My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
pengalaman pertama



Selamat membaca


Assalamu'alaikum teman-teman Maafkan karena up nya terlalu lama, hp author berebut sama kedua bocil, dan banyak pekerjaan juga di dunia nyata, so kalian jangan pernah bosen untuk menunggu update episode selanjutnya yah🤗


đź’ž


"Sayang kamu diman a ?" Satya kembali ke kamar setelah memberi kabar pada orang tuanya, Satya mencari keberadaan Istri kecilnya, Ia tersenyum saat melihat yang di cari-cari ternyata sedang tertidur pulas. Satya berjalan mendekat kearah Indah, menatap wajah damai Istrinya yang sedang terlelap. Indah menggeliat saat merasakan sentuhan yang menelusuri pipi mulusnya, Satya mendaratkan kecupan di kening Indah lalu beranjak ke kamar mandi.


**


Di dalam mobil Ratih mencoba menghubungi Indah kembali, " aktif tapi tidak di angkat, akhir-akhir ini, Indah kok susah banget yah di hubungi nya" Ratih berbicara sambil terus mengotak-atik ponselnya "Mungkin lagi sibuk kali, biasanya kan Indah bantuin Ibu nya jualan" Saroh menimpali.


đź’ž


Satya segera menyelesaikan mandinya, Ia keluar dari kamar mandi, berjalan mendekati ranjang dengan handuk yang melilit di pinggang sambil tangannya memegang handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya yang masih basah, mendengar ponsel yang terus berbunyi Indah meraih benda pipih yang berada di atas nakas itu, Indah sudah terbangun dari tidurnya saat Satya masuk ke kamar mandi, Indah mengecek ponselnya yang terus berbunyi " Ratih, ada apa yah?" gumam Indah bertanya pada dirinya sendiri.


Indah tidak tau bahwa Satya sudah berdiri tepat di belakang Indah yang memunggungi Satya.


" Aaaaaaa...." Indah berteriak menutup matanya saat akan beranjak


"Ada apa sih? kok teriak-teriak? Satya berbicara dengan santai sambil mengeringkan rambutnya


"Lagian, Mas ngagetin aja tiba-tiba udah di belakang!" Indah berbicara sambil memunggungi Satya


" Kenapa memangnya, mau pegang?" ucap Satya ikut berbaring ke tempat tidur masih dengan handuk yang melilit di pinggangnya, Satya memeluk Indah dari belakang menelusupkan wajahnya di leher Indah, menghirup aroma wangi tubuh Indah yang kini sudah menjadi candu bagi Satya.


Rasa geli membuat Indah menggeliat dan merubah posisi tidurnya menjadi berhadapan dengan Satya, sejenak mereka saling menatap.


" Mas menginginkanya sekarang, bolehkan?" bisikan itu langsung membuat bulu kuduk Indah meremang seketika, apalagi wangi maskulin dari tubuh Satya pun kian menguak di indera penciuman Indah, dengan jarak mereka yang begitu dekat, membuat jantung Indah berdegup tidak beraturan tiap kali berdekatan dengan Satya, Indah baru sadar kini Satya tidak memakai baju dan terlihat jelas tubuh kekar Satya yang sangat menggoda. Tangan Satya bergerak merapihkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik Indah.


" tapi Mas, ini masih sore" Indah memalingkan wajahnya, rasa malu membuatnya enggan bersitatap dengan guru sekaligus suaminya itu.


" tidak ada aturan waktu untuk kita melakukannya honey, mau sore, siang, malam atau pagi, kamu tidak boleh menolaknya" bisik Satya tepat di telinga Indah.


Indah pun memejamkan matanya saat wajah Satya bergerak mendekat. menolak pun percuma, karena tujuan Indah kesini untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri. Tanpa mendengar ucapan Indah , Satya memulainya dengan gerakan lembut perlahan Satya mendaratkan kecupan lembut di kening Indah, menyapu seluruh wajah cantik Indah dari mulai mata kanan dan kiri, kemudian hidung terakhir pandangan Satya tertuju pada benda kenyal yang sudah seharian ini tidak disentuhnya, perlahan tapi pasti Satya kembali menempelkan b b rnya dengan milik Indah, meny sapnya dengan sangat lembut, Indah memejamkan matanya mengalungkan tangannya di leher Satya, tangan Satya pun tidak tinggal diam, sejenak Satya melepas pagutannya menatap wajah cantik itu dengan tatapan sayu penuh dengan kabut gairah, Satya melakukannya dengan sangat lembut, Indah menggelinjang merasakan sensasi yang baru pertama kali Ia rasakan bagaimana kedua intinya di mainkan secara bersamaan, tubuhnya merespon dengan sempurna saat Satya memainkan kedua titik milik Indah. seketika suara Indah terdengar begitu menggoda di telinga Satya yang membuat semangatnya kian membara, tanpa berlama-lama lagi Satya segera melakukan penyatuannya "Mas akan melakukannya sekarang, bersiaplah, mungkin ini akan terasa sakit tapi percayalah Mas akan melakukannya dengan lembut, kamu bisa mencengkram atau menggigit punggungku jika merasa sakit" Satya berbisik tepat di telinga Indah, Satya memulai aksinya perlahan Ia menuntun juniornya agar masuk ke milik Indah, Indah menjerit sambil mencengkram punggung Satya, saat sesuatu di bawah sana menerobos masuk, rasa perih membuat Indah sampai meneteskan air mata, Satya membiarkan dulu milik Indah terbiasa dengan miliknya, Satya mengecup mata Indah kanan dan kiri, rintihan itu terdengar jelas di telinga Satya saat miliknya sudah terbenam sempurna, Satya mengalihkan rasa sakit yang Indah rasakan dengan ciumannya, hingga mereka sama-sama mencapai puncaknya secara bersamaan.


"terimakasih sayang" Satya mengecup kening Indah setelah pertempuran panas mereka yang memakan waktu sampai dua jam, tubuh Satya ambruk di samping Indah yang sudah terkulai lemas akibat ulah suaminya, dengan keringat yang sama-sama membasahi tubuh keduanya, rasa lelah membuat Indah kembali terlelap. Satya menutupi tubuh Indah dengan selimut, mendekapnya dengan penuh kasih sayang. Satya pun memejamkan matanya merasakan ngantuk dan ikut tertidur.


❤️Terimakasih untuk kalian yang sudah mendukung author, jangan bosen untuk kasih hadiah like, vote, and share seikhlasnya.. maaf juga karena author tidak bisa membalas komenan kalian satu persatu, tapi komen kalian sangat berpengaruh untuk mendukung author agar tetep semangat up eps selanjutnya❤️


eps ini butuh perjuangan banget🤗


banyakin hadiah and vote nya yuk, supaya author lebih rajin lagi update tiap harinya 🥰