
Ajeng melirik ujung meja kerja rafi dan melihat beberapa Coklat di dalam wadah.
Ia mengambilnya dan memakannya.Tangannya kotor karena terkena sisa sisa coklat dan membuat action figure Rafi yang tadinya sangat bersih menjadi sangat kotor.
BRAK!! Pintu dibuka hingga membentur tembok dan membuat suara yang keras.
Ajeng yang terkejut karena kedatangan rafi yang tiba tiba,Menjauhkan beberapa koleksi rafi dengan keras hingga rusak dibeberapa bagian.
KRAK!! Ajeng tidak sengaja menginjak salah satu koleksi favorite rafi hingga benar benar hancur.
Rafi masih berdiri di depan pintu dengan Raut wajah yang tidak dapat diartikan.
Ia berjalan pelan menghampiri ajeng "Pegang dan makanlah" Ucap rafi dengan suara rendah.
"Ra-rafi Maaf aku..Benar benar tidak sengaja merusaknya aku...hanya penasaran" Ucap ajeng mengambil piring yang diberikan rafi kepadanya lalu duduk di sofa.
"Setelah makan,sebaiknya kamu cepat tidur" Ucap rafi mengambil serpihan serpihan Koleksinya yang hancur kemudian diletakan diatas meja kerjanya.
Ajeng memakan pie susu dengan malas,tiba tiba selera makannya hilang karena melihat wajah rafi yang sepertinya sangat marah kepadanya.
Rafi duduk di kursi kerjanya dan terus memandangi Koleksinya yang hancur dan rusak dengan pandangan kosong.
01:39 Am,Ajeng selesai memakan pie susu buatan suaminya.Ia meletakan piring kosong di meja kecil dekat sofa.
"Sayang...aku tidur disini ya?" Tanya ajeng tidak berani menatap suaminya.
"Terserah kau" Ucap rafi singkat.
Ajeng merebahkan tubuhnya dan menyelimuti tubuhnya kemudian memejamkan matanya.
Rafi memandang ajeng dan koleksinya secara bergantian.
"Ini hanya benda yang kalau rusak bisa dibeli lagi" Ucap rafi menyingkirkan semua Koleksinya yang rusak ke tempat sampah.
Rafi berjalan mendekati sofa dan memandang istrinya dalam dalam
"Aku sudah berjanji pada ibunya kalau aku tidak akan pernah memarahinya" Ucap rafi yang ternyata didengar Ajeng yang sebenarnya belum tertidur.
Rafi merebahkan tubuhnya di samping ajeng.Ajeng berharap Rafi akan memeluknya namun ternyata tidak,Rafi tidur membelakangi dirinya.
***
Pagi ini Keluarga rafi dan ajeng sudah kembali kerumah masing masing.
Rafi tidak ikut mengantar keluarganya dan isterinya pulang karena ia masih tertidur.
Setelah mengantar keluarganya dan rafi sampai didepan pintu,ajeng berjalan kedapur untuk membuatkan susu untuk dirinya dan mengambilkan rafi sarapan.
***
Ajeng membuka pintu ruang kerja rafi dan melihat rafi yang masih tertidur pulas.
Ajeng membereskan Koleksi rafi yang berantakan karenanya,menyapu ruangan rafi dan membereskan meja kerja rafi yang dipenuhi berkas berkas dan alat tulis kantor yang berantakan.
Setelah membereskan dan merapikan ruang kerja suaminya,Ajeng membangunkan rafi dan menyuruhnya sarapan.
"Sayang..Bangun kau tidak bekerja?" Ucap ajeng menggoyangkan Bahu rafi.
Rafi membuka matanya lalu duduk di pinggir sofa "Jam berapa sekarang?" Tanya rafi.
"jam setengah sembilan" Ucap ajeng sembari mengambilkan sarapan rafi yang berada di atas meja rafi "Sarapan dulu" Sambung ajeng.
PRANG!! Rafi tidak sengaja membanting piring sarapan yang dipegang ajeng saat mendengar ajeng mengatakan bahwa sekarang jam setengah sembilan.
Makanan berserakan di lantai ruang kerja rafi dan rafi pergi begitu saja tanpa mau membereskan kekacauan yang ia buat.
Ajeng meringis kesakitan saat tangannya tidak sengaja terkena pecahan piring yang membuat ibu jari dan telunjuknya terluka hingga berdarah.
BRAK!! Pintu depan rumahnya tertutup begitu kencang sampai terdengar ke ruangan rafi,Membuat ajeng menangis sedih.
Tiba tiba ajeng merasakan sakit di perut nya.
Ia merangkak mengambil ponselnya dan menelpon rafi namun nomor rafi tidak aktif.
Berkali kali ajeng mencoba menghubungi suaminya,tapi tetap saja nomor rafi tidak aktif.
Ia menelpon Sekertaris Rafi,Lina.Alhasil sama saja nomor keduanya sama sama tidak aktif.
Ajeng berusaha menenangkan dirinya dan perlahan lahan berjalan menuju kamarnya.
Ia tidak sengaja menghubungi Nomor seseorang yang malah mengangkat telpon ajeng dan segera datang ke rumah ajeng saat mendengar rintihan kesakitan ajeng.
***
Hallo Jangan lupa baca " The Assassin " beri like dan komentarnya kalau hari ini mau double eps.
Thank you