
"Lo yakin?" Tanya raisha.
"Iya gua yakin banget" Ucap ajeng menganggukan kepalanya.
Didalam Hati ajeng tersimpan banyak pertanyaan dan dugaan salah satunya adalah Orang yang tahu rumahnya adalah orang yang mengantarkannya ke rumah sakit beberapa hari yang lalu.
"Jeng,Kenapa lo bengong?" Tanya raisha menatap sahabatnya itu.
"Gak papa cuma mikirin makanan untuk didalam" Ucap ajeng sembari menyengir seperti kuda.
"Yaudah kita masuk saja kedalam,Mungkin mereka nungguin lo" Ucap Raisha sembari merangkul ajeng dan membawanya masuk ke dalam.
^◇^
Rafi pergi ke salah satu supermarket di dekat daerah tempat tinggalnya.
Ia membawa Troli dan berkeliling supermarket sembari memilih makanan apa yang akan ia beli.
"Beli snack saja kali ya" Ucap rafi mendatangi Rak snack dan mengambil banyak sekali snack aneka rasa dan bentuk tidak perduli berapa harganya.
"Lalu apa lagi?" Tanya rafi mendorong troli maju.
Saat memasuki Rak yang berisi minuman-minuman segar. Troli yang ia gunakan menabrak Troli pembeli lainnya,dan yang lebih sialnya lagi pemilik Troli tersebut adalah orang yang ia jauhi dan hindari,Agnes.
"Pak Rafi. Lagi belanja juga pak?" Tanya agnes menyapa Rafi dengan suara lembut dan senyum manisnya.
Rafi hanya berdehem dan berjalan menjauhi Agnes. Tapi Bukan agnes namanya jika seseorang meninggalkannya dalam keadaan penasaran ia tidak menyusul.
Dengan sedikit berlari,Agnes mendekati rafi dan memanggilnya "Pak Rafi" Ucapnya berdiri disamping Rafi yang sedang memilih minuman.
Rafi meliriknya sekilas kemudian melanjutkan aktifitasnya.
"Pak?" Panggi agnes sekali lagi.
Kali ini Rafi menyahuti nya "Kenapa anda masih mengikuti saya?" Tanya Rafi tanpa melihat agnes.
"Ihh siapa yang ngikutin bapak. Jangan Geer Deh" Ucap agnes tertawa kecil.
"Siapa tahu begitu" Ucap Rafi tersenyum sangat kecil bahkan terlihat seperti bukan tersenyum.
"Anda belanja sebanyak ini..Untuk siapa?" Tanya agnes menatap Troli Rafi.
"Kepo" Ucap rafi mengalihkan pandangannya ke rak belakangnya yaitu Rak Roti.
"Saya kan bertanya pak" Ucap Agnes mengikuti gerakan rafi.
"Ada acara ya dirumah anda?" Tanya agnes menerka-nerka.
Rafi hanya membalas dengan berdehem dan meletakan beberapa Bungkus Roti Mulai dari Rasa Coklat,Keju,Nanas,Blueberry,Strawberry dan kacang ke Trolinya.
Kemudian melanjutkan jalannya ke Rak yang ia inginkan.
Berharap agnes tidak mengikutinya lagi,Namun Harapan hanya harapan. Agnes kembali mengikuti Rafi ke rak satu dan rak lainnya.
"Anda kenapa masih mengikuti saya?" Tanya Rafi kesal dan menatap tajam agnes.
"Saya juga ingin berbelanja,Jangan salahkan saya dong. Ini kan tempat belanja jadi saya juga mau belanja" Ucap agnes mengelak dan mengalihkan pandangannya ke rak di sebelah kiri rafi.
Rafi selalu kalah jika berargumen dengan para wanita,Jadi ia hanya menatap malas ke agnes dan membiarkannya melakukan apa yang ia mau tanpa memperdulikan nya.
"Apa semua wanita seperti ini,Selalu ingin memang dalam hal apapun?" Tanya Rafi pada dirinya sendiri.
Rafi pikir ia sudah selesai membeli makanan untuk orang rumah,Ia segera berjalan menuju tempa kasir dan membayar semua yang ia beli kemudian segera meninggalkan supermarket itu dan pulang kerumah.
