
Ajeng:Aku benar benar beruntung mempunyai suami seperti kamu rafi,Terima kasih Aku mencintaimu.
Sontak tangan rafi berhenti menyuapi sesendok teh ke ajeng,dan menatap ajeng seksama.
Rafi:Mau serius dengan omongan kamu?(tanyanya dengan senyum merekah)
Ajeng:Tentu saja,oh iya ada yang pengen aku tanyain boleh?
Rafi:Apa?
Ajeng:Em kamu masih inget gak kado yang waktu itu dikasih temen kamu di acara pernikahan kita?
Rafi:Kado yang mana?temen aku banyak yang mana?(Dengan raut wajah bingung)
Ajeng:Itu loh temen kamu yang dateng bertiga itu terus yang ngasih kado yang namanya Rafly kayaknya?
Ajeng:Nah Pas mereka ngasih kado terus suruh aku buka dan pas aku mau buka kadonya,kamu ga bolehin.
Rafi:Oh-oh itu e-emang kenapa?(gelagapan karna bingung harus menjawab apa)
Ajeng:Untung kamu inget,terus kadonya sekarang dimana,Seingat aku pas aku buka buka kado Ga ada namanya dari temen kamu itu?Kamu taruh mana?Mana sini aku mau liat sekalian aku mau pake kayaknya bakalan lucu kalau aku pake?(Ucapnya sambil membayangkan kalau yang dimaksud dari kado tersebut adalah baju Couple)
Rafi dibuat bingung dan lebih memilih diam tidak menjawab,ia pun tidak tahu harus menjawab apa sangat tidak memungkinkan kalau ia jujur dengan ajeng kalau itu sebuah pengaman.
Ajeng:Kok diem?ayok Tunjukin ke aku dimana kadonya kamu sembunyikan dimana kasian loh kalo dianggurin aja sebaiknya kita coba yuk!(ucapnya menarik tangan Rafi menuju ke kamar)
Saat mereka hampir sampai di depan kamar,buru buru rafi melepaskan genggaman ajeng lalu ia berkata
Rafi:Em..Eh sayang,Gimana nanti aja cari kadonya lebih baik kamu tidur siang atau belajar aja,aku juga mau ngelanjutin tugas kantor tadi.(Ucapnya dengan wajah yang terlihat menyakinkan padahal ia sangat gugup)
Ajeng:Oh iya,untung kamu ingetin yaudah kamu lanjutin aja kerjaan kamu aku mau belajar aja (Ucapnya membuka pintu kamar dan berjalan ke meja belajar)
Rafi Dalam hati "Huft selamat,Bisa kacau kalau ajeng cari terus buka laci lemari baju dan tanya "ini apa?" bakalan ga tau harus jawab apa gua,Sial! "
Setelah itu Rafi masuk kamar lalu duduk diatas kasur sambil mengerjakan tugas kantornya.
Sementara itu ajeng sedang belajar mata pelajaran yang akan diujikan besok,Ia belajar dengan semangat yang berkobar Terlihat ia sangat serius untuk mengisi soal soal tryout yang diberi guru pembimbing sebelum ujian waktu itu.
Setelah menghabiskan waktu berjam jam untuk mengisi soal dan mengerjakan tugas kantor,Rafi dan ajeng memilih tidur siang untuk mengembalikan energinya yang terkuras selama Setengah hari tersebut.Tetapi sebelum tidur Rafi dan Ajeng menyempatkan sholat berjamaah terlebih dahulu.
***
Pukul 17.20 pm,Ajeng terbangun lebih dulu karna merasa panas karena sebelum mereka tidur AC tidak dihidupkan dan sebelum mereka tidur pun udara memang sudah dingin.
Ajeng bangun dan melepaskan pelukan rafi yang melingkari perutnya,sejenak ajeng menatap wajah rafi yang sedang tertidur,terlihat sangat lucu,menggemaskan dan sangat sexy.
Glug,Ajeng menelan ludah saat menatap bibir rafi ia ingin meraup bibir tersebut tetapi teringat kejadian waktu itu,kejadian yang membuatnya malu sampai sekarang.
Ia menggelengkan kepalanya dan berusaha membuang fikiran kotornya jauh jauh lalu berlari ke kamar mandi.Mengguyur Dirinya dibawah derasnya Shower,tak ingin berendam karna akan memakan waktu yang cukup lama.
Setelah selesai mandi,Saat ia ingin mengambil Handuk tiba tiba handuk nya tidak ada,Bukan karna hilang diambil seseorang melainkan karna terlalu terburu buru ingin membuang fikiran liarnya ia lupa mengambil Handuk.
