
Always happy 🤯
Seperti rencana beberapa hari yang lalu kini kedua insan itu telah disatukan dalam satu ikatan janji suci pernikahan,acara berlangsung tidak dipublikasikan karna mengingat Stevani masih sekolah.
Naufal? Lelaki itu tak mempermasalahkan.
Acara berlangsung dengan lancar, tamu undangan hanya keluarga besar dalam kedua pihak pengantin. Stevani mengundang tiga sahabat nya indah ,ziko, Tania dan tak lupa juga mengundang tiga sahabat yang sudah ia anggap abangnya siapa lagi kalau bukan Banu,Sean dan Arlan
Bukan maksud apa mengundang mereka Stevani rasa mereka perlu tahu,begitu juga Naufal ia mengundang dua sahabat SMA nya.
Stevani duduk di ranjang kamarnya setelah acara selesai ia sengaja tidak tidur duluan Karena menunggu seseorang yang 3 jam yang lalu resmi menjadi suaminya,Stevani sudah mandi duluan dan sekarang giliran Naufal yang mandi.
Stevani menunggu sembari memainkan ponselnya tak lama kemudian seseorang yang ia tunggu keluar dari kamar mandi.
"Kok belum tidur?"tanya Naufal dengan tangan memegang handuk dan mulai mengeringkan rambutnya.
"Nungguin bapak."balas stevani mematikan ponselnya.
"Ngapain, ngajak malam pertama?"goda Naufal berdiri didepan stevani.
"Gausah nyebelin deh, saya mau ngomong serius sama bapak."kesal Stevani.
"Yaudah mau ngomong apa?"
"Saya punya permintaan pada bapak dan bapak harus turutin permintaan saya."ucap stevani yang diangguki Naufal.
"Nomer satu, Saya minta bapak jaga jarak dengan saya minimal satu meter." ucap stevani mengangkat jari telunjuknya
"Tap.."
"Nomer dua, bapak jangan pernah sentuh saya bila bersentuhan hanya ujung jari dengan ujung jari, kita akan satu ranjang tapi harus ada jarak minimal 40cm "lanjutnya tanpa memberi waktu Naufal berbicara.
"Kok git.."
"Nomer tiga,jangan perkosa saya sebelum saya lulus eh... Maksudnya nganu itu... Apa yang dilakukan antara suami istri yang itu loh pokoknya,harus paham maksud saya dan nggak ada penolakan." jelas stevani.
"Oke, saya penuhin permintaan kamu."Naufal membalas ucapan Stevani "tapi saya juga punya permintaan sama kamu"lanjutnya.
"Apa?"
"Setelah kamu lulus sekolah tiap malam 10 ronde"ucap Naufal membuat Stevani melotot lalu Naufal berjalan mendekati istrinya yang sedang mematung dengan kedua mata melotot lalu ia berbisik, "saya nggak terima penolakan sayang."bisik Naufal dengan jail ia meniup leher Stevani membuat buluk kuduk Stevani berdiri.
Setelah nya naufal pergi keluar kamar Sebelum Naufal menutup pintu kamar ia tersenyum miring menatap istrinya yang tengah menatapnya dalam diam.
"Ngeselin banget sih tu guru untung cakep kalau kagak gue tonjok tu mulut."gumamnya setelah Naufal pergi.
*** Â Â
           Â
Stevani mengerjabkan matanya melirik jam dinding di kamarnya terlihat jam menunjukkan pukul setengah 9 pagi, apa sangat nyaman dirinya sampai baru bangun untung saja hari ini sekolah libur.
ia jadi bisa malas malasan dirumah, perlahan gadis itu mendudukkan dirinya melihat samping kiri kasurnya tidak mendapati suami barunya, kemana dia? Pikirnya lalu mengedikan bahunya acuh. Ia bodo amad dimana suaminya itu, Stevani memutuskan untuk mandi rencana selanjutnya ia akan menonton Drakor kesukaannya.
tak lama setelah Stevani masuk kamar mandi pintu kamar terbuka terlihat sosok lelaki dengan style santai berjalan memasuki kamar,suara gemericik air terdengar ia yakin bahwa istrinya sedang mandi.
ponselnya bergetar menandakan pesan masuk dari seseorang ia membuka pesan tersebut ternyata teman SMA-nya dulu yang mengajaknya untuk berkumpul bersama.
Naufal berjalan mendekati pintu kamar mandi berdiri didepannya, lalu ia pamit akan pergi kumpul bersama temannya setelah mendapat izin Naufal segera keluar dari kamar.
tak lama stevani keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di tubuh nya dan rambut yang ia balut handuk kecil untuk menutupi rambut yang basah, ia lupa tidak membawa baju ganti alhasil ia harus keluar untuk mengambil bajunya untung saja naufal tidak sedang dirumah maka ia tidak khawatir saat dirinya keluar kamar dengan hanya memakai handuk.
Tak lama pintu kamar terbuka Stevani tidak menyadari hal itu ia terus fokus pada baju bajunya.
Naufal berdiri diambang pintu ia menelan salivanya dengan kasar saat matanya melihat tubuh istrinya yang hanya dililit dengan handuk dari bawah ketiak sampai setengah paha.
ia seorang laki-laki normal sangat wajar dirinya langsung nafsu saat melihat pemandangan tersebut tanganya gatal rasa ingin melepas handuk dari tubuh istrinya itu dan langsung menerkam nya lalu bermain kuda-kudaan sampai pagi tapi ia harus menahan gairah nafsu nya ia tidak boleh kelepasan karna ia masih ingat istrinya masih sekolah.
