
Ajeng merampas dan meminum air itu dengan Cepat,Ia menarik nafas lalu mengembuskan nya,Menenangkan pikirannya yang kacau,Lalu ia kembali berbicara.
Ajeng:Huft Ra-rafi aku ga bakalan bisa ikut ujian tahun ini hiks hiks
Mendengar Perkataan Ajeng Rafi semakin dibuatnya bingung,Rafi mengusap kedua sudut mata ajeng dan menepuk-nepuk punggungnya.
Rafi:Maksud kamu gimana,Bagaimana bisa kamu gak ikut ujian,kan jelas jelas kamu ikut hari ini?
Ajeng melepaskan pelukan Rafi,Lalu kembali berbicara dengan sesenggukan.
Ajeng:Nggak Rafi Hiks aku gak bakalan ikut ujian karena-
Ucapan ajeng terpotong sebab Pintu ruangan Rafi terbuka dan menampakan Guru pengawas Yang mengawasi kelas ajeng tadi Serta dibelakangnya Ada beberapa guru termasuk kepala sekolah.
Pengawas:AJENG!KENAPA KAMU ADA DISINI?KAN SEHARUSNYA KAMU BERADA DI RUANG BK?KENAPA KAMU BERADA DI RUANG PAK RAFI?(Pengawas berbicara menggunakan nada tinggi dengan mata melotot)
Rafi semakin dibuat bingung,tidak mengerti apa yang terjadi,sementara ajeng berdiri dibelakang rafi bersembunyi dari orang orang tersebut.
Rafi:Maaf maksud anda apa ya?Kenapa ajeng harus ada di Ruang BK,kesalahan apa yang ia perbuat bukankah saat ini masih jam ujian?Tolong jelaskan?(Ucapnya berdiri tegak sambil memasukan kedua tangannya di saku celana)
Pengawas:Biar saya jelaskan,Si ajeng ini ketahuan menyontek buku saat ujian matematika,Saya menemukan buku buku tersebut berada di laci mejanya,Padahal sebelum memulai ujian saya sudah sampaikan kepada siswa agar menaruh Segala barang bawaannya kecuali papan ujian dan alat tulis,Tapi ajeng nekat tidak mengumpul buku buku yang ia bawa,malahan sembunyikan di laci mejanya dan kasus ini sudah saya laporkan kedinas,dan mungkin sebentar lagi akan datang.(Jelasnya sambil menunjukan buku buku tersebut)
Rafi:(Menoleh kebelakang lalu kembali kedepan)Maaf bu Bukan maksud saya membela ajeng,tetapi apa ibu sudah mendengarkan penjelasan ajeng kenapa buku itu ada di lacinya,Ibu tidak bisa asal tuduh menuduh seperti itu tanpa mendengarkan penjelasan ajeng terlebih dahulu.
Kepala sekolah:Kita dengarkan penjelasan ajeng terlebih dahulu,Ayo ajeng jelaskan kepada kami semua kenapa buku itu bisa berada di laci kamu?
Rafi berbalik menghadap ajeng dan berbisik
Rafi:Ajeng,everything will be fine if you explain what happened to them, Let's explain honestly (Ucapnya Sambil mendorong tubuh ajeng maju agar terlihat mereka)
Ajeng berjalan maju dan mendongakan kepalanya dan menatap satu persatu orang di depannya.
Ajeng:(Menghela nafas)Saya jelaskan,Pada pukul 6.15 pagi saya sudah berada dikelas untuk belajar saya sengaja berangkat pagi agar suasana sepi dan saya bisa fokus.(Menarik nafas lalu mengembuskan)
Ajeng:Pada saat saya belajar banyak siswa lainnya yang melihat saya belajar,Salah satunya teman saya Raisha.(Sambungnya)
Ajeng:Setelah itu Bel Masuk dan ketua kelas menyampaikan bahwa yang masih didalam kelas harus keluar untuk berbaris,Buku buku di meja saya berserakan dan dengan terburu buru saya membereskan nya,Sangking buru buru Buku buku itu tidak muat ditas saya,Akhirnya saya taruh saja di laci nanti saat masuk kembali ke kelas saya bisa bereskan sebentar.(Berusaha menenangkan diri agar tidak menangis)
Ajeng:Tapi saya lupa kalau ada buku dilaci saya,Hingga pengawas berkeliling dan menuduh saya melakukan kecurangan lalu mempermalukan saya didepan teman teman saya. (Ucapnya sambil mendengus kesal)
Semua terdiam mencerna perkataan ajeng dan hanya terdengar suara dentingan jam diruang rafi,hingga Pengawas berbicara.
