My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
Kebersamaan keluarga



"Maaf yah, nunggunya lama, Indah gak tau kalo mau pada kesini.." sapa Indah menyalimi tangan orang tua dan mertuanya, lalu ikut duduk di meja makan.


" Iya gapapa nak, kami sengaja tidak memberitahu supaya jadi kejutan" ucap Bu Mira sambil mengelus bahu Indah


" Kamu apa kabar Nak?, apa Nak Satya memperlakukanmu dengan baik" tanya Bu Mira berbisik sambil membelai rambut Indah


" Mas Satya baik kok Bu" ucap Indah apa adanya


" Syukurlah kalo begitu, Ibu seneng dengernya, kamu juga jangan lupa nasehat Ibu yah, harus jadi istri yang penurut!"


" Iya Bu, Indah akan selalu ingat" jawabnya tersenyum


" Waaah, sebentar lagi kayanya bakal ada Satya junior nih" ucap Bu Widya saat melihat Satya yang menuruni anak tangga dengan rambut yang sama-sama basah seperti Indah, Indah lupa mengeringkan rambutnya karena buru-buru ingin menemui orang tuanya.


wajah Indah menunduk tersipu malu saat mendengar ucapan mertuanya yang suka menggoda, padahal Indah sama sekali belum melakukannya dengan Satya " Mamah nih, lihat tuh mantu kita pipinya udah kaya tomat" ucap pak Wira terkekeh begitupun pak Bagas


" Selamat malam Ayah, Ibu, Mah, Pah" Satya pun menyalami orang tua di hadapannya satu persatu


" Maaf saya terlambat turun, tadi ada beberapa kerjaan yang belum selesai" ucap Satya duduk di sebelah Indah


" Iya papah ngerti, pekerjaan membuat cucu untuk kami, iya kan" pak Wira terkekeh sambil menepuk pundak Satya , seketika ruangan pun menjadi ramai oleh suara gelak tawa dari mereka. Satya hanya menanggapinya dengan senyuman sambil melirik ke arah istri kecilnya.


" Sudah-sudah, jangan menggoda pengantin baru terus, mending kita makan keburu dingin makanannya" ucap Bu Widya


" Ayo silahkan di nikmati makanannya Jeng, pak Wira, jangan sungkan-sungkan, kita kan sudah menjadi satu keluarga" ucap bu Widya kemudian


" Iya Bu terimakasih" ucap Bu Mira


Selesai makan malam Indah membantu membereskan piring kotor dan membawanya ke wastafel, " Udah Non, gak usah biar Bibi aja" Bi Iyem merasa tidak enak dengan Indah


" Ga apa-apa kok bi, kasian Bi Iyem pasti cape habis masak di tambah harus beres-beres, jadi biar Indah bantu yah" malam ini bi Iyem belum pulang karena dapat kerjaan tambahan memasak makan malam untuk keluarga pak Wira, Ia akan pulang setelah pekerjaannya selesai.


Sedangkan yang lain kumpul di ruang televisi untuk bersantai, Indah yang baru selesai membantu Bu Iyem datang sambil membawa cemilan di ikuti bi Iyem yang membawakan teh hangat untuk teman ngobrol.


" Bu, saya permisi pamit pulang dulu yah, sudah malam, kasian cucu saya dirumah nungguin" ucap Bu Iyem sambil menunduk


" Iya Bi, Makasih yah" ucap Bu Widya


"O Iyah Bi, ini ada bonus dari saya, tolong terima yah.." Bu Widya mengulurkan amplop berwarna putih untuk bi Iyem


" Iya Bu, terimakasih.." ucap Bi Iyem menerimanya


" Sat kami mau nginep di rumah kamu boleh yah," ucap Bu Widya


Namun berbeda dengan Satya, pria itu justru merasa kesal karena malam ini pasti gagal lagi untuk membuat Satya junior.


" Iyah mah, boleh kok" ucapnya tidak bersemangat


" Kamu kenapa si Sat lemes gitu, sakit? tanya pak Wira


" Nggak kok pa" ucap Satya sambil meminum teh nya


Keasikan ngobrol tak terasa waktu sudah menunjukan pukul setengah dua belas malam, Indah beranjak untuk menyiapkan kamar untuk kedua orang tuanya dan Satya, Setelah selesai Indah kembali ke ruang televisi, terlihat pak Bagas dan pak Wira sangat akrab, Indah bersyukur karena kedua orang tua Satya tidak memandang keluarganya secara materi karena jika begitu keluarga Indah jauh dari kata mewah.


" Mah, Indah sudah menyiapkan kamar untuk kalian, jika ingin istirahat, kamarnya ada di sebelah sana" tunjuk Indah


" Iya sayang, makasih yah" ucap Bu Widya


" kalau begitu, kami istirahat dulu yah, ayo Bu Mira " ucap Bu Widya mengajak besannya


" Papah tidur sama pak Bagas aja yah, kami mau tidur bertiga" ucap Bu Widya kemudian


" Baiklah mah, ayok pak kita istirahat"


" loh mah, terus Satya tidur sama siapa?" tanya Satya


" Mas tidur sendiri dulu gapapa yah, atau tidur sama papah sama ayah juga bertiga" saran Indah yang dapat kekehan dari orang tuanya


" Udah semalem doang mah tidur sendiri gak papa kali sat" Bu Widya sengaja mengerjai anaknya karena ingin mengajarkan dan memberikan sesuatu pada Indah


" Udah ayo sayang, kita tidur" ajak Bu Widya menarik tangan Indah dan Bu Mira


Satya berjalan gontai menaiki anak tangga, setelah berada di kamarnya Ia langsung menghempaskan diri ke ranjang, sambil memejamkan matanya, tiba-tiba bunyi ponsel Satya berbunyi.


Ting..


suara pesan masuk di ponsel Satya


"Mamah : Udah jangan loyo gitu, mamah akan mengajarkan Indah supaya bisa memuaskan mu di ranjang nanti" Bu Widya mengetik pesan sambil terkekeh


Satya menyerngitkan alisnya, " Mamah nih ada-ada saja, tapi ada bagusnya juga" batin Satya merasa aneh dengan sikap mamahnya yang selalu bar bar.


"Satya : Iyah terserah mamah saja, tapi jangan mengotori otak polos istriku!"


Bu Widya tidak membalas pesan Satya, Ia hanya terkekeh saat mengingat wajah kesal anaknya.