^◇^
Ajeng berjalan keluar rumah ketika mendapat pesan dari rafi bahwa dirinya segera sampai dirumah.
Rafi memasukan Motor beat nya ke garasi dan menurunkan barang belanjaannya dari motor.
Ajeng menghampiri rafi dan membantunya membawakan barang barang itu kemudian masuk dari pintu belakang rumah yang tembusannya langsung ke dapur.
"Aku tidak tahu harus membeli apa untuk tamu,jadi aku membeli ini saja yang kira kira pas. Gak papa kan sayang?" Tanya Rafi menatap ajeng.
"Gak papa,Kamu juga pasti bingung milih makanannya ya kan?" Tanya ajeng tersenyum manis ke rafi.
"Iya. Eum..Tadi saat di supermarket aku bertemu dengan Dokter agnes" Ucap Rafi sembari mengeluarkan Minuman yang ia beli dan meletakan nya di atas meja makan.
"Oh iya? Kenapa kau tidak ajak dia kemari" Ucap ajeng antusias.
Rafi Tampak tidak suka dengan respon yang diberi isterinya.
"Kenapa kau ingin aku mengajaknya?" Tanya rafi menaikan sebelah alisnya.
"Gak papa" Jawab ajeng enteng.
"Kalau pun kau memaksa ku mengajaknya ke rumah kita,aku tidak akan mau dan menolak dengan keras" Ucap Rafi tegas dan mencuci kedua tangannya di wastafel dapur.
"Kenapa kamu begitu tidak suka dengan Dokter agnes? Kenapa dengan dia?" Tanya ajeng menatap heran suaminya.
"Itu karena-" Ucapan Rafi terpotong sebab Raisha beserta Tiara dan diva datang ke dapur dan memanggil ajeng agar cepat meletekan makanan yang dibeli rafi ke ruang tamu.
"Ajeng cepat" Ucap Diva mengambil beberapa Snack dan membawanya ke ruang tamu.
"Iya,Kau ini lama sekali" Ucap Tiara ikut mengambil Snack dan Roti kemudian berjalan meninggalkan dapur.
"Sini aku bantu" Ucap Jua datang dan membawa beberapa botol Minuman ke ruang tamu.
Sementara Raisha hanya berdiri menatap ajeng dengan senyum konyolnya.
"Kamu kenapa?" Tanya ajeng ke Raisha
"Itu..Lo eh kamu ada Ice cream Gak?" Tanya Raisha masih dengan senyum konyolnya.
"Ada. Itu ada di kulkas,Ambil saja" Ucap ajeng berjalan menghampiri rafi yang masih diam di dekat wastafel.
"Kita harus ke depan,Tidak sopan bersembunyi disini hanya karena ada bu siska" Ucap ajeng mencubit lengan Suaminya dan meninggalkannya sendirian didapur.
"Apa dia pikir aku menyukai Bu siska? Ada ada saja" Ucap Rafi berjalan menuju ruang tamu tempat para tamu berkumpul.
^◇^
"Oh Halo ajeng" Sahut mereka bersamaan.
"Dimana Pak Rafi?" Tanya Bu siska kepada ajeng.
"Saya disini" Ucap Rafi dari arah dapur dan menyapa dengan wajah datarnya.
"Pak Rafi bagaimana kabar anda?" Tanya bu siska dengan senyum manisnya.
"Dia baik" Balas ajeng cepat dan tersenyum kepada Bu siska.
"Ajeng bagaimana kabar mu setelah keluar dari sekolah?" Tanya Abun tersenyum kikuk ke ajeng.
"Ajeng baik. Dia sangat baik" Ucap Rafi Menyela ajeng saat menjawab pertanyaan dari abun.
"Ajeng..Ku dengar kau sedang hamil?" Tanya Bu Vera menatap ajeng.
"Iya bu saya hamil" Ucap Ajeng dengan senyum malu.
"Berapa bulan?" Tanya Bu Vera menatap perut datar ajeng.
"Satu bulan lebih" Ucap Ajeng menjawab pertanyaan Bu vera.
"Syukurlah. Semoga aman sampai lahiran ya" Ucap Bu Vera diiringi senyuman manis dari bibirnya.
"Amin Bu,Makasih" Ucap ajeng dan Rafi bersamaan.
