My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
viendo una película juntos (menonton film bersama)



Rafi berjalan meninggalkan wanita itu menuju tempat keranjang bayi "Sialan Gua sampai salah orang,malu banget gua" Rafi mengusap wajahnya kasar "Kemana lagi gua harus cari?"Rafi melihat sekeliling ruangan itu lalu melihat Wanita yang mirip ajeng sedang berbincang dengan seorang SPG."Itu ajeng bukan sih?"Tanya pada diri sendiri.


Sejenak Rafi terdiam ditempat sambil terus memandangi wanita yang mirip dengan ajeng itu. "Gua samperin saja lah" Rafi berjalan menghampiri wanita tersebut.


"Permisi" Ucap rafi dengan suara rendah


SPG dan wanita itu menoleh ke arah Rafi dan menatap rafi "Ada apa Mas?" Tanya SPG itu dengan sopan. "Lho Rafi kamu kenapa kesini?" Tanya ajeng dengan wajah keheranan.


"Syukur deh ternyata ajeng"Kata rafi dalam hati


"Tidak kenapa kenapa mbak"Ucap rafi sambil menarik tangan ajeng keluar dari toko tersebut.


"Rafi kamu ngapain ngajakin aku keluar?"Tanya ajeng sembari melepaskan tarikan tangan Rafi.


"Kamu yang kenapa bisa sampai kesini?"Tanya rafi tegas dan memelototkan kedua.


"Ak-aku Cuma pengen jalan jalan doang karena aku jarang jalan jalan terutama jalan bareng kamu rafi"Jawab ajeng dengan pandangan tertunduk.


Rafi Menarik nafas lalu memenghembuskan nafasnya dan menarik tangan ajeng ke salah satu restaurant di mall tersebut tanpa bicara sedikitpun.


"Rafi" Panggil ajeng lirih


Rafi tak menghiraukan panggilan ajeng,ia terus berjalan hingga sampai di salah satu kursi restaurant dan memilih duduk di kursi paling pojok.


"Kamu mau makan apa?" Tanya rafi lembut dan menatap wajah ajeng.


"Aku tidak lapar" Kata ajeng yang masih menundukkan kepala karna tidak berani membalas tatapan dari suaminya tersebut.


"Kamu mau makan apa?" Tanya rafi sekali lagi


"Aku tidak lapar" Ajeng mengulangi jawabannya.


Rafi menghela nafas "terus kamu mau apa?" Tanya rafi mengusap rambut Ajeng lembut.


"Aku cuma mau kamu lebih perhatian sama aku"Ucap ajeng lirih dan menatap mata rafi."Aku rasa kamu itu semakin hari semakin menjauh dari aku" Lanjut ajeng.


Rafi hanya diam mendengarkan ajeng berbicara dan mulai mengintropeksi diri.


"Maaf aku tidak bermaksud membuat kamu tidak nyaman atas pernikahan kita" Ucap rafi menggenggam tangan ajeng.


"Iya aku mengerti tapi...bisakah kamu lebih memberikan aku perhatian?" Tanya ajeng semakin menggenggam erat tangan rafi.


"Tentu saja kamu kan istri ku,akan aku beri kamu semua perhatian aku" Ucap rafi tersenyum menawan dan hendak memeluk ajeng tetapi tiba tiba


"Maaf tuan dan nyonya ingin memesan apa?"Tanya pelayan itu sembari meletakan sebuah buku menu ke meja.


"E-eh Ma-maaf,mbak ngagetin sa-saja hehe"Ucap ajeng gelagapan dan mengambil buku menu.


Sementara rafi hanya diam dengan wajah memerah menahan malu lalu mengambil ponselnya.


"Saya pesan Potato cheese stick satu dan jus jeruk satu" Ucap ajeng lalu menoleh ke arah Rafi yang sibuk dengan ponselnya."kamu pesan apa?" Tanya ajeng pada rafi.


"Siomay ayam udang lalu minumannya sama seperti kamu"Jawab rafi tanpa memandang ajeng.


"Jadi Potato cheese stick satu,Siomay ayam udang satu dan jus jeruk dua,ada tambahan lagi?"Tanya pelayan yang usianya sudah tidak muda lagi.


"Iya mbak"Jawab ajeng.


"Baik,mohon ditunggu"Ucap pelayan itu berlalu.


Setelah pelayan itu pergi,ajeng kembali memeluk lengan rafi yang sedang bermain Game itu hingga membuat Rafi tidak bisa konsentrasi karena ajeng.


Karena merasa terabaikan ajeng menghela nafas kasar dan memasang wajah bete.


Mendengar ajeng yang menghela nafas Rafi menghentikan kegiatan bermain gamenya dan bertanya dengan wajah khawatir "Kamu kenapa?" Tanya rafi.


