My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
Rafi sakit-2



Akhirnya dokter Agnes pulang dan ajeng menutup pintunya,lalu berjalan ke kamar untuk mengganti pakaian karna ia akan membeli vitamin yang dibilang dokter cantik tersebut,Tak lupa sebelum ia pergi ia menulis surat Untuk suaminya apabila terbangun yang mengatakan bahwa ia pergi sebentar membeli vitamin di apotek.


Ajeng memilih berjalan menuju apotek,kebetulan jarak antara rumahnya dan apotek cukup dekat.Tak perduli jika kondisi langit sudah mulai gelap,Hawa dingin menyergap ajeng mengeratkan jaketnya,ia berjalan sedikit berlari tiba tiba rintik hujan mulai turun membasahi tanah.


Ajeng berlari tak perduli rintikan hujan yang semakin deras,akhirnya sampailah ia di apotek,Ramai.


Satu kata yang mengambarkan kondisi apotek sekarang,ia berjalan mendekat ke meja pembelian.


Ajeng:Mba,saya mau beli vitamin ini ada gak?(Menunjukan kertas yang menunjukan Vitamin tersebut)


Apoteker:Sebentar saya cek dulu


Ajeng:Iya mba cepet


Ajeng menunggu si apoteker dengan perasaan gusar,ia harap vitamin tersebut ada tapi sepertinya keberuntungan tak bersamanya kali ini.


Apoteker:Maaf mba lagi kosong,mba bisa cari di apotek didepan sana,agak jauh sih mba. (Ucapnya menunjuk jalan menuju apotek yang disebut tadi)


Ajeng:Mba bisa tolong cariin sekali lagi gak mba?saya bener bener butuh vitamin itu. (Ucap ajeng memohon)


Apoteker:Gak ada mba,Maaf mba (ucapnya beralih pandangan ke pembeli yang lain)


Ajeng berbalik ia menatap sendu langit gelap itu,ia meremas jari jarinya yang berada di perutnya,mengigit bibir bawahnya,Pikiran nya kemana mana


"Rafi gimana ya?"


"Rafi baca kertas gua gak ya?"


Begitulah isi pikiran ajeng sekarang,ia merogoh saku celananya.


Oh Not now,Ia lupa membawa handphone ia merutuki kebodohannya,tiba tiba seseorang menepuk bahunya,Ajeng terkejut lalu menatap orang tersebut,Matanya membulat seketika melihat orang tersebut,Rafi.


Ajeng:Ra-rafi?kamu kok ada disini bagaimana bisa?kamu seharusnya gak kesini nyusulin aku kamu kan masih sakit,kamu juga gak pake jaket,lihat muka kamu semakin pucat,Kamu menggigil!(Ucap Ajeng histeris melihat rafi datang dengan wajah pucat bagaikan mayat berjalan)


Sementara Rafi hanya menatap ajeng dengan pandangan layu,ajeng memapahnya menuju kursi apotek lalu memberikan jaketnya ke rafi,saat ingin memasangkan jaketnya ke tubuh rafi,Rafi menepisnya dan mengatakan


Rafi:Kamu aja yang pakai,aku gak papa kamu nanti kedinginan kamu kan gak tahan dingin nanti kamu tepar lagi hahaha (ucap rafi diakhiri kekehan kecil yang keluar dari bibir pucatnya)


Bukannya tertawa dengan gurauan rafi ajeng justru menangis melihat suaminya tersebut berusaha membuatnya tenang di kondisi seperti ini,Ajeng memasangkan jaketnya ke tubuh rafi tak perduli tolakan rafi,ia memasangkannya lalu mengancingkannya sampai leher.


Ajeng:Aku gak terima penolakan kamu,Aku gak mau kamu sakit lebih parah lagi,Gak seharusnya kamu nyusulin aku ke sini,kamu kenapa sih susah banget diatur,kamu susah banget aku kasih tau,Kamu kesini naik apa?Kenapa gak bilang sama aku?(Ucap ajeng dengan emosi,lalu memeluk suaminya erat erat)


Rafi:Aku gak sakit,Kamu gak usah khawatir kayak gitu,kamu jangan nangis muka kamu jelek tuh kayak bebek tapi versi cantik (Ucap rafi Mendongakan kepala ajeng dan menatap wajah cantik istrinya tersebut)


Ajeng:(Memukul mukul dada rafi)Kamu itu lagi sakit,kamu jangan bercanda gitu gak lucu!


Rafi melepaskan jaket yang diberikan ajeng,dan memakaikannya ke ajeng,Jelas Ajeng menolak keinginan rafi,mereka malah berebut jaket,Bukan untuk dipasangkan di tubuh masing masing namun berebut jaket untuk memasangkan ditubuh salah satu dari mereka.Akhirnya Ajeng mengalah dan membiarkan rafi memakaikan kembali jaketnya ditubuhnya.


Ajeng benar benar sangat khawatir dengan kondisi suaminya sekarang,ditambah hujan yang semakin deras Udara dingin benar benar masuk kedalam pori pori kulit.


Rafi terlihat semakin pucat,Ia menggigil namun ia tahan karna tak ingin istri tercinta nya tesebut khawatir dengan dirinya. Ajeng sangat sangat khawatir Ia melihat Rafi yang sesekali menutup matanya Bergumam kecil,membuat ajeng iba sekaligus takut jika hal hal buruk terjadi pada rafi.


Rafi terpaksa menerima jaket tersebut dan memakainya,lalu ia mengangkat ajeng dan didudukan di pangkuannya lalu memeluk ajeng erat dari belakang untuk menyalurkan kehangatan satu sama lain,tak perduli berapa banyak pasang mata yang melihat mereka.


Ia meletakan kepalanya dipundak ajeng dan sedikit demi sedikit kesadarannya mulai hilang,hingga akhirnya ia pingsan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Double eps hari ini jangan lupa like dan komen nya.


Menurut kalian,Seruan eps diatas atau eps ini?Dan Besok Miss libur boleh gak nih?


Baiklah,Buat para Readers tersayang Jangan lupa jaga kesehatan,Jangan stress Ya,Stay at home,Buat yang masih pelajar seperti Miss Tugas sekolahnya jangan lupa dikerjain ya~Dan selamat Libur panjang,Oh iya Tempat mu sudah Resmi libur diperpanjang belum???


Kalian asal daerah mana saja nih?


Doain Semoga Novel ini berhasil kontrak,Kalo berhasil Ntar Triple Up.


Terima kasih sudah membaca


Salam Dari Author Cantik


Miss J