My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
Pelanggar Janji



Rafi dan ajeng tertidur dalam posisi berpelukan,Satu jam berlalu setelah itu Suara pintu diketuk membuat pengguni ruangan tersebut bangun dari tidur nyenyaknya.


Tok tok tok


Ajeng perlahan membuka matanya,mengerjap ngerjapkan kedua matanya,lalu menoleh ke asal suara.


"Siapa sih ganggu aja,lagi enak enaknya tidur juga"Gumam ajeng dengan raut wajah kesal.


Ajeng turun dari Hospital Bed dan berjalan dengan langkah malas menuju pintu.


Cklek


"Selamat siang nona ajeng"Suara seorang perempuan yang ajeng kenal,membuat ajeng membuka matanya lebar dan tersenyum Ramah kepada wanita tersebut.


"Selamat siang dokter agnes"Kata ajeng mempersilahkan Dokter agnes masuk.


"Dokter Tugas dirumah sakit ini juga?"Tanya ajeng


"Iya,Dokter tiyo tidak bisa memeriksa rafi hari ini karena ada tugas lain"Jelas dokter Agnes Sambil tersenyum.


Ajeng membulatkan bibirnya membentuk huruf 'O',lalu bejalan dan duduk di Sebuah sofa dekat Pintu keluar.


Dokter agnes memeriksa rafi yang sedang terlelap,Agnes Menatap Wajah rafi yang tampan sambil tersenyum menyeringai,Agnes begitu terkesima dengan wajah rafi,Wajah dingin tetapi tampan dengan rahang tegas,Bibir tipis merah merona asli,Mata Bulat Namun sedikit sipit berwarna Coklat,Rambut yang Berwarna Dark Brown Membuat Rafi begitu disegani di kalangan perempuan,Tua maupun muda.


Agnes menoleh ke arah ajeng,ia melihat ajeng yang sedang sibuk dengan Handphone nya.


"Kesempatan bagus nih,Pak rafi juga kelihatan tidur nyenyak"Ucap agnes dalam hati.


Perlahan lahan agnes mengarahkan stetoskop ke dada rafi,Agnes membuka kancing baju Rafi Hingga sampai ke perut,Agnes menaruh stetoskop di dada rafi sesekali menekannya,Tangan agnes mulai tak bisa dikondisikan lagi,Tangannya mulai berpindah tempat Mengelilingi tubuh bagian atas rafi.


Agnes kembali menoleh ke arah ajeng,terlihat ajeng yang masih sibuk dengan Handphone nya.


"Dasar perempuan Bodoh,suaminya sedang di jamah wanita lain,Dia malahan asik dengan Urusannya sendiri,Hahaha"Ucap agnes dalam hati dengan senyum menyeringai.


Agnes mendekatkan wajahnya ke wajah rafi,Membuat pipinya bersentuhan dengan Bibir rafi.Agnes kembali ke posisi semula lalu melihat lagi ke ajeng,sama seperti tadi ajeng bahkan seperti tidak menyadari ada seseorang di ruangan tersebut selain dirinya sendiri.


"Hahaha Bahkan saat suaminya sedang mencium wanita lain,dia tetap tak menyadari,Istri macam apa wanita itu"Kata agnes dalam hati dan memandang rendah ke arah ajeng.


Agnes kembali mendekatkan Bibirnya hingga beradapan dengan Bibir Rafi,saat akan mendekatkan bibirnya ke bibir rafi,suara ketukan pintu memberhentikan semua gerakan yang ada di dalam ruangan itu.


"Shit!"Umpat dokter agnes,lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.


Tok tok tok


Ajeng menoleh ke asal suara dan berjalan


Kearah pintu dan membukanya.


"Assalamualaikum Ajeng"Kata Seorang wanita dengan senyum mengembang.


"Waalaikumsalam mah,Kenapa lama sekali?"Tanya ajeng lalu mempersilahkan Para orang tua itu masuk.


"Iya kan keliling dulu,eh rafi lagi diperiksa ya?"Kata Mama rafi


"Iya mah,kenalin ini dokter agnes"ucap ajeng memperkenalkan Agnes.


