My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
Perubahan Wajah dan bentuk tubuh



Rafi terlihat kelelahan saat dirumah sementara ajeng tidak sama sekali,ia malah mencoba mainan,barang dan baju yang ia beli dari mall.


Ajeng menoleh ke arah rafi "Dia bahkan belum membuatkan ku susu" Ucap ajeng berjalan mendekati rafi yang tertidur di ranjang.


"Dia bahkan belum melepaskan jas dan sepatunya" Ucap ajeng melepaskan sepatu,kaus kaki,serta kemeja dan jas yang masih melekat ditubuh Rafi Kemudian menarik selimut menutupi tubuh suaminya.


Setelah itu ajeng berjalan menuju dapur untuk membuatkan susu untuk dirinya.


"Aku bertanya tanya siapa yang membawaku kerumah sakit,apa rafi?" Ucap ajeng sembari mengaduk susu menggunakan sendok kemudian meminumnya saat kondisi susu tidak terlalu panas.


***


Ajeng kembali ke kamar setelah meminum susu ibu hamil.Kemudian membereskan barang barang belanjaannya dan menyimpannya dilemari.Setelah itu ajeng mandi dengan air hangat.


Setelah 5 menit berendam di bathup,ajeng keluar dengan menggunakan handuk mandinya dan langsung memakai baju tidur agar tidak terlalu merasakan kedinginan malam.


Kemudian membaringkan tubuhnya dan memeluk suaminya.


***


Matahari terbit dari ufuk timur Cahayanya masuk kesela-sela kamar pasangan yang sedang berbahagia ini.


Sang istri terbangun karena merasa silau dengan cahaya mentari.


Ia merenggangkan otot otot tubuhnya kemudian mengelus lembut perutnya yang datar dan menyapa kedua bayi kembar yang berada di perutnya saat ini.


"Selamat pagi sayang,selalu kuat ya didalam sana semoga jadi anak pintar amin" Ucap ajeng tersenyum saat mengajak berbicara dengan calon anaknya.


"Selamat pagi suamiku" Ucap ajeng mencium pipi suaminya membuat Rafi terbangun dari tidurnya.


"Apa sudah pagi?" Tanya Rafi memeluk ajeng dari samping.


"Ya,kau mau sarapan apa?" Tanya ajeng mengelus rambut suaminya.


"Nasi goreng spesial buatan kamu" Ucap rafi sembari mengelus perut ajeng dan menciumnya.


"Yaudah lepasin dulu ini pelukannya" Ucap ajeng menyingkirkan tangan rafi dari pinggangnya.


Saat tangannya disingkirkan oleh ajeng,Rafi semakin bermanja manja pada ajeng.Rafi semakin mengeratkan pelukannya dan bibirnya mulai tidak terkendali.


"Aaaa Rafi geli,lepasin ih aku mau bikin sarapan" Ucap ajeng menjauhkan diri dari rafi,Namun dengan cepat rafi kembali menangkap tubuh ajeng dan memeluknya kemudian mencium wajah istrinya.


"Kamu memangnya tidak bekerja?" Tanya ajeng memegang wajah rafi agar tidak menciumi dirinya lagi.


"Kerja" Ucap rafi melepaskan tangan ajeng dari wajahnya.


"Lalu kenapa kau tidak bersiap-siap?" Tanya ajeng heran


"Aku bekerja bersama mu dikamar ini" Ucap rafi yang tidak dimengerti oleh gadis berusia 18 tahun ini.


"Kerja sama aku? Dikamar ini? Maksudnya?" Tanya ajeng menyatukan kedua alisnya.


Rafi mendekatkan wajahnya ke telinga ajeng dan membisikkan beberapa kata yang membuat ajeng berteriak malu dan memukul-mukul tubuh rafi.


"Aduh sakit nih tubuhku kamu pukul pukul gitu" Ucap rafi berpura pura sakit sembari memegang tubuhnya yang dipukuli ajeng.