Sementara yang lainnya,Sibuk dengan Makanan yang tersedia di meja Ruang tamu.
Contohnya saja Keempat teman ajeng dan teman teman sekolah lainnya yang ikut. Mereka sibuk mencicipi makanan yang dibeli rafi.
"Dari mana kalian tahu Rumah kami?" Tanya rafi mengeluarkan pertanyaan yang dari tadi mengganjal di perasaannya.
"Itu..Dari Saya Rafi" Ucap Saputri
"Dan yang mengundang kalian?" Tanya Rafi lagi.
"Itu saya pak" Ucap Abun dan Raisha bersamaan diiringi senyuman konyol yang timbul di wajah mereka.
Rafi menghela Nafas panjang dan memijat pelipisnya.
"Toilet dimana jeng?" Tanya Rayhan memegangi perutnya.
"Lo eh Kamu kenapa Rayhan?" Tanya Raisha menatap Rayhan yang berdiri di depannya.
"Biasa,Panggilan alam" Ucap Rayhan Menyengir Layaknya seekor kuda.
"Dibelakang dekat dapur" Ucap ajeng tertawa kecil melihat kelakuan teman sekolahnya itu.
"Makasih. Aduh perut gua..." Ucap Rayhan berlari menuju toilet yang ajeng beri tahu tadi.
^◇^
Akhirnya Semua tamu tamu itu pulang setelah 3 jam berada di rumah Rafi dan ajeng.
Kini suasana Rumah mereka menjadi sangat kacau dan...Berantakan.
"Sayang" Panggil ajeng manja dan memeluk tangan rafi kemudian mengelus nya dengan lembut.
"Pasti ada maunya" Kata rafi dalam hati.
"Apa yang kamu inginkan?" Tanya rafi to the poin dan menatap malas ajeng.
"Kamu yang beresin ya. Aku kan lagi hamil jadi gak boleh cape dulu,Aku juga Sudah lelah sekali mau langsung mandi" Ucap Ajeng manja dan tersenyum imut ke rafi.
"Sudah ku duga" Kata Rafi dalam hati.
"Iya sudah,Ini hanya karena kau hamil. Sana mandi" Ucap rafi.
Saat ajeng berjalan meninggalkan Rafi,Rafi menarik kembali tangan ajeng.
"Kenapa?" Tanya ajeng Heran.
"Ucapan terima kasih nya mana?" Ucap Rafi Tersenyum penuh maksud.
"Terima kasih sayang" Ucap Ajeng melepaskan tangan rafi. Namun Rafi menarik nya lagi dan memeluknya.
"Kenapa lagi?" Tanya ajeng malas.
"Bukan seperti itu yang ku mau" Ucap Rafi menyentuh bibir ajeng dengan telunjuknya.
"Apa?" Tanya ajeng pura pura tidak mengerti dengan maksud suaminya tersebut.
"Ah sudah lah" Ucap Rafi pergi ke dapur untuk mengambil sapu,Namun tangannya ditahan ajeng sehingga ia diam ditempat dan menatap ajeng dengan malas.
"Kenap-" Saat akan bertanya,Tiba tiba Mulutnya di sumpal dengan benda kenyal dan manis.
Sedikit ******* yang diberikan ajeng kepada suaminya,Membuat rafi meraih tengkuk ajeng dan memperdalam ciuman mereka.
Ajeng memukul dada rafi saat pasokan oksigennya mulai menipis.
Rafi melepas ciuman mereka dan menyekap bibir ajeng yang basah karenanya.
Nafas mereka terengah-Engah.
"Sudah kan? Itu yang kamu mau?" Tanya ajeng tersenyum malu karena kejadian tadi.
"Hm... Tapi masih ada yang kurang" Ucap Rafi membuat ajeng kebingungan.
"Apa lagi?" Tanya ajeng
"Nanti saja,Nanti malam" Ucap rafi berjalan meninggalkan ajeng yang diam ditempat.
"Maksudnya apa sih?" Ucap ajeng.
"Biarlah,Aku malas berfikir untuk sekarang" Ucap Ajeng berjalan ke Kamar nya dan mandi di kamar mandi.
^◇^
Jalan lupa like dan komennya,Baca juga "The Assassin"
Terima kasih