Agnes Tersenyum kepada Mama rafi,dan berjalan menghampiri mereka sambil membawa tasnya.


"Saya dokter agnes"Ucap agnes Ramah


"Oh iya,dokter yang kemarin kemana ya dok?"Tanya Mama ajeng


"Dokter tiyo sedang tidak bertugas hari ini dirumah sakit ini,dia dipindahkan di rumah sakit lain karena tugasnya lebih dibutuhkan disana"Jelas agnes


"Bagaimana keadaan Rafi?"Tanya papa Ajeng


"Kondisi mulai membaik,tekanan darah kembali stabil,sistem pencernaannya sudah bagus,Lidah dan Tenggorokannya sudah lebih baik dari sebelumnya"Jelas dokter agnes dengan rinci


"Kapan suami saya bisa pulang dok?"Tanya ajeng sambil menatap rafi yang sedang tertidur.


"Pak rafi bisa pulang lebih awal,Malam ini juga bisa"Kata dokter agnes.


"Malam ini?"tanya ajeng sekali lagi memastikan.


"Iya malam ini"Kata dokter agnes sambil tersenyum ke arah ajeng.


"Yeiy,bisa tidur nyenyak deh"Ucap ajeng teriak kegirangan sambil melompat lompat kesenangan,membuat Semua orang gemas melihat kelakuannya.


"Heh jeng,jangan seperti anak kecil lah,jangan juga teriak teriak lihat tuh Rafi kebangun"Ucap mama Ajeng menunjuk rafi yang sedang mengusap usap matanya.


"Eh pak rafi sudah bangun"Kata Dokter agnes.


"Udah bangun Raf?"Tanya Papa Rafi


"Udah bangun aja rafi mah"Kata mama ajeng


"Tidur terus si rafi"Kata mama Rafi


"Sayang udah-


"STOP!Heboh banget Sih,Cuma bangun dari tidur siang doang,seperti bangun dari kematian,Huh!"Kata rafi dengan wajah Dingin dan kembali menutup matanya.


Semua orang terdiam termasuk dokter agnes,Hingga akhirnya Mereka semua kecuali ajeng Pamit keluar dan memberikan waktu untuk rafi dan ajeng.


Ajeng melihat suaminya tersebut Ingin tidur lagi,cepat cepat menghampirinya dan mengganggunya.


"Baru bangun udah tidur lagi,Hey bangun"Kata ajeng menggoyangkan wajah rafi ke kanan dan kiri.


Rafi tak merespon apa yang istrinya lakukan,ia memilih diam.Ajeng kembali menggangunya,kali ini membuat dirinya terpaksa membuka matanya.


"Sayang bangun,kalau kamu gak bangun aku mau pulang aja,aku gak mau temenin kamu disini lagi,Aku gak mau bantuin kamu beres beres baju untuk pulang nanti malam"Ucap ajeng sambil beranjak dari duduknya dan berjalan ke luar.


"Jeng"


"Jeng"


"Jeng"


"Jeng"


"Sayang?"


"Say-


Ajeng menoleh dan berteriak kesal,sebabnya suaminya tersebut terus terusan memanggilnya tanpa lanjutan kata.


"APA!"Kata ajeng setengah berteriak


"Sini,pengen peluk"Kata rafi mencoba bermanja manjaan pada istrinya.


"Gak mau"Kata ajeng melipat kedua tangannya di depan dada.


"Sayang aku kangen,pengen peluk"Ucap Rafi dengan merentangkan kedua tangannya.


Ajeng tersenyum geli melihat kelakuan suaminya tersebut,Ajeng berjalan menghampiri Rafi dan ikut berbaring di Hospital Bed bersama rafi,Rafi memeluk ajeng erat seakan tak boleh ada yang mengambil miliknya.


"Sayang?"Kata rafi


"Apa?"


"Kangen"


"Kan udah peluk apa lagi?"kata ajeng menatap rafi.


"Kangen si kembar"kata rafi sambil tersenyum penuh maksud.


