
Happy reading
Langit malam ini terlihat begitu indah dengan ribuan bintang dan sang rembulan, Stevani membelah jalanan yang terlihat ramai dengan motor trail kesayangannya, ia baru saja membeli bungkus Snack dan minuman kaleng di minimarket terdekat untuk menemaninya menonton film horor.
Setelah memasukkan motor kedalam garasi ia berjalan dengan tangan kiri memegang kantong belanjaan saat memasuki rumahnya ia mengernyit heran kenapa rumahnya terlihat sepi? ia baru sadar saat memasuki garasi ia tidak melihat mobil suaminya itu.
Apakah suaminya belum pulang?
Lalu kemana? pikirnya.
Stevani melirik jam dinding diruang tamu, jam menunjukkan pukul 19:15 malam. Suaminya pergi izin dari jam dua siang kenapa sampai sekarang belum pulang? Ia mengedikan bahunya lalu berjalan menuju lantai atas untuk pergi kekamarnya dan melaksanakan kegiatan yang sudah ia pikirkan apa lagi kalau bukan nonton film horor.
Notifikasi pesan mengalihkan pandangannya dari layar laptop ia melirik hpnya mencoba mencari nama yang mengirim pesan tersebut
"PAK SUAMI." nama yang sengaja ia beri diKontaknya nomer suaminya itu lalu Stevani membuka pesan tersebut.
Pak suami
|Aku pulang maleman dikit
Kalo kamu ngantuk tidur
Aja dulu nggak usah nunggu aku
^^^|Asiap^^^
|Kamu dirumah?
^^^|Aya ya^^^
|Nggak mau pergi?
^^^|Lagi males😒^^^
|Oke jaga dirumah baik baik
Setelahnya Stevani menaruh hpnya di nangkas lalu ia kembali menonton film yang ia tonton, Lagi lagi ada saja yang mengganggunya kali ini dering ponsel nya membuatnya berdecak dengan malas, ia mengangkat telpon itu tanpa melihat nama penelfon.
"Siapa Lo! Lo tau nggak?, Lo ganggu gue lagi nonton."semprot nya saat panggilan terhubung.
"Ya elah baru mau nyapa hallo, udah aja disemprot."ucap seseorang yang berada di seberang.
"Ck..Tania ngapain Lo nelfon gue."kesal nya saat mengetahui siapa pengganggunya dengan hanya mendengar suaranya ia pun tahu bahwa itu sahabat begonya.
"Dimana Lo sini gue ditempat biasa sama bang Banu, bang sean"ucap Tania disebrang telepon.
"Males gue" jawabnya.
"Sini bego kita mau rencanain pesta bang Arlan Minggu depan ulang tahun,kita pada mau bikin surprise lo kagak mau ikut? hehh kejem bener lo!"Tania terlihat kesal.
"Hmm otw"
Tut Tut
Pangilan terputus Stevani mau nggak mau ia harus menunda menonton film horor nya,
Setelah 20 menit ia sudah kembali dengan kaos oblong dan celana jeans hitam tak lupa ia memakai topi hitamnya, mengambil kunci motor trail nya dan segera melajukan motornya kearah tempat yang dimaksud Tania.
Sampainya ditempat tujuan ia bisa melihat tiga temanya yang tengah menunggu nya tak butuh lama stevani menghampiri nya dan langsung disambut ketiganya.
"Lama amat njir ngapain aja Lo"ketus Tania.
"Yaelah 30 menit kagak lamalah bego."jawabnya mendudukkan disebelah Banu.
"30 menit pala Lo, lebih tolol udah hampir satu jam goblok."kesalnya.
"Ye salahin mulu gue, masih mending gue mau kesini tau nggak."ketusnya meminum minuman Banu seenaknya merasa ditatap pemilik minuman Stevani menatap Banu dengan cengir lebarnya lalu memeluk laki laki itu.
"Haus tau, jadi gue minum."ucap Stevani suaranya tenggelam di dada bidang Banu lelaki itu hanya mengangguk lalu mengecup pucuk kepala Stevani.
"Inget Lo udah punya laki"ucap Tania Sean mengaguk antusias.
"Inget lah cuma gue anggap sebagai Abang ngak lebih"jawab stevani melepas pelukannya.
Cuma sebagai Abang.
Tiga kata membuat Banu diam seketika.
"Andai Lo tau seberapa berharapnya gue Lo angep lebih dari Abang"batin Banu tersenyum kecut.
Tanpa mereka sadari tiga orang tengah memperhatikan keempat remaja itu.
Tangannya mengepal kuat rahangnya mengeras sorot matanya memancarnya emosi dadanya naik turun pertanda betapa emosinya lelaki itu.
"Pal istri lo peluk peluk cowok lain woy, masih diem Lo."ujar lelaki berhondie biru namanya Eza.
Seseorang yang diajak bicara sama sekali tidak menanggapi ucapan lelaki itu ia mengambil hp nya dan menelfon seseorang.
Sudah tiga kali telfonnya tidak diangkat, ia berdecak kesal bangkit dari kursinya dengan kasar baru akan melangkah tangannya dicekal temannya satu lagi.