Naufal menggeleng kepalanya saat pikirannya dipenuhi dengan, ahhh.. sudahlah nggak perlu dijelaskan.
...
...
Naufal berdeham membuat Stevani terlonjak kaget lalu dengan cepat stevani membalikan badannya, kedua matanya melotot sempurna saat melihat suaminya berdiri di depan pintu yang sudah di tutup.
Stevani langsung gelagapan ia meruntuki dirinya yang bodoh karna memilih baju terlalu lama alhasil saat dirinya yang masih menggunakan handuk dilihat suaminya.
"Tutup mata bapak."titah Stevani membuat Naufal tersentak lalu ia tersenyum miring.
"Kerjain lucu kayanya"batin naufal.
"Buat apa saya tutup mata,saya ingin melihat apa yang sudah jadi hak saya."ujar Naufal berjalan lebih dekat menuju sang istri.
"Jauh-jauh pak atau saya teriak nih."panik Stevani perlahan berjalan mundur.
Sial punggung nya menambrak lemari pakaiannya.
"Teriaklah sayang, kamar kamu kedap suara kalau kamu lupa."Naufal berkata dengan perlahan mendekati stevani.
Stevani yang melihat itu pun langsung panik bukan main.
Deru nafas Naufal menerpa wajah Stevani aroma lavender tercium di indra penciuman Stevani begitu juga aroma strawberry yang berasal dari tubuh Stevani tercium dihidung Naufal.Â
"Kamu menggoda saya Stevani?"
"Nggak ya pak."
"Stevani saya menginginkanya"bisik Naufal dengan suara seraknya.
"Sadar pak, bapak sudah janji tidak akan grape grape saya sebelum saya lulus."cicit Stevani ia mulai memejamkan matanya saat kening keduanya menyatu.
"Kalau bibir doang boleh?"tanya Naufal menyentuh bibir ranum istrinya
"Nggak pak, bapak sudah janji tidak menyentuh saya sebelum saya lulus sekolah."cicit Stevani menggigit bibir bawahnya ia gugup, ia panik Stevani tau guru muda yang sekarang berstatus suami nya adalah cowok normal mana mungkin melihat dirinya seperti ini tidak nafsu.
"Bapak jangan macem macem ya." Matanya menutup rapat saat hidung keduanya saling menempel begitu juga kening mereka.
"Nggak macem-macem cuma satu macem kok."Jawab Naufal ikut memejamkan matanya.
"Jadi bapak mau perkosa saya? Saya laporin polisi nih." Naufal tertawa dalam hati, Ada ada saja istrinya ini.
"Laporin aja, bukannya hal kaya gitu wajar dilakukan sepasang suami istri hmm."
"Jangan pak, saya masih kecil." Ucapan Stevani membuat Naufal membuka matanya dan sedikit memberi jarak.
"Kecil?, Mana coba saya liat kalau beneran kecil biar saya bantu besarin." Ucapan Naufal membuat Stevani melototkan matanya.
"Apaan sih pak! ambigu banget dan tolong jangan racuni otak polos saya, okey." Kesalnya menatap nyalang lelaki didepanya itu.
"Kamu masih polos?" Tanya Naufal dengan senyum mengejek.
"Kalau masih polos biar saya ajari."lanjutnya.
"Jangan macem macem ya pak, mau saya tonjok huh." Gadis itu menunjukkan kepalan tangannya tepat dihadapannya lelaki itu.
"Masa baru juga tadi saya ucap ijab qobul dengan nama kamu udah mau kdrt aja."
"Nyeselin banget ih." Kesal Stevani mengerucutkan bibirnya dengan bersedekap dada.
"Hahaha.. kamu lucu banget sih gemes pengen saya bawa keranjang teru...aw sakit." Ucapan Naufal terhenti digantikan dengan ringisan saat bibirnya disentil kuat oleh Stevani.
"Jaga omongannya pak, saya nggak mau gitu gituan sama bapak!"
"Lah siapa juga saya mau sama kamu, punya kamu itu tepos semua." Naufal perlahan memancing kekesalan Stevani agar dapat melihat wajah merah gadis itu yang terlihat menggemaskan dimatanya.
"Kok bapak jadi ngatain saya tepos sih"kesalnya dengan wajah memerah menahan amarahnya.
"Memang kenyataankan bukan?" naufal Menjawab dengan santai.
"Awas aja setelah saya montok nan.."
"Setelah kamu montok apa hmm... kamu montok juga pasti ulah saya nanti." Jawab Naufal dengan sikap santainya.
"Terserah bapak sekarang bapak pergi "usirnya.
"Ya, saya akan pergi saya kesini cuma mau ambil dompet saya yang ketinggalan" Naufal mengambil dompetnya yang berada di atas nakas,lalu ia berdiri di depan Stevani setelah nya naufal berbisik "kamu terlihat sangat seksi." bisik Naufal dengan senyum smirknya perlahan menjauh dan keluar dari kamar menghiraukan Stevani yang terus mengumpat kesal padanya.
To be continue...ðŸ˜
               Â
                   Â