
"Yaudah yuk naik,tadi si kris sudah aku telpon sebentar lagi mungkin ia sampai"Ucap rafi sembari menepuk jok belakang motornya agar ajeng duduk disitu.
Ajeng pun menuruti perintah suaminya itu tetapi tetap tanpa berbicara sepatah katapun,di perjalanan juga mereka hanya diam hingga sampai di rumah.
Didalam rumah suasana mendadak sepi,suasana ini membuat rafi sangat lah tidak nyaman ia menghampiri ajeng dan memeluknya dari belakang.
"Kamu kenapa sayang?"tanya rafi yang menenggelamkan kepalanya di bahu ajeng.
"Jangan ganggu aku kalau aku lagi main game"Ucap ajeng memainkan sebuah game di handphone Rafi.
"Aneh kalau gua yang main game dia gangguin tapi kalau dia main game gua tak boleh ganggu"Kata rafi dalam hati.
Rafi beranjak dari kegiatan memeluk istrinya itu kemudian berjalan keluar menuju dapur.
"Ambil apa ya?"gumam rafi sambil melihat jajanan yang ia beli beberapa waktu lalu.
"Ada Roti,snack,es cream dan susu"
"Ambil es cream saja deh mungkin ajeng suka tapi snack juga dia suka lalu roti selai coklat juga dia suka"
"Yaudah lah gua ambil semuanya kecuali susu"Gumam rafi yang mengambil satu persatu dari Es cream,Snack dan roti selai coklat.
Setelah semua sudah diambil,ia lalu berjalan ke kamar dengan membawa nampan.
"Sayang lihat aku bawain apa untuk kamu"ucap rafi menghampiri ajeng dan meletakan nampan tersebut di meja samping kasur.
Ajeng menoleh kesamping dan melihat rafi yang meletakan nampan tersebut di meja samping kasur."Itu apa?"tanya ajeng
"Untuk kamu"Ucap rafi yang merangkak mendekati ajeng.
"Boleh aku buka?"tanya ajeng terlihat penasaran dengan isi dari nampan tersebut.
"Hm"Jawab rafi sembari mengambil ponselnya yang layarnya masih terpampang jelas kalau ajeng masih bermain game.
Ajeng mendekati nampan tersebut lalu membuka salah satunya "Wow es cream" Ucap ajeng kegirangan lalu memakan es cream itu sampai kemudian mengambil roti selai coklat dan memakannya.
Rafi yang melihat itu hanya menggeleng kan kepalanya "Dia kan barusan makan di mall sekarang makan lagi" kata rafi dalam hati.
Ajeng memakan semua makanan yang dibawakan rafi "Sayang snack ini semuanya aku makan ya?"tanya ajeng yang mulutnya sudah belepotan Selai coklat dan es cream.
Rafi menoleh ke arah ajeng "Itu memang untuk kamu"Jawab rafi terdengar biasa saja namun yang ajeng dengar bahwa rafi berbicara sangat ketus padanya.
"Kenapa kamu jawabnya ketus gitu,kamu tidak bolehin aku makan ini semua?"Tanya ajeng menghentikan aksi makannya.
"Ketus dari mana sih gua kan jawab biasa saja,ada ada saja si ajeng"Kata rafi dalam hati.
"Tidak aku sama sekali tidak berbicara ketus aku kan hanya bilang itu memang untuk kamu,lihat aku tidak berbicara ketus seperti yang kamu dengar sudah sana lanjut kan makannya"Ucap rafi berusaha menjelaskan arti dari ucapannya.
"Lagi pula aku membawa semua makanan itu untuk siapa selain kamu dirumah ini?"Tanya rafi sambil mengambil beberapa tisu basah.
"Lihat lah bagaimana cara kamu makan sampai belepotan seperti ini"Sambung rafi yang mulai mengelap sekitar mulut istrinya tersebut.
"RAFI KAMU!!"Ucap ajeng dengan suara meninggi.
"Kenapa lagi?"Tanya rafi menghentikan mengelap sekitar mulut istrinya tersebut.
"Kamu kan tahu kalau aku takut tisu terus kenapa kamu masih mengelap mulut aku pakai tisu?"Ucap ajeng menyingkiran tisu tersebut dari tangan rafi.