Shit Shit shit aghh! Ajeng terus mengumpat kesal dan menyalahkan dirinya sendiri.
"Rafi Masih Tidur gak ya?"Tanyanya pada diri sendiri
"Gak mungkin kan gua keluar dalam keadaan telanjang begini,Nanti dia mikir gua ngegoda dia lagi"
Ajeng menghembuskan nafasnya kasar,ia sangat bingung dengan keadaan seperti ini.
Ia ingin memanggil rafi tetapi takut membangunkan suaminya tersebut karna ia melihat suaminya tersebut sangat kelelahan.
jadi ia memutuskan akan keluar kamar mandi dan buru buru mengambil pakaiannya,Ia mengira rafi masih tertidur.
Dengan Sangat Perlahan Perlahan ia membuka pintu kamar mandi agar tidak menimbulkan suara,ia melihat rafi yang sedang tertidur membelakanginya.
Apakah kalian tahu?Sebenarnya Rafi sudah bangun sejak tadi sebelum ajeng bangun ia sudah bangun terlebih dahulu,namun ia berpura pura menutup matanya agar terlihat sedang tidur.
Sementara Ajeng berjalan mengendap endap seperti maling dan membuka pintu lemari,Saat Sedang memilih baju tidur ia dikejutkan dengan tangan yang melingkari perut telanjangnya dan menciumi lehernya.
Ajeng diam mematung,Sementara rafi terus menciumi leher jenjang istrinya tersebut "Wangi I love it"Batin rafi
Melihat tidak ada pemberontakan dari ajeng rafi semakin liar,tangannya mulai tidak ditempat semula Sekarang menuju dua gundukan kembar yang terbentuk sempurna,Meremasnya,Memberikan cubitan Cubitan kecil dipuncak gundukan tersebut Membuat ajeng menahan Suara suara aneh yang seakan ingin keluar dari mulutnya.
Rafi:Let out your sighs dear (Ucap rafi berbisik ditelinga ajeng dengan suara beratnya dan sesekali menggigitnya)
Ajeng:Ahh ahh Ra-rafi ahh
Ajeng mendesah nikmat membuat rafi memutar tubuh ajeng menghadap dirinya,Rafi langsung meraup bibir ajeng dan meraih tengkuk ajeng agar ciumannya semakin dalam,Rafi tidak menyangka bahwa ajeng akan membalas ciumannya mereka saling beradu bibir.
Ajeng mengalungkan tangannya di leher rafi dan tangan rafi masih berada digundukan ajeng.
Mereka berdua sama sama diliputi hasrat yang menggebu gebu,Setelah cukup lama berciuman karna nafas mereka mulai habis Rafi melepas tautan manis tersebut lalu menarik nafas karna terengah engah begitupun ajeng,mereka saling beradu tatapan.
Rafi:aku mau nagih janji kamu waktu di ruangan aku Bisa?
Ajeng:(Tersenyum malu lalu menggigit bibir bawahnya dan memikirkan perkataan rafi barusan)
Lama rafi menunggu jawaban ajeng,Ia berfikir kalau ajeng menolak keinginannya Ia tidak memaksa ajeng untuk melayaninya sekarang,Rafi melepas pelukan dan berbalik berjalan ke kamar mandi.
Rafi:Kalau kamu ga mau Ya gpp aku gak maksa buat kamu nurutin kemauan aku,Yasudah sana kamu Pakai baju terus siapin makan malam ya. (Ucapnya dengan nada kecewa dan berjalan menuju kamar mandi)
Mendengar Perkataan Rafi dengan sigap ajeng meraih tangan rafi Dan berbicara
Ajeng:Aku gak bermaksud mau nolak kamu aku hanya malu aja,Aku mau nepatin janji aku aku gak mau jadi pendusta.(Ucapnya sambil menatap Rafi)
Rafi:Kalau kamu terpaksa melayani aku,mending gausah aja Sudah lah (Ucapnya ingin melepas genggaman ajeng)
Ajeng:Ngga aku gak terpaksa ini kan memang tugas aku sebagai istri,Ayo lakukan (Ucapnya menggoyang goyangkan tangan rafi)
Rafi:Sudahlah Aku sudah ngga berselera lagi,Sebaiknya kamu pakai baju dan siapin makan malam
Ajeng:Sayang maafin aku please,Ayo kita lakukan sekarang,sebentar lagi aku lulus dan aku juga menginginkan nya juga (Ucapnya bersungguh sungguh)
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa Vote 80 besar buat yang mau Double eps Minggu depan(Buat yang mau aja miss gak maksa)
Terima kasih sudah membaca
Salam sayang
Miss je