Ajeng yang tak mengerti ucapan rafi hanya bisa diam dan ikutan tersenyum seperti rafi.


Rafi yang sudah tidak memakai infus lagi,melepaskan pelukannya dan menindih ajeng tetapi tetap ditumpu oleh kedua lengannya.


"Eh kamu mau ngapain?"tanya ajeng Mencoba menghindar dari tatapan rafi.


"Aku kan sudah bilang kalau Aku kangen si kembar"Ucap rafi memandang ajeng dengan pandangan Diselimuti Gairah.


"Si kembar siapa sih,Punya anak aja belum ih"kata ajeng Mencoba membuat rafi menjauh darinya.


"Makanya kita buat dulu biat dapet si kembar yang lebih cantik"kata rafi


"Ih apaan sih,inget ini dirumah sakit jangan macem macem"Ucap ajeng sebal


"Berarti boleh dong di rumah?"ucap rafi menaikan sebelah alisnya


"Gak,Siapa sih si kembar?"Kata ajeng penasaran


"Kamu gak tau si kembar yang cantik?"Kata rafi mencoba menggoda ajeng


"Gak tau,udah sana aku mau nyiapin makanan kita"Ucap ajeng dengan alis bertaut.


"Beneran gak kenal si kembar,Mau aku Tunjukin gak siapa si kembar"Ucap rafi berpindah posisi menjadi duduk di hospital bed.


Ajeng ikutan duduk dan menatap rafi.


"Siapa si kembar?kata kamu cantik?"Kata ajeng


"Jangan marah ya,jangan memberontak,kalau kamu berontak aku gak mau berbicara sama kamu lagi selamanya."Ucap rafi mengancam ajeng


"Iya janji nih,Cepet bilang siapa si kembar?"Ajeng Berjanji sambil mengacungkan kelingkingnya dan bertanya dengan penasaran.


Rafi tak menjawab pertanyaan ajeng,ia langsung menindih ajeng dan mencium bibirnya dengan lembut,tak perduli ajeng yang memberontak,Ia terus melanjutkan niatnya.


Ciuman dilepas,dan ajeng langsung marah marah


"Kamu ini kenapa sih,ditanya siapa si kembar malah main cium cium aja ini rumah sakit,Huh!"Ajeng berbicara dengan wajah kesal.


"Jangan langgar janji kamu"ucap rafi dingin dengan pandangan tajam


"Gak maksud,Udahlah aku mau Keluar,kamu Makan sendiri aja sana,Nyebelin!"Ajeng turun dari Hospital Bed dan berjalan dengan langkah gusar keluar dari ruangan tersebut tanpa mengindahkan pandangan menusuk dan janjinya pada rafi.


"Shit,Gak jadi lagi"


"Dasar Cewe,Pelanggar janji"


"Argh Gimana ini,Masa gua harus nahan lagi sampai nanti malam,Punya Istri kok gak pernah Taat sama perintah suami"


Rafi bergumam,dan Membaringkan tubuhnya di Hospital bed lalu mengambil handphone miliknya dan bermain game.


Terima kasih atas segala dukungan kalian para readers ku tersayang,Terima kasih atas like dan Komen juga vote kalian..Miss sangat senang dan bangga sama kalian❤


Miss selalu berusaha agar menjadi penulis novel yang baik,Miss selalu berusaha membuat setiap Eps Adalah eps eps berkualitas,Terima kasih kalian Ily So Much Guys!😘


Mohon Segala dukungannya dengan cara Vote novel Ini Di hari senin,supaya bisa double eps seminggu penuh,Masuk 50 besar Pengen lho😁


Tapi Miss gak Maksa ya,Buat yang mau saja Yang gak mau yo ndak popo ~


Buat kalian yang penasaran sama Visual/Pengisi gambar di eps,Kalian bisa lihat di Eps yang judulnya ada tanda seperti ini •


semoga kalian suka dengan wajah wajah dari pemain my teacher my husband😘


Sampai jumpa di eps selanjutnya


babay


***


Jangan lupa like dan komen


Salam dari author cantik


Jeqi