"Gak papa" Ucap ajeng menggelengkan kepalanya.


"Kamu kenapa bete?"Tanya rafi sambil menyingkirkan rambut yang menutupi wajah istrinya tersebut.


"Kamu mau apa?es cream?mau nonton?"Tanya rafi mengelus rambut ajeng.


"Gak papa cuma laper"Jawab ajeng lemas.


"Kan tadi dirumah sudah makan,kenapa cepat sekali laparnya?"Tanya rafi sambil menusuk nusuk pipi ajeng yang semakin lebar.


"Biarin"Jawab ajeng Cuek.


Beberapa menit kemudian Makanan yang mereka pesan datang "Selamat menikmati" kata pelayan yang mengantar pesanan mereka. "Terima kasih Mas" Ucap ajeng yang mulai menyantap makanan tersebut diikuti Rafi.


15 menit berlalu mereka memutuskan untuk berjalan jalan terlebih dahulu sebelum pulang,Mereka memilih ke lantai paling atas tepatnya Bioskop.


Ajeng terlihat masih memikirkan film apa yang akan ia tonton "Sepertinya Film Sea fever Bagus" Jawab ajeng yang tertarik dengan film tersebut.


"Film horror?"Tanya rafi memastikan.


"Iya seru deh sepertinya"Ucap ajeng


"Yakin?"


"Iya sayang"


"Yaudah aku beli dulu tiketnya kamu tunggu dikursi itu" Ucap rafi menunjuk sebuah kursi tunggu.


"Iya"


Ajeng berjalan menuju kursi tunggu dan duduk menunggu rafi disana sementara rafi berjalan membeli tiket kemudian membeli beberapa popcron ukuran jumbo dan minuman ukuran sedang.


"Mulai jam berapa sayang?"Tanya ajeng membawa popcron ukuran jumbo ditangannya.


"Sebentar lagi,kita tunggu di depan teater saja"Ucap Rafi berjalan berdampingan dengan ajeng.


Sesampainya di teater 6 "Yah Kursinya tinggal untuk satu orang saja gimana dong?"Tanya ajeng yang berdiri dekat kursi tunggu tersebut.


"Kamu saja yang duduk"Ucap Rafi menyuruh ajeng duduk.


"Tidak mau lah!Kamu Gimana?Cape dong berdiri terus?"Ucap ajeng yang masih berdiri.


"Udah kamu duduk"Rafi mendorong bahu ajeng agar duduk namun ajeng bersikeras tidak mau "Tidak mau!".


"Mau dipangku?"Tanya rafi menaikan sebelah alisnya.


"Mau mau!" Jawab ajeng bersemangat


"Yaudah"


Pada akhirnya karena tidak ada yang mau mengalah Jadinya Rafi memangku ajeng seperti seorang ayah yang memangku anak perempuannya,tubuh ajeng yang tidak terlalu besar dan tinggi membuatnya seperti Sugar baby dimata orang yang melihatnya.


Semua orang yang berada disekeliling mereka membicarakan kemesraan Rafi dan ajeng.


"Ih itu romantis banget ya?"


"Aaaa Gua juga mau tapi sama siapa?Gua jomblo"


"Sayang kamu lihat itu mereka romantis banget ya,tak seperti kita ini"


"Sayang aku juga mau dipangku sama kamu" lalu "Tidak!Kamu itu gendut bisa patah tulang paha aku!"


Dan masih banyak lagi yang bergosip.


Hingga tidak berapa lama suara pemberitahuan bahwa teater 6 dibuka.


"Ting..Nung..Ning..Nung


Pintu teater 6 telah dibuka Para penonton yang telah memiliki karcis dipersilahkan untuk memasuki ruangan teater,Mohon perhatian anda


Ting..Nung..Ning..Nung"


"Yuk masuk itu sudah dibuka"Ucap Ajeng yang berdiri dari pangkuan rafi.


"Hm"


Semua orang yang sudah menunggu satu persatu masuk kedalam ruangan teater setelah diperiksa Tiket mereka masing masing.


***


Halo! How are you guys???


Jadi kalian setuju tidak kalau Aku Up setiap hari?Komen ya👇


I'm so so sorry because yesterday aku tidak up,Karena Aku benar benar sibuk dengan urusan pribadi ku dan ibadahku.


Sebagai gantinya insyaallah Hari Kamis or jum'at aku bakalan Triple up😁


Oh iya untuk kalian yang bosen or gabut dirumah aja,Aku saranin nonton film sea fever deh! Seru Lho genre horror atau thriller gitu,Sinopsisnya nanti aku kasih di eps selanjutnya.


follow akun instagram aku ya @itsadelia20


Oke see you next chapter!