
"Iya,Ajeng jangan lupa diminum ya biar cepet cepet Ngisi"Kata mama rafi kemudian masuk kedalam mobilnya dan membunyikan klakson mobilnya lalu melambaikan tangannya ke arah rafi dan ajeng.
Rafi dan ajeng kembali masuk kedalam rumahnya kemudian berjalan menuju dapur untuk menyiapkan masakan untuk sarapan.
"Hari ini kamu mau masak apa?"Tanya rafi memandang Bahan bahan masakan yang disiapkan istrinya di atas meja dapur.
"Capcai sama nasi goreng"Kata ajeng mulai memotong motong sayuran.
"Aku bantuin ya?"Tanya rafi sambil mengikat rambut panjang istrinya tersebut.
"Iya"
"Lalu aku harus ngapain?"Tanya rafi sambil menatap ajeng yang masih sibuk memotong sayuran.
"Kamu bisa masak nasi goreng?"Tanya ajeng kini menatap wajah kebingungan suaminya tersebut.
"Bisa"
"Yaudah kamu buat nasi goreng,Aku yang buat capcainya"Kata ajeng menyarankan.
"Oke lah Gampang,Kecil"Kata rafi Berlagak
"Yaudah Buat sana,Jangan lupa kasih garam dan bumbu nasi gorengnya ya,Jangan lupa juga kasih sosis biar enak,Jangan asin asin,Jan-
Ucapan ajeng terputus karena rafi langsung membungkam mulut istrinya dengan tangannya.
"Cerewet"Kata rafi kemudian melepaskan bungkamannya dan mulai menyiapkan wajan,spatula,dan bumbu bumbu yang diperlukan.
Saat rafi sedang mengaduk aduk masakannya,ia lupa memasukan garam ke dalam nasi gorengnya kemudian ia berniat mengambil garam.
"Eh sayang kamu mau ngapain tambahin gula?Aneh aneh saja"Kata ajeng mengambilkan wadah garam dan memberikannya kepada rafi.
"Ini garam?Kok sama saja?"Kata Rafi kebingungan.
"Katanya tahu dan bisa,Masa bedain garam dan gula saja gak bisa?"Kata ajeng tersenyum jahil.
"Iya sebenarnya aku tahu bedanya garam dan gula,aku sengaja ambil gula cuma pengen ngetes kamu aja"Kata rafi kembali mengaduk nasi gorengnya.
"Ck Banyak Alasan"Ajeng berdecak kesal karena suaminya itu pintar sekali mencari alasan.
"Sayang kamu jangan lupa cicipin rasanya,Asin atau tidak"Kata ajeng memperingati rafi kalau kalau nasi gorengnya keasinan.
"Iya iya iya kau ini cerewet sekali!"Kata rafi kemudian mencicipi sesendok nasi goreng ke mulutnya.
"Kenapa tidak ada rasa?Padahal sudah gua kasih Garam lumayan banyak,Apa kurang ya?"Kata rafi dalam hati
Karena merasa kurang puas dengan rasa masakannya kemudian rafi menambahkan tiga sendok garam sekaligus kedalam nasi gorengnya lalu ia mengaduknya.
Ajeng yang sibuk dengan masakannya tidak melihat rafi yang terus terusan menambahkan garam ke nasi gorengnya.
Rafi kembali mencicipi masakannya untuk ke dua kalinya "Kenapa rasanya sama saja?Hanya asin sedikit,Gua tambahin dua sendok lagi kali ya"Kata rafi dalam hati
Seperti ucapannya ia menambahkan dua sendok garam penuh ka dalam masakannya kemudian mengaduknya dan mencicipinya lagi.
"Kenapa Rasanya sangat Asin?Apa kebanyakan gua ngasih garamnya,Gua kasih apa ya biar rasanya tidak asin"Kata rafi dalam hati
Rafi kemudian melirik Wadah gula di samping ajeng,ketika ia berniat mengambilnya Justru ia malah di tanyai ajeng dengan pertanyaan yang membuatnya memutar otaknya atau sering disebut mencari alasan.
"Hey kamu mau ngapain mengambil gula?Nasi goreng gak butuh gula!"Kata Ajeng menatap tajam rafi
"Iyatah memang bisa?"Tanya ajeng seolah tidak percaya dengan ucapan suaminya.
"Iya sayang"Kata rafi menyakinkan istrinya.
"Yaudah ini"Kata ajeng memberikan wadah berisikan gula ke rafi kemudian melanjutkan masakannya.
