
"Hehehe" Ajeng tertawa mendengar ucapan rafi dan seketika ia melupakan kesedihannya karena wajahnya yang berubah karena tidak ia rawat semenjak menikah.
***
Sekarang mereka berada di salah satu toko Skincare terkenal di jakarta yang bernama Glow Living Beauty dan berlokasi di Plaza Indonesia.
"Kau akan membeli apa?" Tanya rafi sembari memandang area toko tersebut.
"Apapun yang aku butuhkan" Ucap ajeng yang sibuk memilih Produk-Produk Skincare yang akan ia beli.
Rafi mengambil salah satu produk Skincare dari Brand ternama Bobbi Brown dan melihat Harga yang tertera di kemasan Skincare tersebut.
"Astaga harganya mahal sekali,jika semua produk yang dijual ditempat ini harganya mencapai segini mungkin akan bisa membeli satu sampai tiga saham perusahaan" Ucap rafi dalam hati lalu meletakan kembali barang yang ia pegang ke tempat semula.
Ia membayangkan jika ajeng akan membeli banyak Skincare dengan harga mahal mungkin saja uangnya akan berkurang lumayan banyak.
Wajahnya langsung pucat seketika,membayangkan dalam satu bulan ajeng membeli skincare sebanyak dua kali.
"Sayang kau kenapa,apa kau sakit?" Tanya ajeng melihat wajah rafi yang pucat.
"Tidak aku tidak sakit" Ucap rafi mengusap wajahnya kasar.
"Ajeng?" Panggil Rafi
"Ada apa?" Tanya ajeng tanpa menatap suaminya.
"Apa kau akan membeli sebanyak itu?" Tanya Rafi menunjuk keranjang kecil yang berada di tangan ajeng.
"Iya,Kenapa?apa kau takut jika uangmu akan habis karena membelikanku ini?" Tanya ajeng ketus.
"Ya tidak,aku tidak akan bangkrut. Aku hanya...bertanya saja" Ucap rafi sembari memaksakan senyumnya.
"Jika kamu lelah menemaniku berkeliling,kau sebaiknya duduk saja di kursi itu" Ucap Ajeng menunjuk kursi empuk di dekat pintu keluar masuk.
"Tidak,aku akan menemanimu" Ucap rafi.
"Aku masih lama loh,Awas ya dirumah kamu minta pijitin" Ucap ajeng memicingkan matanya.
"Tidak akan" Ucap rafi
***
"Sayang ini sudah setengah Jam kau berada di tempat ini,apa kau tidak lelah?" Tanya rafi menahan kakinya yang rasanya benar benar sakit.
"Sebentar lagi" Ucap ajeng singkat.
"Yaudah aku sudah selesai,mari bayar" Ucap ajeng berjalan ke kasir.
Sesampainya di kasir,Suasana saat itu adalah antri. Rafi dan ajeng harus mengantri dalam antrian yang panjang.
"Antri! Ya Tuhan aku benar benar lelah,kakiku sangat sakit" Ucap rafi dalam hati.
"Sayang kau ini kenapa?Kenapa kau memegangi kakimu?" Tanya ajeng saat melihat rafi yang tertunduk memegangi kakinya sendiri.
"Ka-kaki ku hanya gatal saja" Ucap rafi pura pura menggaruk betisnya.
Rafi berusaha menghilangkan Rasa pegal dikakinya dengan cara menggoyangkan kedua kakinya seperti orang menari.
Semua yang melihat itu mengganggap bahwa Rafi benar benar sedang menari.
"Apa pria tampan itu sedang menari?"
"Apa dia mencoba menghibur rasa bosannya di antrian yang panjang itu?"
"Kenapa wajahnya seperti orang yang sedang menahan sakit di kaki?"
Ucap orang orang tersebut ketika memandang Rafi.
Ajeng merasa diperhatikan semua pembeli yang ada ditoko tersebut.Ia menoleh ke arah Rafi dan menginjakkan kakinya ke kaki rafi.
"Kau ini kenapa? Jangan membuat malu!" Bisik Ajeng.
Rafi hampir saja memekik kuat di toko tersebut saat ajeng dengan sengaja menginjak kuat kakinya yang sedang memakai sandal namun ia tahan dengan menutup mulutnya dengan kedua tangannnya.
"Mungkin ini yang dimaksud Sudah jatuh tertimpa tangga" Ucap rafi dalam hati.
