
Setelah papa ajeng pergi,kini faris sendirian diluar dengan wajah kesal,frustasi,bingung karena ayahnya yang tiba tiba menempatkannya sebagai pemimpin di perusahaan terbesar di asia,walau hanya sementara.
Diruangan keluarga,Semua orang terlihat berkumpul di ruangan itu.
"Mah,pah,bang kalian nginap disini saja ya,ini sudah lumayan larut" Ucap rafi sembari melihat jam di dinding.
"Iya betul Mama papa sama bang faris nginap disini saja" Ucap ajeng
"Yaudah aku sama gavin kamarnya dimana jeng?"Tanya day sembari memangku gavin yang tertidur.
"Yuk aku tunjukin kamarnya" Ucap ajeng berdiri dari duduknya dan berjalan ke kamar tamu dekat kamarnya.
"Mama sama papa?" Tanya orang tua ajeng dan rafi.
"Disitu mah pah,Kamarnya disebelah kamar kak day" Ucap rafi menunjuk kamar tamu disebelah kamar day.
"Yaudah mama sama papa ke kamar dulu ya" Ucap mama ajeng sembari berjalan menuju kamar yang sudah disiapkan menantunya itu.
"Kami juga ya rafi" Ucap papa rafi berjalan ke kamar tamu di samping kamar orang tua ajeng.
"Lo Tidak ke kamar bang?"Tanya Rafi menatap Faris yang bermain ponsel.
"Gua nunggu gavin tidur" Ucap faris menoleh ke rafi.
"Gimana hubungan lo dengan ajeng,Makin baik atau Apa?" Tanya faris kembali menatap ponselnya.
"Makin baik,Tapi ajeng sering marah marah tanpa sebab Gua jadi bingung harus ngapain" Ucap rafi menggaruk kepalanya.
"Itu biasa hormon selama ngandung,Day juga gitu Bikin repot" Ucap faris
"Tidak seenak bikinnya hahaha" Ucap rafi menyeleweng.
"Hahaha eh kalau istri kita hamil itu juga ada enaknya" Ucap faris menatap rafi intens.
"Enak apanya?" Tanya rafi
"Dia minta 'Gitu' terus" Ucap Faris dengan suara pelan.
"Apa iya?"Tanya rafi dengan senyum tipis.
"Iya,Nih ya Day waktu hamil gavin Dia minta terus" Ucap faris dengan senyum menyeringai.
"Tapi gua tidak tahu ya istri lo gimana,kan setiap istri itu beda beda sifat" Sambung faris.
"Kalau gua lihat,ajeng itu orangnya pemalu jadi lo harus cari umpan agar dia mau ngomongin apa yang Dimaksudnya" Ucap faris menepuk pundak Rafi.
"Ajeng juga anak yang manja,mungkin karena dia anak tunggal jadi secara tidak sengaja orang tuanya manjain dia" Ucap faris
"Lo juga harus bisa manjain dia lebih dari orang tuanya,Ajeng perempuan baik.Lo harus dengerin apa yang dia bilang,jangan lo bantah selagi itu baik" lanjut faris.
"Kenapa lo putus sekolah ajeng?" Tanya Faris
"Bukan gua yang putusin sekolahnya,tapi sekolahnya sendiri yang keluarin ajeng karena ketahuan nikah sama gua" Ucap Rafi memijat pelipisnya.
"Ini salah gua bang,gua yang bocorin informasi kalau gua nikah sama ajeng ke teman ajeng" Ucap rafi.
PLAK!! Faris memukul kepala rafi kuat hingga rafi merintih kesakitan "Gara gara lo,istri lo putus sekolah! Semua cita citanya hilang gitu aja,kalau dia lulus sma masih mending bisa ngelanjutin kuliah setelah melahirkan tapi ini...lulus sma aja tidak" pekik Faris.
"Gua kebawa emosi,Gua bocorin informasi itu ke cowok yang gangguin istri gua emang salah?" Ujar rafi sembari mengusap bagian kepalanya yang dipukul faris.
"Ya tidak salah,gua tau niat lo itu cuma pengen melindungi ajeng dari cowok yang suka sama dia Tapi lo pikirin juga masa depannya gimana" Ucap faris kesal
"Harusnya itu lo minta maaf ke dia" Ucap faris
"Sudah"
"Pasti lo minta maafnya tidak tulus?"Tanya faris menatap tajam rafi
"Ya tulus lah!" Ucap rafi
"Kalau cuma ngomong 'maaf' semua orang juga bisa rafi,nih gua saranin lo bawa dia bulan madu atau kemana ya lalu lo siapin sesuatu semisal makan malam romantis gitu tapi lo yang nyiapin semuanya sendiri agar lebih berkesan gitu" Ucap faris menarik nafasnya.
"Terus?"Tanya rafi
"Lalu lo manjain dia,lo buat dia bahagia,lo kasih dia perhatian lebih ya bagaimana lo seharusnya memperlakukan dia sebagai istri" Ucap faris
"Dan setelah itu lo minta maaf ke dia dengan tulus,Lo bilang kedia kalau lo menyesal buat dia putus sekolah" Lanjut faris beranjak dari duduknya.
"Lo cek kapan ajeng ulang tahun" Ucap faris pergi dari ruang keluarga menuju kamar Day.
"Astaga gua sampai lupa tanggal ajeng ulang tahun" Ucap rafi menepuk keningnya.
Rafi berjalan menuju kamar nya di pertengahan jalan ia bertemu ajeng yang hendak turun ke lantai bawah.
"Kamu mau ngapain?" Tanya rafi mencegah ajeng jalan
"Bukan urusan kamu" Ucap ajeng dengan kepala tertunduk.
"Urusan aku dong,kamu kan istri aku" Ucap rafi
"Kedapur" Ucap ajeng singkat.
"Mau ngapain?" Tanya rafi lagi
"Minum susu" Ucap ajeng.
"Astaga" Rafi menepuk keningnya Ia lupa memberikan ajeng susu untuk ibu hamil "Akan aku buatkan,kamu tunggu saja di kamar janji aku tidak akan minum" Ucap rafi berbalik dan berjalan menuju dapur.
Tetapi langkahnya tiba tiba berhenti Ia berbalik menatap ajeng dan...Cup,Rafi mencium kening ajeng Lalu berkata "Aku mencintaimu" Ucap rafi kemudian berjalan menuju dapur meninggalkan ajeng yang mematung karena ulahnya.
Ajeng tersenyum bahagia kemudian berjalan kembali ke kamarnya dan menunggu rafi membawakannya segelas susu.
***
Selamat pagi,semoga hari hari kalian selalu menyenangkan ❤