My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
BIRTHDAY WIFE



HAPPY READING 😠


Stevani menatap tak percaya pada suaminya itu,ada empat lampu taman yang terpasang disudutnya, serta tambahan lampu kelap kelip berwarna warni bukan hanya itu ada puluhan lilin yang melingkari sebuah meja dengan dua kursi yang sedikit jauh tak lupa kelopak bunga mawar yang sengaja dibentuk love dengan ukuran yang besar.


"Ada apa sih?"tanyanya ia begitu bingung tapi ia juga sangat senang.


"Ayok kesitu dulu,"ajaknya.


"Happy birthday sayang,"ucap Naufal mengecup kening gadisnya.


"Aku ulang tahun?"tanyanya menatap bingung suaminya sendiri.


Ia bahkan lupa tanggal lahirnya sendiri.


Naufal mengaguk lalu menepuk tangan dua kali membuat tiga artnya datang dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman.


Stevani tak mampu menahan senyumnya.


Naufal kembali bertepuk tangan dua kali tak lama salah satu bodyguardnya datang dengan kue ulang tahun berlapis coklat dengan lilin berangka 1 dan 8,kue ulang tahun yang berukuran sedang.


"Cantik banget kue nya,"ucapnya saat melihat kue itu berada didepannya.


"Cantikan juga kamu,"


Lelaki itu menerima kue ulang tahun yang diberikan bodyguardnya mengambil korek api dan membakar sumbu lilin tersebut.


"Happy birthday sayang, ayok tiup lilinnya,"ujar lelaki itu menyodorkan kuenya agar lebih dekat istrinya itu.


Saat stevani hendak meniup lilinnya namun Naufal menjauhkan kuenya sehingga Stevani tak jadi meniup lilin itu.


"Kenapa?"tanyanya menyengit heran.


"Make a wish dulu dong,"


Stevani tersenyum memperlihatkan gigi rapihnya lalu memejamkan matanya dan mulai membuat harapan.


Setelahnya Stevani meniup lilinnya dan langsung menubruk tubuh lelaki didepanya.


"18tahun yang membahagiakan,"


Naufal yang mendengar itu pun terkekeh pelan meletakan kuenya diatas meja  mengelus rambut stevani dan membalas pelukanya tak kalah erat seakan tak ingin dilepas.


"Make a wish ya apa tadi?"tanya Naufal.


"Terus sama kamu,"


"Itu mah kurang harusnya kamu juga buat harapan, punya anak 10 tiap malam pembuatannya gitu,"jelasnya.


"Ihh kok gitu sih,"


Naufal terkekeh.


"Jadi nggak sabar,"


"Apanya?"tanya Stevani.


"Buat Naufal junior,"ucapnya tersenyum manis dengan satu mata ia kedipkan.


Stevani mencubit pinggang lelaki itu membuatnya mengaduh kesakitan.


"Kamu cantik banget sih, cantiknya cuma buat aku aja ya,"


"Kamu juga ganteng tapi... tapi dikit,"


"Kok dikit sih,"


"Karena yang banyak cinta ku pada mu,"Stevani menahan tawanya saat mendengar ucapannya sendiri.


"Uhhh gemes pengen bawa kekamar,"


"Mau tidur?"tanyanya iseng, ia sebenarnya tau maksud dari suaminya itu hanya saja pura pura polos lebih menyenangkan.


Stevani menahan senyumnya karena pertanyaannya membuat lelaki itu langsung mengubah raut wajah menjadi datar.


"Udah ah, ayok makan,"ajak Naufal.


"Silahkan duduk ibu negara," Naufal menarik kebelakang kursi Stevani mempersilahkan gadisnya untuk duduk.


"Terima kasih kapten,"Stevani tersenyum manis.


Naufal terkekeh lalu duduk dihadapan istrinya.


"Silahkan dimakan tuan putri,"


"Pangeran nggak mau nyuapin tuan putri?"


Keduanya terkekeh geli.


"Ayok buka mulutnya ratu,"tintah Naufal menyodorkan suapan pada Stevani.


"Siap raja,"stevani membuka mulut menerima suapan dari Naufal.


Keduanya larut dalam gulirnya malam, menikmati malam selaku pasangan romantis menjadikan waktu tersebut sebagai waktu yang tak terlupakan.


Gelap malam dihiasi beribu bintang serta sinar rembulan yang terpancar indah menghiasi langit malam


Menjadi saksi dua insan yang tengah berbahagia.


Naufal mengerjakan matanya perlahan menoleh kesamping tidak menemukan istri kecilnya,lelaki itu melirik jam dinding menunjukkan pukul setengah enam lantas meregakan otot-ototnya dan langsung berjalan menuju kamar mandi.