"Lalu?"tanya rafi yang tidak mengerti
"Ya terus kenapa kamu masih mengelap mulut aku pakai tisu,Buang!!"Ucap ajeng melempar tisu tersebut ke lantai
Sementara rafi hanya diam dengan wajah datar "Kalau tisu itu kamu buang,aku bersihin mulut kamu pakai apa?"Tanya rafi yang sedikit kesal dengan istrinya ini.
"Kenapa sekarang kamu kesal sama aku?"Tanya ajeng sambil meletakan tangannya di depan Dada.
"Kan seharusnya aku yang kesal dengan kamu karena kamu dari tadi buat aku kesal terus!"Sambung ajeng.
"Mau ngapain?"tanya ajeng yang tetap duduk dikasur tanpa berpindah posisi.
"Membersihkan mulut mu!"Ucap rafi yang semakin kesal lalu mengangkat tubuh ajeng dan membawanya ke kamar mandi.
"Aaaaaa rafi kamu mau ngapain aku!!!!!!"Ucap ajeng berusaha turun dari gendongan suaminya tersebut.
"Diamlah"
Rafi menurunkan ajeng didepan wastafel,kemudian menunjuk wajah istrinya tersebut yang belepotan tetapi menurutnya semakin menggemaskan "Lihatlah wajahmu semakin jelek saja" ucap rafi menyentuh pipi kemudian mulut ajeng.
"Kamu mengataiku jelek!?" Ucap ajeng yang menatap rafi dari kaca dengan memelototkan kedua matanya.
"Tentu saja iya,Apa kau tidak lihat Pipi mu semakin membesar dan sifatmu semakin menyebalkan"Ucap rafi memeluk ajeng dari belakang dan sekarang mereka saling tatap menatap lewat kaca.
Ajeng diam saja sambil menyentuh pipinya yang terasa semakin membesar "Apa iya pipi ku semakin membesar?"Gumam ajeng yang masih dapat didengar rafi.
"Iya sayang dan kalau aku boleh bilang tubuh mu semakin ikut ikutan membesar"Ucap rafi hati hati karena takut menyinggung perasaan istrinya.
"Apa aku terlihat gendut dan jelek?"Tanya ajeng dengan wajah sedihnya.
"Tidak,kau wanita tercantik dihatiku dan dipandanganku"Jawab rafi semakin mengeratkan pelukannya.
"Apa kau serius dengan ucapanmu?bagimana jika aku menjadi jelek dan gendut kemudian kamu akan meninggalkanku?"Tanya ajeng hampir menangis.
"Tidak akan pernah sayang,dengar"Ucap rafi membalik tubuh istrinya dan memegang dagu ajeng "Dengar kan ini,aku tidak akan pernah meninggalkanmu walau kau gendut atau semacamnya,aku tidak akan berpaling darimu"Ucap rafi menghapus air mata istrinya yang mulai turun.
"Apa kamu yakin dan serius dengan ucapanmu?"tanya ajeng menatap dalam mata rafi mencari kebohongan namun hasilnya nihil,rafi benar benar serius dengan ucapannya.
"Kapan aku bercanda dengan ucapanku?"tanya rafi.
Ajeng memeluk rafi sangat erat kemudian menangis "Rafi aku mau jujur" ucap ajeng disela sela tangisannya.
"Apa?"Tanya rafi sambil mengelus rambut ajeng lembut.
"Maaf kalau aku bohong dan rahasiain ini dari kamu"Ucap ajeng meremas baju rafi.
"Bohong apa dan rahasia apa?"Tanya rafi yang kebingungan dengan ucapan istrinya tersebut.
"Kamu jangan marah ya?"Tanya ajeng
"Iya"
"Jangan marah ya?"Tanya ajeng sekali lagi.
"Iya sayang"Ucap rafi meraih dagu ajeng agar ajeng menatapnya.
"Aku"
"Aku apa sayang?"Tanya rafi yang tidak sabaran.
"Aku"
"Aku kenapa?"Tanya rafi lembut.
"Aku se-sebenarnya"
"Kenapa?Jangan buat aku penasaran ajeng"Ucap rafi mengelus pipi istrinya.
"A-aku se-sebenarnya Ha-hamil"Ucap ajeng menatap rafi dengan pandangan sendu.
***
Hayo?Apa kalian sudah pikirkan gimana reaksi rafi saat tahu kalau ajeng hamil tapi gak jujur tentang kehamilannya?