My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
Transfusi darah berakhir



Ajeng duduk sambil memandang Rafi dengan pandangan kosong dan sedang memikirkan sesuatu,Sangking Terlalu larut dalam pikirannya ajeng bahkan tidak menyadari kalau dokter dan suster sudah masuk sendari tadi.


Salah satu suster menghampiri ajeng yang sedang melamun,dan mencoba menyadarinya.


"Mbak ajeng?"Tanya suster itu


"Eh kenapa sus?"Tanya ajeng bingung


"Pak rafi akan transfusi darah,bisa panggilan Pak josh?"Tanya suster itu ramah


"Iya sus,dimana Josh?"Tanya ajeng


"Pak josh sedang ada di ruang inap istrinya,tadi selesai check darah dia langsung kembali ke ruang inap istrinya"Jelas suster tersebut


"Oh oke sus,trasfusi nya disini ya?"Tanya ajeng lagi


"Iya mbak,jadi bawa aja kesini"jawab suster tersebut.


Ajeng berdiri dari duduk nya dan melangkah keluar menuju kamar inap istri josh,sesampainya didepan kamar inap istri josh ajeng mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk,karena menurut nya masuk ruangan seseorang tanpa izin sangat tidak sopan seperti kelakuannya pada dokter tadi.


Tok tok tok


Tak lama Josh membukakan pintu dan mempersilahkan ajeng masuk,Sekilas ajeng melihat istri josh yang memiliki paras cantik dengan kulit putih pucat dan tubuh indah bak gitar spanyol sedang berdiri menatap jendela.


"Ada apa mbak ajeng,apa sudah saatnya transfusi darah?"tanya josh ramah


"iya pak,ayo ikut saya"jawab ajeng kembali menatap istri josh yang belum merubah posisi sebelumnya.


Ajeng dan josh keluar kamar inap istri josh dan berjalan menuju kamar inap rafi,selama perjalanan tak ada satu pun yang memulai pembicaraan hingga sampai di kamar inap rafi dan masuk mereka tak mengeluarkan sepatah katapun.


"Dok ini pak josh yang mau donorin darahnya tadi"Ucap ajeng sambil menunjuk josh


"Baiklah,pak josh kesini dan berbaring disini"Ucap dokter menepuk nepuk hospital bed yang tepat berada di samping rafi.


Rafi yang sudah bangun sendari ajeng pergi memanggil josh Menatap josh tajam.Sama seperti rafi,josh menatap rafi tajam Sambil berbaring mereka beradu tatapan tajam membuat siapa yang melihatnya akan takut dan merasa aneh dengan mereka,dan ajeng menyadarinya.


Ajeng duduk disofa tadi sambil memandang kearah mereka berdua dengan pandangan aneh,Sampai Transfusi darah berakhir pun Rafi dan josh tak melepaskan tatapan tajam tersebut.


Transfusi darah berjalan dengan lancar tidak ada kendala apapun membuat ajeng bernafas lega dan senang bukan main,karena sebentar lagi suaminya tersebut akan pulih seperti semula.


Ajeng menghampiri rafi yang sedang menutup matanya,ajeng menggoncangkan bahu rafi pelan membuat sang empunya membuka mata dan menatap ajeng.


"Bagaimana perasaan kamu?udah enakan?Masih sering sesak nafas gak sama lidahnya sakit?"Tanya ajeng tersenyum cerah.


"Baik"Ucap rafi singkat


Bukan sok cuek atau bagaimana,tapi untuk menelan ludah pun masih terasa sakit apalagi berbicara,sebisa mungkin rafi mengeluarkan suara dan menjawab agar ajeng tak terlalu khawatir padanya dan terus terus menanyakan hal hal yang di rasanya tidak penting ditanyakan.


"Mau makan?"Tanya ajeng lembut sambil mengusap usap tangan rafi.


Rafi hanya menggelengkan kepalanya dan menatap ke arah lain,ia menatap ke arah josh yang sedang tertidur lemas sehabis mendonorkan darahnya.


Ajeng merasa ada yang aneh dengan suaminya tersebut karena terus terusan menatap josh dari awal josh masuk hingga sekarang,ajeng bertanya dengan pandangan heran.


"Sayang?kamu kenapa natap pak josh begitu?"Tanya ajeng


Rafi membalikan pandangannya menatap ajeng dan menjawab.


Mendengar suara serak rafi membuat ajeng mengambilkan segelas air lalu meminumkan nya ke rafi.


"Ngapain?"Tanya rafi keheranan


"Suara kamu serak bisa bisa batuk nanti,minum dulu tenggorokan kamu kering"Jawab ajeng perhatian lalu meminumkan nya ke rafi pelan pelan


Saat rafi ajeng sedang bermesraan tiba tiba pintu kamar inap rafi terbuka menampilkan seorang perempuan yang tak lain adalah istri josh yang masuk tanpa mengetuk pintu dan menyelonong begitu saja menghampiri josh yang sedang terbaring lemas tanpa memperdulikan tatapan aneh Rafi dan ajeng yang melihat kejadian tersebut.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa kasih like dan komennya~


Terima kasih sudah membaca


Salam dari author cantik


Miss J