My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
MANSION PRITA



Happy reading 😒


Stevani takjub saat melihat sekitar mansion yang bergaya modern nan klasik itu. Desain klasik yang terdapat ornamen ornamen dan didominasi bentuk geometris itu membuat mansion tersebut nampak jauh lebih bersinar.


"Makin kaya aja ni bocah, lancar kali juga jaga lilinnya tiap malam Jumat,"batin stevani menatap kagum mansion temannya itu.


Sudah lama tidak kesini rumah itu nampak jauh lebih mewah nan besar.


Stevani memanggil satpam mansion itu, lalu setelah diperolehkan masuk stevani memencet bel dengan bernada dan gerakan cepat.


Tak lama pemilik rumah itu membuka pintu dengan kasar.


"PAGI PAGI BERISIK KAMPRET LO,"semprot pemilik rumah itu.


Stevani menampilkan cengiran lebarnya dengan tidak sopannya gadis itu masuk kedalam rumah tersebut berjalan keruang tamu dan mendudukan bokongnya disofa, menaikan kedua kakinya keatas meja dan mengambil toples berisi keripik mulai memakan kripik itu seakan rumahnya sendiri.


Pemilik rumah tersebut mendengus lalu berjalan menuju Stevani yang asik memakan keripik miliknya.


"Ngapain Lo kesini? mana nggak sopan lagi,"ketus pemilik rumah tersebut dengan tangan memukul kedua kaki Stevani.


"Saelah ta santai ngapa. Rumah Lo rumah gue rumah gue bukan rumah Lo!"ucap Stevani dengan santai, kedua kakinya  diturunkan. "Ouh iya gue mau nginap di sini."


"Lo kira rumah gue hotel,rumah Lo kenapa? Oh gue tau lo belum bayar listrik makanya Lo kabur. Parah Lo cakep cakep kere suami kaya bayar listrik kagak bisa makanya ngepet "cerocos Prita duduk di sofa yang muat satu orang.


"Gue berantem sama suami gue,"Stevani berkata santai.


"OMG GUE TAU, GUE TAU LO PASTI KAGAK NGASIH JATAH KAN MANA ADA SUAMI YANG BETAH KALAU KAYA GITU, TERUS SUAMI LO SELINGKUH SOALNYA LO NGGAK NGASIH KEPERAWANAN LO! JADI SEKARANG LO KABUR IYA"pekik heboh Prita.


Stevani menutup telinganya karena pekikan Prita yang cukup keras, gadis itu melirik Prita sinis.


"Bacot Lo! Mana bau menyan lagi."


"Sembarangan kalau ngomong Lo!"Prita menoyor kepala Stevani membuat gadis itu melototkan matanya.


"sebenernya masalah apa sih Lo?" Prita heran dengan seberapa besar masalah temannya ini sampai Stevani kabur dan memilih nginap dirumahnya, karena yang ia tahu selama ini rumah tangga Stevani baik baik saja.


Stevani diam tak menjawab pertanyaan dari Prita, gadis itu diam memikirkan apa yang Prita ucapkan.


Apa benar karena ia belum memberi hak kepada suaminya maka dari itu Naufal selingkuh dari ya?


Stevani menghela nafas panjang, gadis itu beranjak berjalan menuju dapur membuka kulkas dan mengambil minuman diikuti Prita dibelakangnya.


Prita masih diam dengan kaki yang mengikuti langkah Stevani.


"Kalau nggak mau cerita no problem but if you have something wrong, let me know. I'm always there for you." Usai mengatakan itu gadis itu membalikan badannya berjalan meninggalkan dapur.


Baru tiga langkah Prita membalikan badannya,"Kamar Lo di samping kamar gue,Lo masih ingatkan gue harap sih enggak lupa. Satu tahun nggak bakal bikin Lo lupa ingatan."


"Hmm, cedel mana?,"tanya stevani sebelum Prita meninggalkan nya.


"Belum pulang, lagi sekolah,"


Stevani menggangguk.


"Gue tunggu dikamar kalau Lo kepo masalah gue." Setelah mengucapkan itu Stevani pergi manaiki tangga menuju kamar yang akan ia tinggali beberapa hari ini.


