My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
MANJA



HAPPY READING 😒


Stevani mendengus manatap jam yang menunjukan pukul 8 malam hari ini hari dimana naufal pulang, ia bener bener merindukan lelaki itu, Stevani merebahkan tubuhnya disofa menunggu suaminya pulang.


Suara mobil terpakir digarasi membuat perempuan itu menegakan tubuhnya membenarkan tananan rambutnya yang berantakan dan berdiri.


Ceklek


Pintu utama terbuka memperlihatkan Naufal dengan jas hitam melekat ditubuhnya dengan tangan kiri memegang tas kantor dan tangan kanan membawa beberapa paper bag yang entah apa isinya.


Baru dua langkah berjalan masuk istrinya berlari dan melompat menubruk dirinya.


Naufal dengan sigap menahan tubuhnya agar tak terjatuh kebelakang, barang barang yang ia pegang sudah terletak dilantai,lelaki itu tersenyum manis saat melihat istrinya melompat menubruk dirinya dan mengalungkan tangannya dileher nya.


...


...


            👆


"Kengen,"cicit Stevani menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Naufal.


"Haha sama aku juga,"kedua kaki itu perlahan berjalan dengan Stevani yang berada digendongnya.


Bodyguard yang melihat itu pun langsung mengambil barang barang Naufal yang berserakan di lantai dan memaruh dikamar tuannya.


"Kenapa ke dapur?"tanya stevani saat Naufal berjalan kedapur.


"Pengen minum."lelaki itu mengambil air minum dingin dan menuguknya.


Stevani melihat jakun suaminya yang naik turun mengelus lembut jakun itu.


"Kenapa?"tanyanya.


"Nggak papa,"


Lelaki itu mencium bibir stevani sekilas lalu melangkahkan kakinya menuju kamar dengan Stevani yang setia digendongnya.


"Sayang,"Stevani mengelus rahang naufal.


"Ya,".


"Aku pengen nasi Padang boleh?,"Stevani menusuk nusuk pipi Naufal dengan jari telunjuknya.


Naufal menghentikan langkahnya saat tepat didepan pintu kamar.


"Aku capek, baru pulang," tutur Naufal dengan nada lembut.


"Jadi nggak boleh ya by?" Kedua matanya menatap mata hitam suaminya.


Naufal terkekeh geli melihat istrinya bertanya dengan mengerucutkan bibirnya.


"Aku ganti baju dulu oke, nanti beli"


"Nggak boleh,"pintanya dengan menggelengkan kepalanya.


Saat Naufal hendak membuka pintu kamar tertahan saat Stevani menggigit kulit leher nya dan berkata terus berkata nggak boleh untuk dirinya yang akan berganti pakaian.


"Kenapa? badan aku lengket Lho, emang kamu nggak bau badan aku?"lelaki itu mencium berkali kali hidung dan bibir istrinya secara bergantian.


"Enggak aku pengen sekarang,"rengek Stevani mendusel dusel diceruk leher Naufal.


Naufal terkekeh, lelaki itu membalikan badannya berjalan kembali menuju lantai bawah untuk mengikuti keinginan istrinya.


Biarpun sejujurnya badan Naufal sangat capek, ia tetap menuruti karena menurutnya melihat istrinya bahagia adalah kebahagiaan dirinya.


Naufal membuka pintu mobil jeepnya tapi tangan Stevani menutupnya. lelaki itu membuka lagi pintu mobil untuk istrinya duduk tapi lagi lagi Stevani menutup kembali pintu yang sudah ia buka.


"Kenapa ditutup terus pintunya hmm?"


"Mau duduk dipangkuan kamu aja," ujarnya dengan mata menatap wajah Naufal.


"Sambil aku nyetir?"alis lelaki itu terangkat satu.


"Iya,boleh ya,ya."


"Of course anything for you dear,"Naufal memutari mobil Jeep itu dan berjalan menuju tempat duduknya dengan Stevani yang masih dengan posisi yang sama digendongnya.


Mobil jeep perlahan meninggalkan perkarangan rumah kedua suami istri tersebut.


"Kenapa tiba tiba manja hmm?"


"Nggak papa,"


Naufal menyetir dengan satu tangan, satu tangannya yang lain ia gunakan mengusap punggung istri kecilnya.


Naufal memarkirkan mobilnya Diparkiran rumah makan nasi Padang yang ia pilih untuk menuruti permintaan Stevani.