"Kalau kamu lelah,lebih baik kamu menunggu ku di kursi itu. Jangan buat dirimu susah" Ucap ajeng menyuruh rafi duduk di kursi yang ia tunjuk tadi.
"Mana kartu atm mu?" Tanya ajeng menyodorkan tangan kanannya.
"Untuk apa?" Tanya Rafi
Rafi mengeluarkan kartu Atm nya dari dompet kemudian memberikannya ke ajeng.
"Apa ini ada isinya?" Tanya ajeng sembaru menatap Atm itu.
"Tentu saja ada" Ucap rafi kesal.
"Jangan kesal begitu,aku kan hanya berbelanja dan lagi pula kau yang menyuruhku" Ucap ajeng tertawa kecil kemudian maju ke antian selanjutnya.
Sementara rafi berjalan menghampiri kursi tunggu dan duduk disana.
Sekarang giliran ajeng yang membayar.
Saat akan membayar ia bertanya pada kasir tersebut.
"Mbak ada body wash dan Shower gel tidak?" Tanya ajeng
"Ada nona,anda mau beli yang mana?" Tanya Kasir itu tersenyum ramah.
"Saya ingin Body wash yang wanginya itu menggoda pria gitu mbak" Bisik ajeng pelan supanya tidak terdengar pembeli di belakangnya.
"Kalau itu kami punya Palmolive Aroma Therapy Sensual dan The Body Shop British Rose Shower Gel yang wanginya cukup menggoda pria yang menghirup aromanya" Ucap Kasir itu dengan pelan.
"Saya mau mbak,saya beli masing masing satu" Ucap ajeng bersemangat.
"Baiklah"
Kasir itu mengambilkan barang yang diminta ajeng kemudian memasukannya ke salah satu barang belanjaan ajeng.
"Totalnya 2.980.059 Juta rupiah nona" Ucap Kasir tersebut.
"Bayar dengan Kartu debit atau cash?" Tanya Kasir itu memasukan barang belanjaan ajeng ke sebuah wadah seperti paper bag.
"Debit" Ucap ajeng memberikan kartu Atm tersebut dan mengetikan angka angka di Mesin EDC.
"Terima kasih nona sudah berbelanja di toko kami" Ucap Kasir tersebut sembari tersenyum ramah.
Setelah selesai membayar belanjaan nya,ajeng berjalan menghampiri Rafi yang masih memijat kaki kirinya.
"Sayang yuk?" Panggil ajeng menyerahkan Kartu atm yang ia pegang ke rafi.
"Sudah?" Tanya Rafi menerima kartu yang diberikan ajeng dan memasukannya ke dalam dompet.
"Sudah,Yuk pulang" Ucap ajeng tersenyum senang.
"Ya,bantu aku berdiri" Ucap rafi sembari memberikan tangan kanannya.
Ajeng membantu rafi berdiri dari kursi tersebut "Kau ini berat sekali!" Pekik ajeng berusaha membuat rafi beranjak dari duduknya.
Sangking kuatnya tarikan tangan ajeng,Rafi berhasil berdiri namun ajeng tetap menariknya hingga mereka terjatuh dalam posisi Rafi di di atas dan ajeng dibawah.
Saat mereka akan terjatuh,Cepat-cepat Rafi melindungi bagian perut dan kepala ajeng agar tidak membentur lantai dengan tangan tangan nya.
Lagi lagi Mereka menjadi pusat perhatian para pembeli dan penjual ditoko tersebut.
Belum ada yang menolong mereka hingga akhirnya ajeng memekik kesakitan.
"Aw...aduh" Pekik ajeng memerangi perutnya.
Ibu ibu dan remaja yang berada disana mengerumuni ajeng dan rafi kemudian membantu keduanya berdiri.
"Adek Gak papa?" Tanya ibu ibu sekitar berumur 30 tahun
"Gak papa bu cuma sakit di bagian pinggang" Ucap ajeng mengelus pinggangnya.
Sementara rafi memunguti belanjaan ajeng yang berserakan dilantai dan memasukannya kembali ke paper bag.
Kemudian rafi segera membawa ajeng keluar dari toko tersebut dan meminta maaf atas kejadian tadi kepada semua orang.
Lalu rafi membawa ajeng pulang ke rumah mereka.
***
FYI,Setiap sabtu dan minggu novel ini libur ya.
Terima kasih,jangan lupa berikan like dan komentarnya dan Vote