
Keesokan harinya Indah dan Satya sudah bersiap akan pergi ke negara A untuk honeymoon, mereka pergi di antar oleh pak Dewo, karena orang tua Satya pagi-pagi sekali harus kembali ke kediamannya, begitupun dengan orang tua Indah.
Indah dan Satya sudah berada di dalam pesawat, sepuluh menit lagi pesawat akan take off, Satya terus menggenggam tangan Indah menyandarkan kepala Indah di bahunya
" Mas, aku takut.." ucap Indah lirih.
Menaiki pesawat adalah pengalaman pertama bagi Indah, Ia memeluk Satya erat saat pramugari memberi tahu bahwa sebentar lagi pesawat akan take off
" Kalo takut, tidur aja yah, nanti kalo udah sampai Mas bangunin, perjalanannya lumayan memakan waktu sekitar lima jam" terang Satya sambil mengelus kepala Indah
Indah hanya menganggukan kepala dalam dekapan Satya.
Sepanjang perjalanan Indah hanya tertidur di pelukan suaminya, lima jam sudah berlalu sebentar lagi pesawat akan landing, Satya pun membangunkan Indah.
" Udah sampe ya Mas" ucap Indah yang baru saja membuka matanya
" Iya sayang"
Saat mereka turun, Indah dan Satya sudah di sambut oleh supir dan beberapa bodyguard suruhan orang tua Satya, mereka akan mengantar Indah dan Satya ke hotel tempat mereka menginap.
Setibanya di hotel Indah langsung membersihkan diri agar lebih segar, beruntung Indah tidak merasakan pusing, karena selama perjalanan hanya tertidur, Sedangkan Satya sedang menghubungi orang tuanya memberitahu bahwa mereka baru saja sampai.
Indah keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk kimononya, Ia mencari keberadaan suaminya namun tidak terlihat, Indah pun segera membuka koper yang diberikan oleh mamah mertuanya mencari baju ganti namun "apa ini? kenapa di dalam koper isinya baju kaya gini semua, bahkan jika nanti aku pakai pun sama saja, aku terlihat seperti tidak memakai baju" gerutu Indah sambil memilih-milih lingerie pemberian mertuanya.
"Kalo begini, mending aku ga usah pake baju aja" Indah merebahkan diri di ranjang king size masih menggunakan handuk kimononya, tak terasa Indah sudah terlelap karena tubuhnya merasa lelah habis perjalanan jauh.
**
Di tempat lain, Ratih sedang bersiap menunggu Saroh dan Khaerul untuk nonton bioskop karena mereka sudah janjian ketemu di rumah Ratih jam sepuluh pagi ini. Ratih menghubungi ponsel Indah sedari pagi namun tidak aktif.
" kemana lagi si tuh bocah, kebiasaan banget deh telfon selalu gak aktif" gerutunya sambil mondar-mandir di teras rumah.
tak berselang lama ada mobil yang berhenti di depan rumah Ratih " mobil siapa itu?" ucapnya penasaran.
" Itu pak Arya bukan sih?" tanya Ratih sambil berjalan mendekati mobil, Saroh dan Khaerul pun keluar.
" Lo pasti bingung yah kenapa pak Arya bisa bareng sama kita?" ucap Saroh menghampiri Ratih yang terbengong
" Pagi pak Arya " sapa Ratih tanpa menghiraukan ucapan Saroh
" Pagi.." ucap Arya tersenyum
" Tih kenalin, ini pak Arya" terang Khaerul
" Iya gue tau itu pak Arya, tapi kenapa Dia bisa ikut sama kita, kita kan mau santai ngapain ada guru itu kesini" bisik Ratih pada Khaerul
" Sebenernya gue yang minta bang Arya buat nemenin kita, lagian kan ini hari Minggu jadi bang Arya ga ada kerjaan, yaudah gue ajak aja sekalian, Kan lumayan dapet tumpangan mobil gratis hehehe" ucap Khaerul yang membuat Ratih semakin bingung
" Tunggu-tunggu, Lo tadi manggil pak Arya apa, BANG?" ucap Ratih pelan
"Iyah, jadi pak Arya itu abangnya Khaerul, tadi gue juga gak percaya, tapi setelah melihat keluar dalam satu rumah dan mencium tangan orang tua yang sama, baru gue percaya" timpal Saroh
" Kok Lo ga pernah cerita sama kita si rul?" tanya Ratih greget
" he he.. iya sorry, kan kalian juga ga pada nanya" jawab Khaerul sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
" iya juga sih, kan gue juga gak pernah nanya-nanya soal keluarga dia" batin Ratih
" Kheem..!! jadi nggak nih nontonnya" Arya berdehem melihat muridnya berbisik satu sama lain.
" ja jadi dong pak" ucap Ratih terbata karena kaget
" Udah ayook keburu siang" timpal Saroh
" Ayok" jawab Khaerul