Pengawas:Saya minta maaf sebesar besarnya atas kejadian ini,dan ajeng bisa kembali ujian hari ini dan seterusnya,Saya akan menelpon dinas agar tidak usah melanjutkan kasus ini dan menjelaskan sesuai yang ajeng katakan tadi Sekali lagi saya minta maaf terutama pada ajeng yang merasa dipermalukan karna kejadian ini,dan pada bapak ibu karna saya membuat keributan disini.Saya akan menelpon dinas Saya permisi. (Ucapnya dengan suara menyesal dan pamit keluar)
Kepala Sekolah:Kalau begitu ajeng ayok ikut kami untuk melanjutkan ujian tadi,Tapi karena waktu yang mau habis kamu kerjakan diruang guru saja ujian susulan,Mari (Ucapnya sambil berlalu)
Setelah Guru dan kepala sekolah pergi rafi kembali menutup pintu ruangannya dan menghampiri ajeng yang sedang diam menundukkan kepalanya entah apa yang difikirkannya.
Rafi:Semua udah selesai dan jelas Sekarang kamu harus keruangan guru buat ujian susulan,Jangan lupa doa sebelum ngisi soal.
Cup,Rafi mencium kening ajeng.
Rafi:Ayok kamu mau aku anter atau sendiri?(Tanyanya sambil mengusap kedua pipi ajeng)
Ajeng:Aku gak mau ngerjain di ruang guru,aku mau ngerjainnya disini aja sama kamu (ucapnya memegang kedua tangan rafi yang berada dipipinya)
Rafi:Yaudah Ayok aku temenin ambil soal di ruang guru (Ucapnya menggandeng tangan. ajeng keluar)
Mereka keluar ruangan dan melangkah ke ruang guru untuk mengambil soal,setelah itu mereka kembali ke ruang rafi.
Ajeng yang sempat meminta bantuan Ke rafi,Tetapi sama sekali tidak dibantu rafi.
Ajeng:Sayang ayo dong bantuin aku,ini soalnya sulit banget dan beda sama yang aku pelajari,Ayo dong bantuin yah (Ucapnya sambil mengalungkan tangannya di leher rafi)
Rafi:Gak bisa,Gak ada bantu bantuan Usaha sendiri Udah sana kerjain jangan manja manjaan dulu (Ucapnya sambil melepas tangan ajeng dilehernya)
Ajeng:Ih pelit(Ucapnya berjalan kembali ke sofa dan mengerjakan soal dengan muka masam)
Rafi yang melihat ajeng hanya tersenyum tipis,Sebenarnya ia bisa saja membantu ajeng tapi ia ingin mengetes sejauh mana usaha ajeng dalam berusaha.
.
.
.
.
Terima kasih vote nya,Suka deh kalo gituš
Kalo selanjutnya rangking votenya masuk 50 besar,Miss double up deh...š
Oh iya Miss sudah merevisi Novel ini,Kalian bisa lihat disetiap eps yang sekarang berjudul dan sudah diperbarui lagi sudah jarang pakai bahasa kasar tapi tetap menggunakan bahasa Sehari hari (Non formal).
Dan buat kalian yang penasaran bagaimana Ilustrasi dan gambar gambar di eps,Kalian bisa temuin di eps yang ada tanda seperti ini (ā¢)
Semoga kalian suka,Seperti miss suka kalianā¤
Oke sampai jumpa di eps selanjutnya,terima kasih sudah membaca.
Salam sayang
Miss je