My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
Frustasi



Acara makan malam tiba,keluarga ajeng dan rafi mulai berdatangan Mulai dari orang tua rafi,kaka tiri rafi yaitu faris,day,dan gavin kemudian orang tua ajeng.


Suasana rumah yang tadinya menjadi ramai dan hangat,tetapi tidak dengan hubungan rafi dan ajeng.


Hubungan mereka masih sama seperti sore tadi,bahkan setelah kejadian itu mereka yang biasanya berbicara banyak menjadi tidak berbicara sedikitpun.


Makan malam dimulai,Keluarga rafi dan ajeng yang tidak mengetahui maksud dari undangan makan malam tersebut akhirnya tahu karena rafi memberitahukannya.


"Jadi maksud kalian berdua ngundang kita semua makan malam itu karena apa?"Tanya ayah rafi disela makan malam.


"Iya ada apa?"Tanya faris


"Jadi Aku dan ajeng mengundang kalian kemari karena ingin memberitahukan kabar baik untuk kalian"Ucap rafi menyentuh bahu ajeng dan tersenyum padanya.


"Kabar baik apa nak?"Tanya ibu ajeng


"Jangan biarkan orang tua ini menunggu"Ucap Ibu rafi tertawa kecil.


"Ajeng hamil anak kembar mah,pah,kak"Ucap rafi tegas dan menatap satu persatu wajah orang di meja makan.


Semua yang berada di meja makan terkejut dengan apa yang di sampaikan rafi.


"Apa,A-ajeng hamil kembar?"Tanya ibu ajeng menatap ajeng dengan mata berbinar.


"Iya mah"Ucap ajeng dengan senyum bahagia dan mengelus perutnya yang datar.


"Alhamdulillah"Ucap Mama papa ajeng dan rafi dan Faris juga day secara bersamaan.


Mama ajeng dan rafi juga Day mendatangi ajeng dan memeluknya sembari mengucapkan doa doa untuk keselamatan ajeng dan calon buah hati.


"Rafi,ajengnya jangan di marahin ya Mbak tinju kamu kalau bikin ajeng nangis"Ancam Day memelototkan kedua matanya ke rafi.


"Yo ndak mungkin toh,aku nakalin isteri ku sendiri" Ucap rafi menggelengkan kepalanya.


"Ajeng kamu jaga baik baik ya cucu mama sama papa"Ucap mama ajeng mengelus rambut ajeng.


"Iya mah"


"Eh rafi,jagain calon keponakan gua ya jangan lo apa apain" Ucap Faris menyentil kening rafi.


"Siap bang!" Ucap rafi mengelus keningnya.


"Wah tante bidadari lagi punya dede ya?Yey gavin punya adik!" Ucap gavin tertawa riang dan mendatangi ajeng kemudian memeluknya.


Rafi hanya diam menatap tajam gavin yang masih saja mengganggu isterinya.


Ajeng memangku gavin dan mencium pipi gavin yang menggemaskan itu,cepat cepat rafi menyuruh gavin turun dari pangkuan ajeng dengan alasan dede bayinya nanti ke dudukan.


"Gavin,turun dari pangkuan tante ajeng nanti dede bayinya ke dudukan sama kamu" Ucap rafi menyuruh gavin duduk di samping day.


Ajeng mencubit lengan rafi dan memelototkan matanya.


"Udah kamu duduk di samping tante saja ya?" Ucap ajeng lembut dan mengelus rambut gavin.


"Oke tante"Ucap gavin duduk di kursi samping ajeng kemudian melanjutkan makannya.


"Ini siapa yang masak?"Tanya papa rafi mengunyah makanan tersebut.


"Rafi pah" Ucap rafi menggaruk tengkuknya.


"Gimana rasanya pah?"Tanya Rafi berharap papanya itu menyukai masakan buatannya.


"Yah lumayan,Masih bisa di telan dengan baik" Ucap papa rafi tertawa geli.


"Kemauan rafi sendiri mah,Kasihan ajeng kalau di suruh masak kan dia sekarang lagi hamil" Ucap rafi sembari membenarkan rambut ajeng yang menghalanginya makan.