Selesai mandi lelaki itu memakai pakaian kantornya yang sudah disiapkan oleh istri tercintanya, hari ini dirinya akan pergi kekantor untuk meeting penting.


Selesai dengan penampilan lelaki itu segera keluar kamar dan berjalan menuju dapur yang diyakini sudah ada Stevani disana.


Senyumnya mengembang melihat punggu istrinya yang nampak sibuk berkutat di dapur.


Rambut dicepol dengan sedikit keringat dileher putihnya membuat jantung nya berdesir.


Ah kenapa istrinya sangat seksi...


Lagi lagi ia menggeleng kepalanya saat pikirannya melayang layang ia tak akan minta haknya sebelum gadisnya siap,ia tak akan memaksanya.


Berjalan mendekatinya dan memeluk tubuh Stevani dari belakang.


"Morning sayang,"sapanya mencium pipi chubby istrinya.


"Morning,lepas dulu makanannya bentar lagi matang,"ujarnya dengan tangan masih sibuk dengan spatula ya.


"Nggak ada morning kiss by?"tanyanya.


Stevani lantas membalikan badanya melingkarkan tangannya dan langsung mengecup singkat bibir suaminya.


"Udahkan sana duduk,"tintahnya mendorong pelan tubuh Naufal.


"Kok cuma gitu do.."


"Nggak ya, nanti gosong masakanya."sela stevani terlebih dahulu.


Naufal mendengus lalu berjalan menuju kursi makannya.


Memandang punggung istrinya yang masih nampak sibuk dengan urusan memasaknya.


"Mama emang nggak salah nyari calon istri biarpun diawal nyeselin sekarang jadi gemesin,ngangenin,nenenin


Eh... astagfirullah masih pagi juga,efek pengen punya anak hufhhh... Oke Naufal Lo ganteng Lo kudu sabar,"batinya.


Lelaki itu tersentak kaget saat Stevani meletakan masakannya satu persatu.


"Makan sayang nanti telat,"tintahnya menaruh nasi beserta lauknya untuk Naufal didepan lelaki itu.


Naufal mengganggukkan kepalanya.


Lalu keduanya hanya diam menikmati sarapan pagi.


"Aku udah selesai, aku berangkat dulu ya."Naufal mengecup pelipis stevani sekilas.


"Iya,"


"Nanti aku telfon 2jam sekali ya,kamu angkat oke!!,"


"Hmm,"


"Kalau mau keluar biar dikawal bodyguard aku ya,"


"Iya,"


"Jangan godain si bram oke, aku cemburu kalau aku liat kamu godain sibram aku seret dia ke kuburan,"ucapnya mengingatkan agar istrinya tak menggombali bodyguard bernama Bram itu, lelaki berumur satu tahun lebih muda darinya yang ia akui cukup ganteng.


Garis bawahi CUKUP ganteng karena yang ganteng lebih lebih cuma dirinya. Naufal Anggara putra yang sekarang menjadi CEO muda kaya raya.


Ah orang ganteng perlu sombong dikit bukan?..


"Ke kuburan? Mau kamu ajakain ziarah?"


"Nggak, aku anter dia buat cod tiket VVIP neraka,"kesalnya.


Apa apaan ia mau ajak ziarah sibram sudah jelaslah sebagai tuan nya yang ganteng kaya raya, pandai menabung,baik hati dan tidak sombong akan membantu untuk mengantarkan lelaki itu mengambil tiket VVIP neraka nya.


Ah sudah lah lupakan.


"Mau cod sama malaikat Izrail?,"


"Sayang udah ya, aku berangkat dulu nanti kamu tanya saja si Bram dia soalnya tiap malem sesi tukar curhat sama malaikat Izrail. Tapi inget kalau mau nanya atau sekedar ngobrol jarangnya lima meter oke,"jelasnya membuat stevani menyengit.


"Nggak usah dipikirin,otak cantik kamu cuma mikirin aku aja ya,"


Stevani menggangguk, lalu mencium pipi Naufal dan mengantar lelaki itu sampai depan pintu rumahnya.


"Aku berangkat oke, jaga diri baik-baik sama jaga anak kita ya,"ucapnya asal mengelus singkat perut rata istrinya dengan cengir lebarnya.


"Ihh kamu,"


"Ya sayang"


"Yi siying,"cibirnya.


Naufal terkekeh lalu mengecup kening gadisnya dan berjalan masuk kedalam mobil Jeep Wrangler nya yang dulu.


👿


TO BE CONTINUE....