My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
Tania ,Zidan



Happy reading 😤


"JIDAN,JIDAN ADA ES KRIM TANIA PENGEN ES KRIM!"teriak Tania menepuk pundaknya Zidan dan menunjuk penjual es krim dipinggir taman.


"Nggak usah."


"BERHENTI JIDAN, TANIA PENGEN ES KRIM"Tania berteriak dengan tangan semakin kencang menepuk pundak Zidan.


Keduanya tengah mengendarai motor setelah perdebatan tidak jelas Tania meminta Zidan untuk mengantarkan pulang, awalnya Zidan menolak tapi bukan Tania kalau nggak bisa ngebujuk orang. Alhasil Zidan pun mau mengantarkan tania,Zidan juga kasian mengingat perkataan tania bahwa gadis itu tidak ada uang untuk biaya pulang.


"Nggak us...aw Aw AW sakit Tania jangan dicubit"ringis Zidan saat Tania mencubit pinggang nya.


"Puter balik beliin es krim"tintanya.


"Tania pengen es krim jidannnn"


"Beliin yaaa"rengek Tania.


Mau tak mau Zidan menuruti ia tak mau jika pinggangnya menjadi sasaran cubitan Tania lagi,cubitan Tania sungguh sangat sakit sama seperti cubitan mamanya jika dirinya melakukan kesalahan.


Bukan maen


Setelah membeli es krim keduanya duduk di bangku taman memakan es krim yang mereka beli ralat hanya Tania yang makan Zidan dia hanya sibuk main hp.


"Jidan, nggak pengen?"tanya Tania menjilat es krim ditangan kirinya.


"Nggak."


"Ada dua Lo es krim nya"ucap Tania masih asik memakan es krimnya, Tania memang membeli dua es krim dan sudah jelas Zidan yang membayarnya.


"Dimakan Lo aja, abis ini pulang"


"Oke"


Saat sedang asik menikmati es krim nya seorang bocah umur 5 tahun melihat Tania dengan Lamat ,Tania yang merasa ada yang memperhatikanya lantas menoleh dan mendapati bocah laki-laki berumur 5 tahun menatap nya.


Bukan, bocah itu tidak menatapnya tapi menatap es krim miliknya Tania rasa bocah itu pengen es krim punyanya.


Tania bangkit dari duduknya berjalan menuju bocah itu yang berdiri tidak jauh darinya.


"Adek ngapain liatin kakak, adek pengen es kirim?"tanya Tania menyejajarkan tinggi bocah tersebut.


Bocah itu mengangguk.


"Nih punya kakak buat adek satu, belum kakak makan yang ini"menyodorkan es krim satunya.


Dengan senang hati bocah itu menerima pemberian es krim dari Tania.


"Nama adek siapa?"tanya Tania menatap bocah didepanya yang membuka bungkus eskrim rasa coklat itu.


"Namanya Rion."jawab bocah laki-laki itu.


"Rion? Kamu disini ngapain mama papa kamu mana?"Tania bertanya dengan mata menelisik sekitarnya mungkin saja orang tua Rion disekitar mereka.


"Mama papa Rion udah nggak ada, Rion dibuang mereka"jawab Rion.


Tania terdiam mendengar ucapan bocah bernama Rion.


"Terus rumah kamu dimana"


"Itu disitu"jawab Rion menunjuk Pati asuhan yang tak jauh dari taman itu.


Tania kembali terdiam saat melihat dimana tempat bocah bernama Rion itu tinggal.


Panti asuhan, nama tempat dimana sebagian anak anak yang ditelantarkan orang tuanya.


Malang sekali bocah didepanya Tania bisa lihat bocah bernama Rion itu bocah laki laki dengan wajah tampan, mata bulat berwarna coklat terang, kulit putih dan rambut hitam lebat dan bibir pink alami.


Kenapa orang tuanya tega membuang bocah tampan seperti rion sungguh jahat sekali Tania sumpahin orang tua Rion


Matinya keselek palu.


Eh... kok paluuu


Dah lah males.


Tanpa sadar Tania menintikan air matanya, bibirnya melengkung ke bawah.


Selama ini ia tidak pernah bersyukur seharusnya ia senang mamanya selalu memperhatikan itu tandanya mamanya sayang pada dirinya tapi malah selama ini ia risih jika mamanya memperhatikannya.


Tania menghapus air matanya saat seorang wanita paruh baya menghampiri keduanya.


"Rion kamu makan es krim punya siapa?"tanya paruh baya itu.


"Dikasih kakak cantik"jawab rion menunjuk Tania.


"Terima kasih"ucap wanita itu.


Tania hanya mengangguk kepalanya sebagai jawabannya.


Saat kedua orang tadi meninggalkan Tania, Tania berbalik matanya melihat Zidan yang tengah menatapnya juga.


