
Kemudian rafi segera membawa ajeng keluar dari toko tersebut dan meminta maaf atas kejadian tadi kepada semua orang.
Lalu rafi membawa ajeng pulang ke rumah mereka.
Saat Rafi memasuki halaman rumahnya,Ia melihat satu mobil Sedan Bermerek Toyota Vios terpakir di halaman rumahnya dan melihat beberapa anak muda duduk diteras rumahnya.
"Itu..Siapa sayang?" Tanya ajeng menatap beberapa orang yang duduk\-duduk diteras rumahnya.
"Aku tidak tahu" Balas rafi menggelengkan kepalanya.
Rafi keluar mobil diikuti ajeng sembari membawa paper bag
"Ini tuan rumahnya sudah datang" Ucap salah satu dari mereka menghampiri ajeng dan memeluknya.
"Loh kalian?" Ucap ajeng menunjuk orang orang tersebut yang ternyata adalah teman temannya.
"Iya ini Kita,Eh pak rafi" Ucap Raisha tersenyum kikuk.
"Eum..Halo pak rafi" Ucap Diva,Tiara dan jua canggung.
Tin tin
Tiba tiba banyak mobil yang datang secara bersamaan masuk ke halaman rumah rafi dan ada beberapa dari mobil tersebut yang terpaksa terparkir diluar rumah.
Mobil mobil tersebut berkapasitas besar contohnya Toyota Voxy, Toyota Alphard dan Wuling Cortez.
"Siapa mereka?" Tanya ajeng kepada teman temannya.
"Teman teman kita" Ucap Tiara tertawa kecil.
"Apa?!" Pekik Rafi saat melihat orang orang turun dari mobil tersebut dan menyapa mereka berlima.
"Halo" Ucap mereka serempak.
Ajeng menutup mulutnya terkejut dengan kehadiran teman teman sekolah dan guru guru sekolahnya dan..Yang lebih parahnya lagi disana ada Abun juga saputri yang tersenyum kepadanya.
"Ka-Kalian?" Ucap ajeng terbata bata.
Rafi diam mematung dan sama terkejutnya seperti ajeng namun ia sembunyikan di balik wajahnya yang santai.
Raisha berbisik ke ajeng "Ajeng suruh mereka masuk,Itu..tamu loh" Bisik Raisha tertawa kecil.
Dan mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu.
Rafi mendekati ajeng yang masih diam mematung ditempat kemudian mengguncang bahunya pelan.
"Sayang?" Panggil rafi menyadarkan istrinya.
"Rafi... Aku Gak mimpi kan?" Tanya ajeng sembari menepuk pipinya.
"No Ini nyata" Ucap Rafi meraih tangan ajeng dan menyuruhnya berhenti menyakiti dirinya sendiri.
"Mereka datang sebanyak itu..Siapa yang undang mereka? Dan bagaimana mereka tahu rumah kita?" Tanya ajeng lirih dengan tatapan kosong.
"Aku..Jelas tidak tahu dengan hal ini. Tapi sebaiknya kau masuk karena sebentar lagi hujan" Ucap Rafi merangkul ajeng dan membawanya masuk.
Saat Rafi hampir mendekati pintu rumah,Ia menghentikan langkahnya saat ajeng mengatakan sesuatu.
"Rafi..Kita gak punya banyak makanan untuk kita hidangkan ke mereka,Bagaimana ini?" Tanya ajeng dengan wajah khawatir.
"Oh iya! Kamu masuk dan sambut mereka atau apalah,Aku akan membeli makanan di supermarket" Ucap rafi berlari menuju garasi dan mengambil motor beat miliknya.
Bukannya masuk. Justru ajeng malah diam ditempat hingga Raisha mengagetkannya.
"Woy Ajeng!" Panggil Raisha menepuk pundak sahabatnya itu.
"Eh iya Apa Raisha?" Tanya ajeng tersenyum kikuk.
"Itu..orang orang didalam minta makanan,Ya..Sebenarnya sih gak minta cuma kita aja yang lapar. Mana makanannya?" Tanya Raisha
"I-itu makanannya lagi di beli sama rafi" Ucap ajeng.
"Sha?" Panggil Ajeng
"Apa?" Tanya Raisha menatap ajeng "Lo pasti bingung kenapa mereka tahu rumah lo dan siapa yang ajak mereka kesini yakan?" Tebak Raisha tersenyum tipis.
"Iya. Habisnya gua gak pernah kasih tahu orang orang sekolah tentang rumah gua termasuk kalian" Ucap Ajeng bingung.
"Lo yakin?" Tanya Raisha menyipitkan matanya.
Segini dulu ya...Kalau mau Double eps Jangan lupa Vote Novel ini dan baca The Assassin.
Thank you