
Sementara ajeng berbalik dan pergi meninggalkan ruang itu dan melangkah keluar rumah sakit untuk pulang mengambil uang dan menghubungi keluarga Rafi dan dirinya.
Ajeng pulang menaiki taxi,sesampainya dirumah ajeng mengambil handphone miliknya dan menelpon keluarga Rafi dan dirinya.
Tut..tut..tut
Telpon tersambung
Mama rafi:Halo jeng?
Ajeng:Mah Ra-rafi
Mama rafi:Rafi kenapa jeng?
Ajeng:Rafi sakit mah (ucap ajeng lirih)
Mama rafi:Yaampun Rafi sakit apa jeng?(Tanya mama rafi panik)
Ajeng:Sindrom iritasi usus (irritable bowel syndrome) dan Kekurangan darah mah (ucap ajeng ragu ragu)
Mama rafi:Hah bagaimana bisa?Lalu Sekarang rafi ada di mana?
Ajeng:Rafi sekarang ada di rumah sakit Citra medika dan dia sedang transfusi darah(Ucap ajeng dengan suara berat menahan tangisnya)
Mama rafi:Se-sekarang kamu lagi dimana jeng?
Ajeng:Aku lagi dirumah mah,Mau ngambil uang buat transfusi darah rafi
Mama rafi:kenapa kamu tinggalin rafi sendiri jeng!?(Tanya mama rafi dengan geram)
Ajeng:Mah gak ada waktu buat jelasin ajeng harus buru buru ke rumah sakit buat ngurus surat surat,dan tolong mah kasih tau Mama ajeng kalau aku ada dirumah sakit,Bye mah (Ucap ajeng memutus sambungan telpon dan segera keluar rumah membawa motor matic milik Mang jono)
Ternyata di dalam perjalanan menuju rumah sakit kondisi jalanan terlihat macet,ajeng terus mengumpat kasar dan tidak henti hentinya membunyikan klakson motornya.
Tin..tin..tin
"Akh sial,kalau begini transfusi bisa ditunda dan rafi malah tambah parah Sialan!"Umpat ajeng
Tanpa ajeng sadari kalau seorang pengendara mobil di sampingnya terus memperhatikan ajeng dari kaca mobil sambil tersenyum gemas melihat kelakuan ajeng di tengah tengah kemacetan.
"Lucu sekali nona ini,dia mau kemana ya kenapa terburu buru seperti itu?"Tanya pria itu pada dirinya sendiri.
Tak henti henti nya ajeng membunyikan klakson motornya yang bunyinya begitu nyaring di telinga membuat beberapa pengendara memasang raut wajah tak suka kepada ajeng.
"Woy mbak santai aja kali,setiap hari juga macet begini"Ucap pengendara itu kesal
Ajeng menoleh ke arah pengendara itu dan berkata
"Saya lagi buru buru mas keluarga saya ada yang sakit"Ucap ajeng tak kalah kesal
"Emang mbak pikir kami semua gak buru buru hah?Jangan bunyiin klakson terus berisik mbak!"Ucap pengendara lainnya
Karena kesal di marahi dan di perlakukan seperti itu ajeng malah semakin membunyikan klakson motornya lebih keras dan nyaring,ia menekan lama klakson motornya membuat semua pengendara bertambah kesal karena kelakuan ajeng tersebut.
Ajeng masih tidak menyadari kalau ia sedang diperhatikan oleh pengendara mobil sedan disebelahnya,Pengendara mobil sedan tersebut semakin tersenyum gemas melihat kelakuan ajeng yang dinilainya tidak mempunyai rasa takut itu.
Sekian lama seluruh para pengendara dijemur di bawah sinar matahari dan menghadapi kemacetan yang sangat parah itu akhirnya sedikit demi sedikit kemacetan mulai mereda,ajeng bernafas lega karena jalanan mulai terlihat lenggang.
Ajeng mempercepat gas motornya menuju rumah sakit,sesampainya di rumah sakit ajeng langsung mendatangi meja administrasi rumah sakit terlebih dahulu.
"Permisi mbak saya mau menyelesaikan administrasi atas nama Rafi sanjaya"Ucap ajeng mengatur nafasnya
"Baik,mohon tunggu"Kata perawat itu
"Rafi sanjaya pasien dikamar nomor 79?"Tanya perawat itu
"Iya mbak"Kata ajeng
Setelah menyelesaikan administrasi rumah sakit,ajeng berlari menuju ruang inap rafi.
Ajeng melihat Rafi yang sedang tertidur dengan wajah pucatnya,Ajeng tidak menghampiri rafi malahan ia memutar Balikan tubuhnya keluar Ruang rawat inap rafi dan menuju ruang dokter.
Didepan ruang dokter ajeng masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu,membuat dokter yang tersebut Terkejut.
"Sebaiknya anda mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ruangan seseorang Bu ajeng"Ucap dokter tersebut melihat ajeng yang masuk
"Dok kapan suami saya melakukan transfusi darah?Saya sudah membawa Pendonor dan menyelesaikan administrasi"Ucap ajeng mengabaikan ucapan dokter sebelumnya
"Ruangan sedang dipersiapkan bu,sebentar lagi pak rafi transfusi darah Tunggu sebentar lagi"Ucap dokter tersebut menatap ajeng yang sedang duduk didepannya
Tanpa membalas ucapan dokter tersebut ajeng keluar dari ruangan itu dan kembali ke ruang inap rafi.
Masih sama seperti tadi ajeng melihat suaminya tersebut tertidur pulas dan seperti tidak terusik dengan kehadirannya.
Ajeng tak ingin mengganggu suaminya tersebut,ia memilih duduk di sofa kamar inap sambil menunggu dokter dan suster membawa rafi.
Ajeng duduk sambil memandang Rafi dengan pandangan kosong dan sedang memikirkan sesuatu,Sangking Terlalu larut dalam pikirannya ajeng bahkan tidak menyadari kalau dokter dan suster sudah masuk sendari tadi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hola~Sorry kemarin Miss gak up Dikarenakan Miss sedang ujian online dan waktunya Dari pagi sampai sore terus malamnya belajar~
Tadinya pengen triple up,Tapi karena Rangking Vote Menurun Gak jadi deh...
Buat yang mau triple eps hari ini dan double eps besok,Silahkan Vote (100 besar) My teacher my husband ya. (Buat yang mau saja)
Oh iya Visual Josh richard Sudah ada di Eps Transfusi Darah-1 Ya,silahkan checkš
Terima kasih sudah membaca,Jaga kesehatan,DirumahAja,Semoga Covid 19 Hilang dan musnah dinegara dan negara lainnya,Amin.š
Salam sayang
Miss Jā¤