Zidan dari tadi memperhatikan Tania yang tengah berinteraksi dengan bocah tadi ia sempat tersenyum melihatnya.


Tania tersenyum lebar memperlihatkan gigi rapihnya berjalan menghampiri lelaki itu.


"Ayok pulang"ajak Tania


Yang dibalas anggukan dari Zidan.


Saat keduanya tengah memasang helm masing masing seorang gadis mendekati mereka.


"Taniaaa, long time no see how are you?"tanya gadis itu.


Tania memutar bola mata malas saat melihat siapa gadis didepannya itu.


"I'M good i hope you're bad"balas Tania dengan nada malasnya.


"Wohoho btw dia cowok Lo?"tanya gadis itu melirik Zidan yang sendari tadi diam.


"Nggak usah banyak bacot Lo cil ngapain Lo disini? mangkal"tanya Tania dengan terkekeh.


Gadis itu adalah cacilla atau cacil.


masih ingat cacil dipart sebelumnya tepat disirkut.


Cacil tak menghiraukan ucapan Tania ia melirik lelaki ganteng disamping Tania.


"Hey ganteng, kenalin gue cacilla"ucap cacil menyodorkan tangannya.


Saat Zidan mau membalas uluran tangan cacil Tania lebih cepat menarik tangan Zidan.


"Woww posesif banget!! keren, cowok Lo tan? Cakep juga bolehlah buat gue,gue liat lebih cocok sama gue."ucap cacil mengedipkan sebelah matanya pada Zidan.


"Mata Lo kenapa kedip kedip sama cowok gue kena rubella?"ejek Tania dengan senyum remeh.


Cacil menggeram kesal sedangkan Zidan menahan tawanya saat mendengar lontaran ucapan Tania.


"Kalo dia cowok Lo seru kali ya Dion tau kalo Lo udah punya pacar lagi terus dia bakal ancurin deh hubungan lo."ujar cacil,"btw dia udah balik ke indo kalo Lo nggak tau"lanjutnya tersenyum miring.


For you information Dion adalah mantan Tania satu satunya ,Dion adalah lelaki tampan dan playboy kandasnya hubungan dengan Tania karna Dion ketahuan tidur seranjang dengan perempuan lain dan disitulah Tania memutuskan hubungan mereka, keputusan keduanya membuat Dion marah Dion sangat cinta pada Tania maka dari itu Dion tidak pernah membiarkan Tania punya lelaki lain.


sampai akhirnya Dion harus ke new York untuk melanjutkan bisnis papanya dan meninggalkan Tania diindonesia tapi bukan berarti Dion akan melepaskan Tania begitu saja Dion masih tetap tidak akan membiarkan Tania punya laki laki lain selain dirinya, dia cinta mati pada Tania dia tidak akan membiarkan gadisnya mempunyai lelaki lain dion akan membunuhnya, lebih tepat untuk menggambarkan seorang Dion adalah (Dion terobsesi pada Tania).


"Nggak usah ikut campur urusan gue"desis Tania.


"Kenapa Lo takut hubungan Lo sama cowok Lo hancur karna Dion tau tentang ini atau Lo takut saat gue kasih tau Dion dan berakhir Dion bakal ngebunuh cowok lo"ucap cacil semakin menjadi jadi.


Tania menggeram kesal tanganya mencengkram dagu cacil lalu ia berkata,"shut up!! You interfere in my business i'm ruining your life"desis Tania mencengkram kuat dagu cacil (diam Lo!! ikut campur urusan gue,gue rusak hidup lo).


Bukanya takut cacil tersenyum lebar ia lepas cengkraman tangan Tania.


"Gue nggak bakal ikut campur urusan Lo tapi gue minta ntar malam tanding."ucap cacil.


"You're kidding"ucap Tania meremehkan ucapan cacil.


"No i'm serious or are you scared"


Apa katanya seorang Tania takut?? Heyy nggak ada dikamus hidupnya kata takut untuk melawan hama seperti gadis didepannya itu.


"Apa untungnya?"tanya Tania.


"Gue nggak bakal ikut campur urusan Lo kalo Lo menang kalo Lo kalah cowok Lo buat gue"jelas cacil.


Tania mengaguk ia menjabat tangan cacil untuk menyetujui tantangan cacil.


"Gue tunggu disirkuit"ucap cacil meninggalkan Tania dan Zidan.


"Lo suka balapan?"tanya Zidan saat tahu dua gadis itu akan melakukan tanding balap motor.


"Ya,kenapa nggak suka? kalo kenal cewek kaya gue, urak urakan pecinta dunia malam dan hobi balapan."


"Nggak, ayok pulang."


Dan dengan senang hati Tania menaiki motor sport Zidan


Motor sport merah melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan disiang hari.


To be continue...