My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
Bali



Rafi mengambil sapu,pel dan alat pembersih rumah lainnya.


Rafi terus mengumpat dan menggerutu kesal,Rumahnya benar benar kotor dan sangat berantakan.


Ia terus memaki nama Orang orang yang mengundang orang sekolah sebanyak itu.


"Sialan" Umpat Rafi


Ia mengambil tempat sampah lalu memunguti sampah Snack,Roti dan minuman yang berserakan di lantai juga karpet.


"Orang-Orang tidak tahu diri!" Ucap Rafi memasukan sampah ke tempat sampah dengan kasar.


Rafi menggulung karpet,dan menyingkirkan Meja juga sofa kemudian menyapu dan mengepel nya.


Saat rafi sibuk dengan urusan membereskan rumah. Tiba tiba Ponselnya berdering nyaring.


"Kurang kerjaan sekali menelpon orang di sore hari saat orang sibuk" Gerutu Rafi mengangkat panggilan telfon.


"Halo" Ucap Rafi


"....."


"Tidak bisa,Saya sibuk!" Pekik Rafi kesal.


"....."


"Lain kali saja" Balas rafi


"....."


"Baik lah akan ku bicarakan ini dengan isteriku" Tutup rafi mematikan sambungan telepon.


"Ada ada saja" Ucap Rafi merapihkan Kembali sofa,Meja dan karpet kemudian mengistirahatkan tubuhnya dengan duduk di sofa empuk.


"Lelah sekali" Ucap Rafi mengusap keringat di keningnya.


"Sayang Apa kau sudah selesai?" Panggil ajeng dari kamar.


Rafi tidak menjawab sama sekali,ia memilih diam dan memejamkan kedua matanya.


"Sayang?" Panggil ajeng sekali lagi


"Panggil aku sepuas mu. Aku tidak akan menjawab" Ucap rafi.


"Rafi,Apa kamu mendengar ku?" Tanya ajeng sedikit mengeraskan suaranya.


"Terserah terserah terserah" Ucap Rafi tidak menjawab pertanyaan ajeng.


"RAFI!!" Teriak ajeng mendatangi Rafi yang dikiranya tidur.


Rafi membuka satu matanya dan menutup nya lagi,Sekarang pikirannya sedang kesal dan pusing dicampur Rasa lelah ditubuhnya.


"Susah juga menjadi seorang suami" Kata rafi dalam hati.


Ajeng menepuk-Nepuk Kaki rafi dan menyuruhnya bangun "Bangun kamu" Ucap ajeng kesal.


"Tidak mau" Ucap Rafi Tidak kalah kesalnya dengan ajeng.


"Aku bilang bangun" Ucap ajeng menjewer telinga Rafi hingga memerah.


"Aw..Aduh..Sakit bodoh!" Ucap Rafi yang tidak sadar dengan apa yang ia katakan pada isterinya.


Ajeng mengeraskan jewerannya "KAMU NGATAIN AKU BODOH!" Pekik ajeng semakin kesal mungkin karena hormon kehamilannya.


"Aaaaa...Tidak Aku tidak sengaja bilang begitu. Lepaskan ini sakit aneh" Ucap rafi berusaha melepaskan jeweran ajeng ditelinganya.


Ajeng sekarang menjewer telinga rafi sebelahnya dengan keras "TADI KAMU MENGATAIKU BODOH. SEKARANG KAMU NGATAIN AKU ANEH!" Ucap Ajeng


"Lepaskan..ini sakit SAYANG" Ucap Rafi mengeraskan kata 'SAYANG' Agar membuat ajeng menghentikan tarikan ditelinganya.


Ajeng melepaskan jewerannya dan melipat kedua tangannya di depan Dada.


Rafi mengelus telinganya yang sakit bahkan sangat sakit karena ajeng.


"Kecil kecil mematikan" Ucap Rafi


Ajeng hendak menjewer telinga Rafi lagi,namun di hentikan dengan ucapan Rafi.


"Aku akan pergi nanti malam" Ucap Rafi menahan tangan ajeng yang hendak menarik telinganya lagi.


"Ka-kamu mau pergi?" Tanya ajeng


"Iya,Aku akan pergi" Ucap Rafi membuat ajeng menangis ketakutan.


Ajeng menangis dan memeluk erat Rafi "aaaa... Aku gak mau kamu pergi,maafin aku ya karena jewer telinga kamu. Tapi kamu jangan pergi seperti ini hiks" Ucap ajeng menangis tersedu sedu.


"Aku tetap harus pergi sayang" Ucap Rafi membelai lembut rambut ajeng.


"Hiks..Kamu tega banget ninggalin aku sendirian dirumah Hiks hiks"


"Bukan Gitu gimana? Kamu marah kan sama aku,Makanya kamu pergi gini" Ucap ajeng menatap Rafi dengan wajah kesal dan memukul dada rafi.