"Masa iya? Aku pukulnya pelan padahal" Ucap ajeng menyentuh tubuh rafi dan mengelus nya.


"Dimana yang sakit? Disini? Atau disini?" Tanya ajeng khawatir dan menunjuk-tunjuk Dada lalu perut rafi.


"Semua sakit terutama hati ku ini aduh" Ucap rafi menyentuh dadanya dan berpura pura merintih kesakitan.


"Kenapa hatimu yang sakit? Aku memukul tubuh mu bukan hatimu,jangan mengada-ada" Ucap ajeng mengerucutkan bibirnya.


"Ya...hatiku sakit karena kau menolakku" Ucap Rafi memegang bahu ajeng.


"Aku menolakmu soal apa?" Tanya ajeng


"Sudah tidak usah dibahas,aku lapar aku ingin makan" Ucap rafi turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.


Ajeng turun dari ranjang menuju dapur untuk membuatkan sarapan untuk suaminya dan dirinya.


***


Rafi keluar kamar mandi menggunakan pakaian harian rumahnya,Ia menggunakan Celana pendek hitam dipadukan dengan kaos pendek putih dan Rambut yang basah,Menambah aura ketampanan yang dimilikinya.


Rafi berjalan ke dapur,Seperti biasa setiap pagi ia akan membuat kan ajeng segelas susu ibu hamil Kecuali Kemarin pagi,karena ia lupa dan terburu buru sampai tidak membuatkan ajeng segelas susu nutrisi untuk ibu hamil


"Apa sudah selesai?" Tanya rafi memeluk ajeng dari belakang dan menenggelamkan kepalanya di lekukan leher istrinya.


"Kau mengejutkan ku!" Ucap ajeng mencubit tangan rafi yang memeluk perutnya.


"Maaf,aku kira kau sudah tahu kalau aku disini" Ucap rafi tertawa kecil.


"Apa kau sudah selesai memasaknya?" Tanya rafi mengulangi pertanyaannya.


"Sebentar lagi" Ucap ajeng mengaduk nasi goreng yang sudah diberikan bumbu di wajan panas.


"Kenapa?" Tanya Ajeng tidak menghentikan aktivitas memasaknya.


"Wajahmu...Ditumbuhi banyak jerawat jerawat kecil" Ucap Rafi sembari menyentuh jerawat kecil yang berada di wajah isterinya.


Ajeng Menghentikan Aktivitasnya kemudian menyentuh Wajahnya dengan panik.


"Apa Banyak?" Tanya ajeng khawatir dengan perubahan wajahnya.


"Iya...Lumayan banyak" Ucap rafi membuat ajeng menutup wajahnya.


"Kau tidak perlu khawatir seperti itu,nanti juga akan hilang dengan sendirinya" Ucap rafi santai,Ia tidak memikirkan betapa pentingnya Produk Skincare bagi wanita jaman sekarang.


Ajeng memukul lengan rafi begitu keras hingga rafi benar benar memekik kesakitan.


"Ini gara gara kamu!" Ucap ajeng dengan suara keras.


"Aku?" Ucap rafi menunjuk dirinya sendiri.


"Iya ini gara gara kau! Semenjak aku menikah dengan mu,aku tidak pernah melakukan perawatan diri aku...sibuk mengurus mu dan rumah ini,Bahkan saat Produk Skincare ku sudah habis... Aku tidak punya waktu untuk membelinya." Pekik ajeng mulai menangis.


"Kau menyalahkan ku?" Tanya Rafi mematikan kompor dan menatap ajeng dengan tatapan tajam.


"Iya aku menyalahkanmu atas perubahan wajah ku ini!" Ucap Ajeng Kesal.


"Ya sudah salahkan saja aku atas semua kejadian di rumah ini,aku memang pantas disalahkan" Ucap rafi memindahkan nasi goreng yang ada di wajan ke Wadah nasi lalu meletakkan di meja makan.


