini pertemuan ketiga kalinya.


Ah sudahlah ia tak mungkin kan akan jatuh cinta pada gadis seperti Tania biarpun cantik tapi gadis itu masih labil dalam emosinya.