Rafi mengambil wadah gula dan memikirkan berapa sendok yang harus ia tuangkan.
"Berapa sendok ya?Apa Lima sendok saja Sepertinya rasanya akan pas kalau dikasih lima sendok"Ucap rafi dalam hati,Kemudian Menuangkan Lima sendok penuh ke masakannya dan mengaduknya.
kali ini ia tidak mencicipinya karena merasa sudah sangat yakin kalau masakannya rasanya enak dan pas dilidah.
Ia memindahkan Nasi goreng di wajan ke Wadah yang sudah ia siapkan kemudian ia menata nya secantik mungkin supaya istrinya merasa senang dan bangga dengan hasil masakannya.
"Gimana sayang,Sudah selesai masakannya?"Tanya ajeng yang menyiapkan piring di meja makan.
"Sudah dong,Cepat kan Rafi Gitu loh!"Kata rafi sambil membusungkan dadanya.
"Iyadeh Suamiku memang yang paling hebat!"Kata ajeng sambil mencium pipi rafi.
"Nah Sudah selesai,Yuk kita langsung makan"Kata ajeng yang bersemangat mencicipi masakan suaminya.
Ajeng Mengambilkan Nasi goreng dan capcai ke piring rafi lalu kepiringnya,Sebelum makan mereka berdoa terlebih dahulu.
"Selamat makan!"Kata Ajeng kemudian Menyendokan sesendok nasi ke mulutnya.
Sementara rafi hanya diam dan tidak makan langsung,ia ingin melihat bagaimana reaksi istrinya ketika mencicipi masakannya.
"OMG!Kok rasanya begini sih?Campur campur,Asin dan manis Gue harus bilang apa ya ke rafi"Kata ajeng yang belum melanjutkan kunyahannya dan masih memikirkan reaksi apa yang ia harus tunjukan ke suaminya tersebut.
"Gimana rasanya jeng?"Tanya rafi Ragu dengan masakannya ketika melihat wajah ajeng yang seakan ingin memuntahkan makanan yang ada dimulutnya.
"Gua harus jawab apa?Gua harus jawab apa?Jujur saja kali ya?"Ucap ajeng dalam hati,dan mengunyah nasi goreng dimulutnya dengan terpaksa.
"Sayang,Bukannya masakan kamu tidak enak tetapi sepertinya kamu terlalu banyak pakai garam ya,terus kamu juga pakai gula untuk menutupi keasinan garam kan?Lalu kamu sepertinya lupa memakai Kecap manis makanya kamu kira kenapa tidak ada rasanya kan?"Ucap ajeng dengan hati hati takut jika ucapannya menyinggung Rafi dan membuatnya kesal.
Mendengar ucapan ajeng,buru buru rafi mencicipi masakannya dan BENAR! ia lupa memakai Kecap manis makanya rasanya seperti itu.
Rafi beranjak dari duduknya dan berjalan cepat menuju kamar mandi lalu memuntahkan masakannya.
"Rafi marah gak ya gua ngomong gitu?"Ucap ajeng dalam hati dengan perasaan Dag Dig Dug.
Rafi keluar dari kamar mandi dan kembali duduk di kursi makannya kemudian menatap ajeng tajam.
"Makasih kamu Sudah mau jujur dengan rasa masakan aku,maaf kalau aku buat kamu kecewa karena hasilnya seperti ini"Kata rafi menundukan kepalanya.
Ajeng mengangkat dagu rafi sambil tersenyum manis kemudian menatapnya dalam dalam.
"Kamu Tidak perlu kecewa dan nyalahin diri kamu sendiri,Aku seneng kamu udah mau bantuin aku masak walau hasilnya tidak seperti yang kita pikirkan,Tapi bukan itu yang bikin aku seneng atau bangga sama kamu tetapi rasa keinginan kamu yang mau bantu aku masak,kalau gini aku seneng karena aku bisa bersama sama kamu walau sedang masak sekalipun,Aku seneng menghabiskan waktu aku untuk bersama kamu"Ucap ajeng bersungguh sungguh kemudian mengecup bibir rafi sebentar dan mencium pipi kanan dan kiri rafi.
"Terima kasih"Ucap rafi memeluk ajeng erat dan mencium kening ajeng.
***
Masih ada one eps lagi ya nanti siang~Jangan lupa Like Komen dan vote,Kalau bisa sih Kasih Tip Biar Miss makin semangat dan bisa kasih eps banyak😁Kwkwkwk Miss Matre ya
oke sampai jumpa di eps selanjutnya