
Mobil berjalan menuju rumahnya karena langit sudah sore dan ia harus segera memasak untuk makan malam keluarga.
***
Ajeng sudah lebih dulu bangun,sekarang ia sedang duduk di teras rumah menunggu rafi sembari memakan camilan yang dibeli rafi waktu itu.
"Kenapa dia lama sekali,kan hanya ku suruh belanja saja"Ucap ajeng saat melihat mobil rafi masuk ke halaman rumah mereka.
Ajeng berdiri dan menyapa rafi dengan senyum manis "Sayang" Panggil ajeng memeluk rafi erat.
"Bisa kau tolong aku?"Ujar rafi mengeluarkan belanjaan yang ia beli.
"Tentu"Balas ajeng mengambil tiga bungkus Lava cake di samping kursi kemudi.
"Dasar,maunya cari enak saja"Ucap rafi dalam hati memandang ajeng yang masuk kedalam rumah membawa bungkusan lava cake.
Dengan segala rasa susah,rafi membawa semua belanjaannya kecuali Lava cake.
"Benar benar gila,ini sangat berat" Umpat rafi sembari masuk ke dalam rumah.
Didapur Rafi melihat ajeng yang asik memakan lava cake. Ajeng sama sekali tidak menoleh ke arah Rafi "Eum enak"Ucap ajeng mencicipi semua lava cake yang dibeli rafi.
"Sayang,aku habisi semuanya ya?"Tanya ajeng dengan wajah imutnya.
"Iya terserah kamu,jangan terlalu berlebihan tidak baik"Balas rafi menyimpan buah buahan dan daging di kulkas.
"Kamu mau masak apa?"tanya ajeng disela makannya.
"Sup ayam dan ayam goreng saja"Ucap rafi Mengeluarkan sayur sayuran dan mencucinya.
"Kenapa kau terlihat sangat ahli memasak"Ucap Ajeng menatap aneh rafi.
"Diam lah aku sedang fokus"Ucap rafi.
"Begitu saja marah"Ucap ajeng menatap sinis rafi.
"Begitu saja marah bla bla bla"Gumam rafi menirukan gaya ajeng saat berbicara dengannya tadi.
"Jangan menirukan ku!Aku tidak suka"Pekik ajeng mendengar gumaman rafi.
"Baiklah"
"Jangan menirukan ku aku tidak suka,Huh dasar aneh"Gumam rafi kembali menirukan gaya ajeng seperti tadi.
"RAFI!!"Teriak ajeng mengejutkan rafi.
"Ke-kenapa?"Tanya rafi merutuki dirinya yang masih menggangu isterinya saat sedang makan.
"Tidak tahu,pikir sendiri!"Ucap ajeng beranjak dari dududknya dan pergi meninggalkan Rafi.
"Ajeng,hey hey hey jangan marah dong.kan kamu kan lagi hamil jadi tidak boleh marah marah"Ucap rafi menggenggam tangan ajeng sembari mangacungkan tangan '✌' dan tersenyum manis.
Rafi kembali melanjutkan tugasnya yaitu Masak.Ia mengeluarkan ayam potong dari kulkas lalu menatapnya dengan jijik.
Ia menusuk nusuk daging ayam itu menggunakan garpu "Bagaimana cara mengolahnya dan ini harus di apain" ucap rafi menoleh ke arah ajeng.
Seperti mendapat firasat bahwa suaminya akan bertanya padanya,ajeng menatap rafi tajam dan mengucapkan "Jangan pernah bertanya padaku,jangan mengganggu ku,itu ide mu"Ucapnya.
Rafi memandang ajeng dengan pandangan kecewa,ia menundukan kepalanya dan ingin meraih ponselnya
yang tergeletak di sebelah tangan ajeng.
"Eits,gunakan hp yang lain aku ingin bermain ponsel mu"Ucap ajeng meraih ponsel rafi dan memainkannya sembari makan.
"Dimana ponselmu?"tanya rafi
"Ponsel rusak"Ucap ajeng menyendokan coklat ke mulutnya.
"Bagaimana bisa?"Tanya rafi tidak percaya dengan ucapan ajeng,sebabnya tadi pagi dan tadi ponselnya baik baik saja.
"Terjatuh"
"Jangan bohong atau aku marah"Ucap rafi mengetuk ngetuk meja makan marmer dengan jarinya.
Ajeng hanya diam tidak menjawab ucapan rafi,membuat rafi semakin kesal dan membanting wadah sendok hingga membuat semua sendok,garpu,dan yang lain berserakan di lantai.
Ajeng terkejut sekaligus takut dengan suaminya yang marah namun ia mencoba untuk tidak perduli.
"KALAU KAMU MENGAMBIL PONSELKU DAN TIDAK MEMPERBOLEHKAN AKU MENGGUNAKAN PONSELMU,MAKA BAGAIMANA AKU BISA MEMASAK SEMENTARA AKU SAMA SEKALI TIDAK TAHU CARA MEMASAK!" Pekik rafi mengepalkan kedua tangannya.
"Kamu kan punya otak,ya gunakan lah jangan hanya terpaku dengan internet"Ucap ajeng santai sembari menikmati cake tersebut.
"AJENG!"teriak rafi karena ajeng sudah kelewat batas.
"Masak lah sebentar lagi malam,mama dan papa akan datang sebentar lagi"Ucap ajeng beranjak dari duduknya dan berjalan ke kamar meninggalkan rafi yang masih dipenuhi amarah.
***
Assalamualaikum Wr.wb
Di penghujung bulan suci ini, Idul Fitri akhirnya datang untuk memberkati kita dengan kebahagiaan dan kemakmuran. Semoga hari ini menjadi sangat menyenangkan. Selamat Lebaran
Aku Adelia naina selaku author My teacher my husband Mengucapkan minal aidzin wal faidzin Mohon maaf lahir batin
Happy Eid Mubarak to all Muslims around the world and may the blessings of Allah be with you today, tomorrow and forever.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Foto author menyusul ya~