"Aku juga selama menikah dengan mu,Aku jarang Gym Bahkan tidak pernah lagi Tapi aku tidak pernah menyalahkan mu atas perubahan bentuk tubuh ku" Ucap rafi mengambil dua piring dari rak piring dan meletakannya di meja makan.


Rafi menyuruh ajeng duduk di kursi meja makan dan mengambilkannya nasi goreng lalu menyuruhnya makan.


"Makan,Setelah ini kita akan membeli skiner skiner yang kau mau sebanyak banyaknya" Ucap Rafi menyendokan Sesendok nasi ke mulutnya.


Ajeng masih sesenggukan dan enggan memakan nasi goreng di depannya sekarang.


"Apa kau puas?" Tanya rafi tanpa menatap ajeng.


Ajeng hanya diam dan menundukan kepalanya.


"Ajeng aku sedang bertanya kepadamu" Ucap Rafi membuat ajeng mau tidak mau menatap suaminya itu dengan wajah yang sudah berantakan.


"Apa kau marah kepadaku karena aku memukulmu?" Tanya ajeng dengan suara serak dan bibir bergetar.


"Tidak,Sekarang aku akan bertanya" Ucap rafi kembali menyendokan Sesendok nasi ke mulutnya.


"Apa kau marah karena aku membuat wajahmu mejadi seperti ini sekarang?" Tanya Rafi.


"Iya,Aku marah padamu karena wajah ku yang berubah drastis dan aku minta ganti rugi" Ucap ajeng Mengerucutkan bibirnya dan menyilangkan kedua tangannya di depan Dada.


"Ganti rugi?" Ucap rafi mengulangi ucapan ajeng


"Iya,Aku minta kau mengganti rugi karena wajahku sekarang" Ucap ajeng mengetuk ngetuk meja makan dengan sendok yang ia pegang.


"Ganti rugi apa aku tidak mengerti" Ucap rafi dengan wajah bingung.


"Kau harus membelikanku Skincare dan mengajakku pindah ke swiss secepatnya" Ucap ajeng.


"Kalau masalah Skiner itu-" Ucapan Rafi terputus karena ajeng membenarkan ucapannya yang salah.


"Skincare Bukan Skiner" Ucap ajeng membenarkan ucapan suaminya yang salah.


"Iya maksudku itu,Jadi kalau masalah skin...Care itu Aku akan membelikannya karena itu kewajiban ku sebagai seorang suami,Tapi Kalau kepindahan kita ke Swiss secara mendadak itu tidak bisa Ditambah lagi aku sudah membelikan mu Tiket keliling indonesia. Dan itu Tidak murah" Ucap Rafi mengusap wajahnya kasar.


"Apakah iya? Kau sudah membelikanku tiket keliling indonesia? Kalau begitu kita keliling saja dulu baru pindah"Ucap ajeng tersenyum lebar.


"Dasar labil" Ucap Rafi dalam hati


"Ya terserah kau saja,Tetapi jika kesehatan mu tidak terlalu baik kita batalkan semuanya. Makanya kau harus menjaga kesehatan mu dan kedua calon anak kita Oke?" Ucap rafi mengelus perut Ajeng.


"Oke oke,Kapan kita akan berangkat?" Tanya ajeng bersemangat.


"Rahasia" Ucap Rafi melanjutkan makannya.


"Makanlah atau aku yang akan memakanmu" Ucap rafi Mencubit pipi ajeng.


"Iya iya,Pokoknya setelah ini kita haru ke toko Skincare langganan ku" Ucap ajeng sembari memasukan Sesendok nasi ke mulutnya.


"Iya iya kau ini semakin cerewet saja" Ucap rafi


"Hehehe" Ajeng tertawa mendengar ucapan rafi dan seketika ia melupakan kesedihannya karena wajahnya yang berubah karena tidak ia rawat semenjak menikah.


***


Thank you dan selamat hari jumat semoga selalu mendapat keberkahan Amin.