
Happy reading 😒
Terhitung tiga hari Stevani tidak pulang kerumah tidak pula mengabarinya, Naufal benar benar frustasi lelaki itu nampak sangat kacau, baju tiga hari kemarin belum diganti rambut acak acakan terlihat tidak terurus, Putung rokok yang menjadi pelarian menyebar dilantai kamar yang bersih menjadi kotor dan seperti kapal pecah seketika.
Lelaki itu menyesap rokok secara perlahan dengan tatapan kosong duduk di balkon kamar memandang langkit gelap bertabur bintang.
"Sayang kamu kemana aku kangen,"
"Stevani pulang aku kangen kamu pengen peluk kamu, cium kamu,"racaunya.
"BYY kamu berhasil buat aku kacau sekarang pulang ya aku benar benar kangen sama kamu my dear,"lirihnya.
"Aku salah, hukum aku sesuka kamu tapi aku mohon jangan tinggalin aku kaya gini aku benar benar kacau,"lelaki itu menangis.
"Jangan nangis suami aku kan nggak lemah,"ucap seorang gadis.
Naufal tersenyum saat melihat istrinya memakai gaun biru dengan sepatu kets putih sangat cantik.
Gadis itu cantik dengan rambut yang tergerai bahkan cantik sekali.
Naufal bangun dari duduknya sorot mata kebahagiaan terpancar bibirnya terangkat keatas lelaki itu tersenyum manis.
"My dear you come home,"ujarnya perlahan mendekat.
Stevani menggangguk.
"Kamu udah maafin aku?,"Naufal berhenti dua langkah jarak mereka.
"Iya aku udah maafin kamu,"Stevani menggangguk pelan.
"Byy pengen peluk kamu boleh,"pintanya dengan kedua tangan merentang siap memeluk tubuh Stevani.
"Nggak kamu bikin aku sakit hati,"tegas Stevani.
"Aku mau cerai sama kamu,"lanjutnya
Naufal yang mendengar itu terkekeh.
"Jaga omongan kamu, kita nggak bakal cerai,"
"Aku lebih baik pisah sama kamu ada bang Banu yang lebih baik dari kamu, sadar kamu udah bikin aku kecewa," Stevani berjalan meninggalkan balkon.
Naufal mengejar Stevani dengan terus berteriak memanggil istrinya.
"SAYANG AKU NGGAK MAU CERAI, KAMU CUMA PUNYA AKU!"
"STEVANI,"
"SAYANG TARIK OMONGAN KAMU KITA NGGAK AKAN PISAH!!"
"STEVANI BERHENTI!!!"
"KAMU CERAIN AKU,AKU BAKAL BUNUH DIRI,"teriak Naufal menuruni tangga mengejar Stevani.
Stevani menoleh saat mendengar ucapan Naufal.
"BUNUH DIRI SANA COWOK BRENGSEK KAYA KAMU NGGAK GUNA,"Stevani berteriak keras membuat suaranya menggelegar dipenjuru rumah.
"NGGAK, KAMU NGGAK BOLEH BIARIN AKU BUNUH DIRI KAMU BELUM PUNYA ANAK DARI AKU,"
"SAYANG AKU NGGAK MAU KITA CERAI NGGAK MAU, NGGAK MAU."
"AKU AKAN URUS SURAT PERPISAHAN KITA"Stevani berbalik berjalan menuju kepintu utama.
Naufal menggeleng dengan air mata yang terus menetes lalu lelaki itu berlari cepat mengejar stevani.
Bruk..
Naufal tersandung, punggung gadis itu menghilang, lelaki itu segera bangun dan berlari cepat mengejar Stevani.
"SAYANG KAMU DIMANA?,"
"BYY NGGAK MAU CERAI, SAYANG NGGAK MAU CERAI,"Naufal menangis sesenggukan dengan kaki cepat mengelilingi rumahnya mencari gadisnya.