"Biarin aja tunggu sampai selesai, ini dicafe."ujar lelaki kaos oblong berwarna putih namanya Zidan.
Seseorang itu menghembuskan nafas kasar duduk kembali dibangkunya.
"Gue yakin istri Lo nggak selingkuh fal"ucap Zidan masih memandang keempat remaja yang berada tidak jauh dari mereka.
Seseorang yang dipanggil itu menoleh sekilas.
"Semoga."ucap seseorang itu tak lain adalah Naufal.
Dimeja lain.
"Terus rencana nya gimana mau surprise kek apa?"tanya Stevani.
"Kalo menurut gue bikin teror teror an aja biar seru ntar pas tepat hari ultah nya bilang kalo dia mau dibunuh sama kita kita abis itu kasih deh kue terus party"usul Tania.
"Nggak jadi deh kayaknya" celetuk Sean membaca pesan diponselnya "Arlan bilang mau ngadain party gede gedean di hotel bokapnya."lanjutnya menatap temannya.
"Yaudah nggak usah."ujar Banu yang sendari tadi diam.
"Kaya juga tu anak" Sean berucap.
"Sia sia dong gue kesini sak elah"gerutu Stevani.
"Yaelah angap aja kita lagi
Double date ye nggak."Sean berkata sembari menaik turunkan alisnya.
"Dauble date? pret.." Tania memutar bola matanya malas setelah berucap tadi.
"Gue cabut dulu"pamit Banu berdiri dari kursinya
"Double datenya lain kali ya ciwi ciwi." Ucap
Sean lalu mengikuti langkah Banu.
"Da dah muach."Sean melayangkan flying kiss.
Kini tinggal Stevani dan tania dimeja itu,Stevani sibuk makan pesanan nya dan Tania sibuk memainkan ponselnya.
"Stev pak Naufal tuh."celetuk Tania menunjuk tiga laki laki yang sedang menatapnya.
Sontak saat mendengar nama suaminya Stevani tersedak dan langsung mengambil minumannya dan meminum sampai tinggal setengah, setelah itu ia mengedarkan pandangannya matanya melotot saat ucapan Tania benar bahwa suaminya ada disini.
Stevani gelagapan lalu ia mengambil buku menu untuk menutupi wajahnya tak disangka Tania menarik tangannya berjalan kearah tiga laki laki itu.
"HAY PAK NAUFAL."sapa Tania dengan cengir khas nya ,
Naufal tak menanggapi nya ia bangkit dari duduknya berjalan keluar cafe yang langsung disusul oleh stevani karna gadis itu tau bahwa suaminya pasti marah
Tania pun tak menghiraukan.
"Cempreng amat suara Lo."ketus Eza.
"Sapa Lo! berani banget ngatain cempreng suara gue, orang merdu gini." Tania berkata tak kalah ketus, lalu duduk disebelah laki laki yang sendari tadi menatapnya,
Tania tersenyum manis ia mengulurkan tangannya kepada laki laki disampingnya. "kenalin tania."
Tak mendapat respon ia berdecak kesal "nama lo siapa? Gue Tania."ketusnya.
"Zidan"jawab laki laki itu hendak meminum minumannya tapi dengan cepat Tania mengambil lalu meminum hingga tandas.
"Min.."
"Sorry, abis haus."ucap Tania dengan cengengesan,Zidan menghela nafas pelan.
"Eh btw tau nggak kenapa bunyi dada ultramen Tuing Tuing?"tanya Tania menatap Zidan.
"Nggak"jawab Zidan acuh.
"Karena kalo lopyu lopyu itu aku ke kamu jhaaaahh."ucap Tania tersenyum lebar dengan tangan bertepuk tangan tapi tidak terlalu keras.
Zidan tersenyum tipis mendengar gombalan gadis didepannya.
"Emmm tau satu kata yang mendiskripsikan kamu nggak?"tanya Tania lagi.
"Nggak"
"Kamu itu segalanyaaa eaaaa"ujar Tania menaik turunkan kedua alisnya
Tanpa disadari Tania, Zidan tersenyum manis saat gadis itu melirik jam dihpnya.
Eza berdecak kesal ia berdeham keras lalu melenggang pergi meninggalkan dua orang itu tanpa pamit.
Zidan dan tania yang melihat itu mengerutkan keningnya tidak tahu.
"Btw gue duitnya abis nih"ucap Tania mengerucutkan bibirnya saat tau uang yang di dompetnya habis.
"Mau minjem?"tanya Zidan.
"Tolol banget jadi cowok anterin lah"kesalnya.
"Ogah."
"Anterin nggak."
"Nggak."
"Anterin atau gue perkosa Lo!"ancam Tania dengan asal.
Tak disangka Zidan membelalakkan matanya dan memperapatkan kedua kakinya sembari langsung menganggukan kepala nya dengan cepat lalu berjalan keluar cafe dengan langkah cepat takut benar jika akan diperkosa oleh gadis yang baru saja mengajak kenalan.
Tania tersenyum miring "cakep cakep kok bego mana ada cewek mau perkosa cowok tolol."monolog nya lalu beranjak dari kursi berjalan mengikuti Zidan.
To be continue...