"Pengen sate ayam,"cicitnya dengan kepala menunduk.


"Jadi udah nggak pengen nasi Padang?"


"Iya, pengen sate ayam Deket apotik yang ada lampu kelap kelip nya," ucap Stevani dengan tatapan memohon.


"Yaudah ayok,"lelaki itu menggandeng tangan Stevani untuk membayar makanan mereka.


Naufal kembali menjalankan mobil Jeep nya menuju tempat sate ayam yang diinginkan istrinya itu.


"Buk dua porsi sate ayamnya ya sama teh anget dua,"ujar Naufal saat sudah berada ditempat makan sate ayam.


"Byy satu aja,"Stevani mengelus lengan naufal.


"Punya aku?"


"Sama aku,"jawab Stevani dengan senyum lebar nya.


"Yaudah,"


"Buk, dua porsi dijadiin satu aja satenya,"tintahnya pada penjual sate ayam yang dibalas anggukan kepala.


"Sama aja dong by,"


"Kalau satu kurang dong sayang,"lelaki itu merangkul posesif pinggang istrinya.


"Ihh..,"Stevani mencibikan bibirnya.


Naufal terkekeh geli melihat itu mencium sekilas bibir istrinya tanpa menghiraukan padangan pelanggan lainya.


Setelah menunggu pesanannya


Naufal dibuat melongo saat melihat betapa lahabnya istrinya itu memakan sate pesanannya.


Saat Naufal ingin mengambil satu tusuk sate, tangan lelaki itu ditepis cukup kuat oleh istrinya.


"Kenapa?"


"Kamu makanya kalau aku udah puas,"Stevani melanjutkan menyantap sate tersebut.


Naufal mendengus ia menatap istrinya yang sangat nampak lahab makan sate itu sampai sudut bibirnya ada sambal kacangnya.


"Pelan pelan makanya,"Naufal mengelap sambal kacang yang berada diujung bibir stevani.


Perempuan itu mengangguk singkat dengan masih sibuk memakan satenya.


"Nih udah kamu habisin," titah Stevani mengelap bibirnya dengan tisu.


Naufal dibuat melongo oleh istrinya, bagaimana tidak Stevani hanya mengisahkan dua tusuk sate saja dengan nasi yang masih utuh karena stevani hanya memakan satenya saja tidak dengan nasinya.


Naufal tersenyum mengelus rambut stevani lembut.


"Kamu habisin aja nanggung tinggal dua,"tintahnya tak menyangka Stevani langsung melahap dua tusuk sate secara bersamaan.


"Buset apa gue tinggal pergi nggak pernah makan apa sampe segitunya."batin Naufal.


Mobil Jeep kembali berlaju menuju rumah keduanya pukul setengah 10 malam, baru sampai didepan gerbang rumah bercat putih tersebut.


"Aku pengen mie ayam Deket SMA pelita,"ujar stevani tiba tiba saat menunggu satpam rumahnya yang tengah membuka gerbang.


Naufal menoleh tak percaya apa yang ia dengar tadi, "sekarang sayang udah nyape dirumah Lho,"


"Tapi pengen sekarang,"


Naufal tersenyum turun dari mobil dan memberi tahu satpamnya yang sudah membukakan gerbang untuk menutup kembali karena dirinya akan pergi lagi.


Naufal kembali menjalankan mobil nya menuju tempat tujuannya dengan sabar lelaki itu menyetir mobilnya, badanya terasa sangat capek bahkan dirinya belum sempat istirahat tapi istrinya sudah mengajak pergi.


Tak apa asal istrinya senang ia ikut senang.


"Tunggu dimobil aku beli mie ayamnya makan dirumah aja ya udah malem,"Naufal berujar diangguki Stevani.


Lelaki itu membuka pintu dan berjalan memasuki warung mie ayam tersebut.


10 menit kemudian Naufal kembali dengan tangan memegang kantong kresek yang berisi mie ayam, saat membuka pintu lelaki itu terkekeh melihat istrinya yang teryata sudah tertidur dengan lelap.


Menaruh mie ayamnya lalu mengecup kening Stevani,tak apa biar nanti mie nya ia makan.


Menjalankan mobil nya untuk pulang dengan satu tangan mengusap rambut Stevani yang sudah terlelap tidur.


TO BE CONTINUE..


BANYAK TYPO AWAS👿