My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
More sensitive



Ajeng pun pasrah dan akhirnya membiarkan Rafi membuang buang uangnya.


Rafi tidak hanya membelikan pakaian untuk ajeng dan anaknya tapi juga box bayi,mainan bayi,sepatu dan semua perlengkapan bayi dari A sampai Z tidak terlewat olehnya.


Akhirnya Rafi dan ajeng berhenti belanja saat ajeng mengeluh capek dan mulai kelaparan.


"Kamu boros sekali"Ucap ajeng sambil memotong Steak daging dengan pisau lalu mengunyahnya.


"Untuk kamu dan bayi kita agar kalian tidak kekurangan sayang"Balas rafi.


"Ya elah sayang,kayak nggak ada waktu lain saja tapi terima kasih loh kamu sudah seperhatian ini sama aku dan bayi kita,Kamu so sweet juga ya.Dulu saja nolak-nolak punya anak tapi nyatanya Kamu lebih antusias dibandingkan aku" ucap ajeng sambil terkekeh geli.


"Aku cinta sama kamu"Ucap rafi menatap mata ajeng.


"Iya aku tahu dan aku juga cinta kamu"Ucap ajeng tersenyum manis.


"Lanjut makan"Ucap Rafi masih menatap ajeng.


"Kamu tidak makan?"Tanya ajeng


"Tidak aku sedang diet"Balas rafi


Ajeng terkekeh geli "Sok sok an diet" Ajeng mencubit lengan suaminya yang semakin gendut "Kamu tidak pernah nge-Gym lagi ya?"Tanya ajeng menyentuh tangan rafi.


"Bagaimana aku mau ke gym kalau kamu sedang hamil seperti ini,lagi pula sejak aku menikah dengan kamu aku tidak pernah ke gym"Ucap rafi


"Jadi kamu nyalahin aku karena tubuh mu semakin besar!?" Tanya ajeng menggebrak meja pelan dan memelototkan matanya.


"Salah ngomong kan gua"Kata rafi dalam hati.


"Ah tidak,aku tidak menyalahkan mu karena tubuh ku yang semakin gendut aku kan hanya bercerita saja"Ucap rafi memberikan jus buah kepada ajeng.


"Tapi kamu bilang semenjak kita menikah kamu tidak pernah gym lagi,itu bearti kamu menyalahkan pernikahan kita!" Ujar ajeng dengan wajah memerah.


"Ti-tidak sayang" Ucap rafi tersenyum kikuk "Semakin sensitif saja" kata rafi dalam hati.


"Tidak apa?kamu memang menyalahkan pernikahan kita kan karena perubahan tubuhmu?"Ucap ajeng menangis entah kenapa ajeng begitu sensitif dengan ucapan seseorang terhadapnya.


Karena ajeng menangis,banyak sekali pengunjung yang sedang makan di restaurant itu mengalihkan pandangan mereka melihat Ajeng yang menangis.Mereka kira bahwa seorang ayah membuat putrinya menangis,hingga salah satu dari pengunjung itu menegur rafi.


"Mas!Anak nya jangan dimarahin gitu dong kasihan itu"Ucap Wanita itu menepuk pundak rafi.


Wanita tersebut tercengang "Kalau ini istri anda ya jangan buat dia nangis Mas,Kasihan Masih muda sudah tersiksa"Ucap wanita tersebut memeluk ajeng.


"Sudah ya dek jangan nangis,Suami kamu Memang jahat"Karena ucapan wanita itu bukannya ajeng berhenti menangis tapi semakin kencang menangis hingga menarik semua perhatian orang yang makan di restaurant itu.


"Aaaaaaaa"Ajeng berteriak kesal.


Cepat cepat rafi mendekati ajeng lalu memeluknya dan membawanya keluar dari restaurant.


"Kamu kenapa nangis kencang sekali tadi"Ucap rafi di dalam mobil


"Aku nangis itu karena kamu di katain jahat sama ibu ibu tadi"Ucap ajeng di sela sela tangisannya.


"Te-terus apa hubungannya sama nangis?"tanya rafi menggeleng kan kepalanya.


"Aku kan istri kamu wajar dong kalau aku sedih karena kamu di katain jahat sama orang!"Ucap ajeng yang semakin tidak masuk akal.


"Iya aku ngerti tapi sudah jangan nangis terus sayang,Kasihan itu air mata kamu di buang buang terus"Ucap rafi mengelus rambut ajeng.


"JADI KAMU LEBIH KASIHAN DENGAN AIR MATA AKU DIBANDINGKAN AKU!??"Tanya ajeng dengan suara keras.


"Salah ngomong lagi,apa lebih baik gua diam saja?" Kata rafi dalam hati.


"KENAPA KAMU DIAM SAJA,BENARKAN UCAPAN AKU?"Ucap ajeng histeris.


"Gosh please stop crying honey, do you want to make everyone come to our car and arrest me on charges of violence against my wife?" Tanya rafi dengan suara rendah mencoba menenangkan istrinya.


[ARTI: Astaga tolong berhenti menangis sayang, apa kamu mau membuat semua orang mendatangi mobil kita dan menangkap ku atas tuduhan kekerasan terhadap istri?]


Ajeng menggelengkan kepalanya kemudian berhenti menangis dan memeluk rafi "Aku minta maaf,entah kenapa aku begitu sedih karena sesuatu"Ujar ajeng lirih dan memeluk rafi erat.


"Sudahlah berhenti menangis,setiap hari kau selalu menangis"Ucap rafi mencium rambut ajeng.


Ajeng menarik nafasnya seolah ingin marah namun ucapan rafi menghentikan amarahnya "Jangan marah atau aku tidak akan memberikan mu apa yang kau butuhkan sekarang" ucap rafi mencubit pipi ajeng kemudian menyalakan mesin mobil dan mengendarainya sampai rumah mereka.


***


Terima kasih sudah membaca,Jangan lupa tinggalkan jejak ya~