***


Gadis berambut sebahu itu berjalan bolak balik didepan lelaki yang tengah duduk dikursi taman.


"Jidan ini gimana?,"tanya Tania dengan raut panik.


"Ya gimana," matanya menatap malas Tania.


"Kok gimana sih harusnya Lo harus punya ide dong,"kesal Tania melototkan matanya.


Zidan mendengus."Gimana gue bisa cari ide Lo cerita masalah Stevani aja kagak,"


"Ckk.. ah lupa jidan saking keselnya sama tu ******,"


"Yaudah sini cerita sama gue dulu," Tania menggangguk.


Zidan terkekeh saat melihat wajah Tania yang nampak kesal dan marah dalam waktu yang sama.


"Malah ketawa,"kesal Tania melihat Zidan tertawa.


"Lo lucu,"


"Ishh serius ini,"


"Hmm sini tenangin diri Lo dulu Lo baru sembuh muka Lo juga masih pucat,"ujar Zidan menarik pinggang tania.


Tania hanya menurut lalu terjatuh dipangkuan Zidan,gadis itu menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Zidan harum woody yang maskulin dapat Tania cium.


"Jidan gue harus gimana gue pengen bantu masalah Stevani,"cicitnya mencari kenyamanan dilelaki itu.


"Tenang dulu kita pulang Lo istirahat biar gue yang cari jalan keluarnya oke,"Zidan berkata lembut.


Tania mengaguk lalu berdiri dan menaiki motor sport Zidan


Keduanya meninggal tempat tersebut.


Sampainya didepan rumah Tania keduanya lantas memasuki perkarangan rumah Tania.


Wanita Paruh baya terlihat sibuk dengan kran air yang diarahkan ke tanaman hias.


"Assalamualaikum,"salam serempak keduanya.


Wanita itu tersenyum melihat gadis semata wayangnya pulang.


"Waalaikumsalam sayang,"


"Emm hallo Tante,"sapa Zidan setelah menyalimi tangan mama Tania.


Mama Tania menatap Zidan dari atas sampai bawah lalu kembali keatas lagi.


"Anaknya ergina bukan?,"tebak mama Tania.


Zidan melotot kaget saat mama Tania tau nama mamanya.


"Nggak usah kaget kali, bener anaknya ergina kan?,"tanyanya.


"Iya kenapa Tante bisa kenal ya?,"tanya zidan heran.


"Muka kamu mirip ergina dari bibir sama matanya,ergina temen SMP Tante,"ucap mama Tania menggiring Zidan memasuki rumahnya.


Tania menyengit kenapa dirinya tidak diajak masuk malah ditinggalkan yang anaknya siapa sih?.


Tania dengan kesal menghentakkan kakinya memasuki rumahnya terlihat mamanya tertawa bercanda ria dengan zidan.


Apa apaan ini? Ia cemburu mamanya seperti lebih asik bersama  Zidan dari pada dirinya


"Jidan Lo pulang aja lah,"usir Tania.


"Ehh nggak ya Zidan jangan pulang dulu Tante kenalin suami Tante kita makan siang sama-sama oke,"


Zidan ingin menolak ia merasa canggung tapi jika ia menolak membuat dirinya merasa tak enak karena tak menerima ajakan dari mamanya tania lalu lelaki itu mengiyakan ucapan mamanya tania dengan senyum tipis.


Tania melongo mendengar itu.


"Tan jangan diem aja buatin minum dong tamu ganteng nya,"pinta mamanya.


Lagi lagi Tania dibuat melongo oleh mamanya dengan kesal ia melangkah malas kedapur dengan mengerucutkan bibirnya sebelum menjauh ia menatap sinis Zidan lalu menggerakkan jari telunjuknya menggores lehernya dengan mata melotot seakan gadis itu akan memotong kepala Zidan.


Zidan yang melihat itu terkekeh.


"Lo lucu kalo kaya gitu makin hari gue makin nyaman sama Lo tan,"batin Zidan.


👿


To be continue...