"NAUFAL"teriak seseorang dibelakangnya.
Naufal menoleh mendapati Zidan dibelakangnya dengan Tania disamping nya.
Naufal berlari cepat kearah dua orang tersebut.
"Lo tadi lihat istri gue nggak dia maafin gue tapi dia minta cerai,"ujar Naufal menggoyangkan badan Zidan, air mata lelaki itu meluruh.
Tania dan Zidan menatap iba naufal.
"JAWAB GUE DAN, LO LIHAT KAN MANA ISTRI GUE...,"
"Stevani nggak ada disini,"
Bugh...
"TADI DIA KESINI MATA LO BUKA HAH,"bentak Naufal mencengkram erat kerah Zidan.
Tania gelagapan melihat itu lalu dengan keberaniannya ia mencoba melepas Cengkeraman tangan Naufal dari kerah baju Zidan.
"UDAH WOY! LO HALU LEPASIN ZIDAN, TEMEN LO NGGAK BISA NAFAS,"ujar Tania mencoba melepas Cengkeraman kuat tangan Naufal.
Naufal menoleh dengan tatapan siap membunuh membuat Tania seketika diam.
"GUE NGGAK HALU GUE LIAT STEVANI DATANG KERUMAH GUE,"bentaknya.
"GUE TAU LO KACAU, NGGAK GINI JUGA FAL,"tegas Zidan dengan suara lantang.
Naufal menoleh Zidan berjalan mundur tiga langkah lalu menatap keduanya dengan sorot mata penuh amarah.
Tanpa bicara lelaki itu berlari menuju gerbang untuk melanjutkan mencari istrinya.
Lelaki itu yakin ia tidak berhalu itu nyata hanya dua orang itu saja yang nggak percaya.
Zidan dan Tania saling melirik keduanya langsung mengejar Naufal yang tengah membuka gerbang.
"SADAR ISTRI LO NGGAK ADA DISINI! SADAR FAL, LO NGGAK BOLEH KAYA GINI,"bentak Zidan menarik kerah Naufal.
Tania berdiri lima langkah dari mereka gadis itu hanya terdiam kaku.
"GUE NGGAK HALU ISTRI GUE TADI KESINI,GUE NGGAK HALU ZIDAN ,NGGAK HALU GUE!"
"LO HALU GUE KESINI NGGAK KETEMU SIAPA - SIAPA CUMA LO YANG KAYA ORANG GILA TERIAK TERIAK NYARI ISTRI LO!"
"GUE TEGASIN GUE NGGAK HALU ZIDAN,"tegas Naufal menepis kasar tangan Zidan yang mencengkram kerahnya.
Bugh..
Zidan membogem wajah Naufal karena terlalu geram dengan temannya itu.
Naufal tak terima ia membalas Bogeman zidan,Zidan dengan gesit menangkis setiap serangan Naufal,Naufal cukup bruntal karena lelaki itu diselimuti amarah yang meledak-ledak membuat Zidan kewalahan.
Naufal menduduki perut Zidan membogem habis habisan wajah Zidan.
Tania yang melihat ia panik seketika Zidan terlihat hampir tak sadarkan diri,gadis itu menengok kanan kiri,sepi keadaan sangat sepi.
Matanya menelisik area tersebut matanya binar melihat balok kayu cukup besar dengan cepat ia mengambil dan mendekati keduanya dengan sekali ayunan balok kayu itu mengenai punggung Naufal membuat lelaki itu tak sadarkan diri diatas Zidan.
Mungkin ini sangat keterlaluan tapi hanya ini caranya kalau tidak Zidan bisa jadi akan mati.
Zidan membelalakkan matanya saat melihat Tania memukul Naufal dengan balok kayu cukup besar sampai Naufal tak sadar diri tapi ia paham langsung bangun dibantu oleh tania.
Kedua orang itu memapah tubuh Naufal yang tak sadar diri menuju dalam rumah.
TO BE CONTINUED...