"Kamu jangan overprotektif " Ucap Rafi menatap manik mata istrinya.


"Terus kenapa,kamu gak suka aku yang overprotektif gini" Tanya ajeng


"Ya aku suka,Tapi dengerin aku ngomong dulu" Ucap Rafi tersenyum hangat.


"Tuh kamu bilang 'Aku suka' kayak gak ikhlas gitu. Bilang saja kamu memang mau pergi kan?" Tanya ajeng


"Aku memang mau pergi" Ucap Rafi sembari menyingkirkan rambut yanf menutupi wajah cantik istrinya.


"Kemana? Sama siapa? Mau ngapain? Lama ya?" Tanya ajeng membuat rafi kewalahan menjawabnya.


"Aku ada tugas kantor,Aku pergi dengan lina sekretarisku-" Ucapan Rafi terputus karena ajeng menyela dengan kesal.


"Tuh kan sama perempuan perginya,Gak mau tahu pokoknya aku harus ikut.Titik" Ucap Ajeng menggenggam tangan rafi.


"Gak bisa gitu sayang,Kamu lagi hamil...Gak boleh cape dulu. Aku pergi cuma sebentar nanti segera pulang kalau urusan ku sudah selesai" Ucap Rafi membelai lembut rambut ajeng dan mengecup keningnya.


"Aku gak mau,Aku harus ikut" Rengek ajeng kembali menangis "Masa kamu berduaan sama perempuan yang bukan istri kamu,kan gak boleh" Ucap ajeng memperingati.


Rafi tertawa kecil "Apa yang kamu pikirkan hm? Dia juga sudah punya suami ajeng,dan dia memang harus ikut aku kalau ada urusan kantor. Untuk itu aku memperkerjakan dia" Ucap Rafi mencubit pipi istrinya.


"Kamu ini overprotektif banget sama posesif jadi satu" Ucapnya.


Ajeng mengerucutkan bibirnya "Aku mau ikut,aku takut juga sendirian dirumah. aku gak mau ke rumah mama,aku mau ikut kamu" Rengek ajeng meminta Rafi agar mengizinkannya ikut.


"Kalau kamu kelelahan,Bosan disana gimana? Aku gak tanggung ya" Ucap Rafi


"Memangnya kamu mau kemana?" Tanya ajeng.


"Bali" Jawabnya singkat.


"Tuh kan,Kamu perginya ke bali. Bali itu kan jauh dari jakarta,bisa bisa kamu nginep disana dan pulangnya besok" Ucap ajeng kesal


"Iya iya aku tahu,Makanya aku pengen titipin kamu ke rumah mama" Ucap Rafi mencubit hidung ajeng.


"Kamu pikir aku barang? Asal titip titip saja" Ucap ajeng kesal.


"Gak gitu sayang" Bela Rafi


"Ah pokoknya aku mau ikut!" Ucap ajeng menyatukan kedua tangannya.


"Boleh,Asal gak usah kecapean" Ucap rafi menggenggam tangan ajeng dan menciumnya.


"Gimana kalau kita sekalian keliling indonesia saja?" Tanya ajeng


"JANGAN!" Pekik rafi


"Kenapa?" Tanya ajeng heran.


"i-itu anu eumm...Gak usah dulu untuk sekarang,Tunggu kandungan kamu usia 3 bulan saja ya..Biar kuat gitu kandungannya" Ucap Rafi tersenyum tipis.


"Oalah,Yaudah aku.. Gak sabar" Ucap ajeng memeluk rafi.


"Nanti di bali kita keliling dulu ya" Ucap ajeng meletakan wajahnya di leher rafi.


"Iya..Sekalian Bulan madu" Ucap Rafi membelai rambut ajeng dan menciumnya.


Ajeng memukul bahu rafi "Bulan madunya telat" Ucap ajeng ketus.


"Gak papa lah,Telat dikit" Ucap Rafi tertawa kecil.


Sunyi. Hening.


"Mau seperti ini terus? Kapan kita siap siap?" Tanya Rafi mengelus punggung ajeng.


"Bentar lagi,Lagi enak ini" Ucap ajeng mengecup Leher rafi.


"Enak apa?" Tanya rafi tidak paham dengan maksud istrinya.


"Gak papa salah ngomong" Ucapnya berhenti mengecup Leher rafi.


"Yaudah siap siap,kita berangkat jam 7 malam" Ucap Rafi menyuruh ajeng bangun dan melepaskan pelukan mereka.


"Gendong" Ucap ajeng manja dan mempererat pelukannya.


Rafi berdehem sebagai jawaban 'Ya'.


Ia menggendong ajeng sampai ke kamar kemudian menyuruhnya bersiap siap setelah itu Rafi mandi dan membantu ajeng menyiapkan keperluan mereka selama di bali.


***


Like dan komentar