"Kalau lagi makan itu di ikat rambutnya biar tidak menghalangi kamu makan" Ucap rafi dingin dan menguncit rambut ajeng.


"Iya" Ucap ajeng tanpa melihat rafi.


"Hey!disini masih ada orang,kalau mau mesra mesraan jangan disini" Ucap Faris mengetuk meja makan menggunakan sendoknya.


"Kita tidak bermesraan,cuma benerin rambut doang" Ucap rafi kesal.


"Sudah sudah lanjut saja makannya"Ucap Papa ajeng.


Mereka melanjutkan makan malamnya.


***


Setelah selesai makan malam,Para pria kecuali gavin pergi ke teras rumah untuk mengobrol.Sementara Para wanita pergi ke ruang keluarga untuk saling bertukar pengalaman selama mengandung.


Diteras rumah,Rafi dan yang lainnya mengobrol membahas tentang perusahaan yang mereka kelola.


"Rafi,papa sudah mempertimbangkan masalah ini sejak kamu menikah" Ucap papa rafi serius.


"Masalah apa pah?" Tanya rafi bingung dengan apa yang di bicarakan papanya.


"Masalah perusahaan the sanjaya nak" Ucap papa rafi.


"Kenapa dengan perusahaan itu?" Tanya faris yang sam bingungnya dengan rafi.


"Papa ingin menyerahkan perusahaan itu dengan Faris" Ucap papa rafi membuat rafi terkejut dengan keputusan papanya itu.


"Tidak bisa pah,perusahaan itu sudah rafi kelola sejak rafi lulus kuliah.Papa tidak bisa seenak nya saja menggantikan posisiku di perusahaan itu" Pekik rafi tidak terima dengan keputusan papanya itu.


"Iya papa mengerti itu,tetapi perusahaan itu masih punya papa atas nama papa dan kamu hanya pemimpin sementara" Ucap papa rafi tegas.


"Pah papa tidak bisa membuat keputusan seperti itu,Faris punya perusahaan dan restaurant yang harus faris kelola" Ucap faris.


"Iya faris papa tahu kamu sangat kerepotan dengan perusahaan dan restaurant kamu itu" Ucap Papa rafi menepuk pundak Faris.


"Kalau papa sudah tahu,kenapa tetap menyerahkan perusahaan itu ke bang faris?" Tanya rafi memijat pelipisnya.


"Apa alasan anda ingin menggantikan posisi Rafi di perusahaan anda?" Tanya papa ajeng.


"Karena kinerja rafi akhir akhir ini menurun,ia lebih fokus dengan perusahaan nya sendiri sehingga Perusahaan The sanjaya tidak bisa ia kelola dengan baik.Bahkan ia menolak kerja sama dengan perusahaan besar Cooper dean yang alasannya tidak jelas,itu sangat merugikan perusahaan" Ucap papa rafi menjelaskan.


"Terserah papa,itu perusahaan papa Aku hanya mengelolanya saja sementara aku tidak berhak membantah,lagi pula aku akan lebih fokus mengembangkan perusahaan ku" Ucap rafi beranjak dari duduknya kemudian pergi ke ruang keluarga.


"Baiklah rafi sudah tidak ingin mengelola perusahaan itu,jadi sekarang kamu yang mengelolanya ya nak" Ucap papa rafi menepuk pundak Faris kemudian menyusul rafi masuk ke dalam.


"Selamat nak faris semoga lancar" Ucap papa ajeng menyemangati faris yang terlihat Frustasi itu.


"Terima kasih om" Ucap faris tersenyum terpaksa.


Setelah papa ajeng pergi,kini faris sendirian diluar dengan wajah kesal,frustasi,bingung karena ayahnya yang tiba tiba menempatkannya sebagai pemimpin di perusahaan terbesar di asia,walau hanya sementara.


***


Masih ada satu eps lagi nanti sore ya,Ditunggu saja.


terima kasih sudah mampir,jangan lupa tinggalkan jejak ya~