
Happy reading..
Zidan dan Tania menaiki tangga rumah Naufal untuk menuju kamar lelaki itu dengan Naufal yang keduanya papah , Zidan menghempaskan tubuh Naufal dikasur.
Niat Zidan dan Tania hanya ingin memberi tau bahwa stevani baik-baik saja, hanya perempuan itu butuh waktu untuk memahami keadaan tapi keduanya dikagetkan dengan keadaan Naufal yang sama seperti orang gila yang kesetanan.
"Buset, stev Lo udah bikin anak orang Jadi kaya orang gila,"monolog Tania menggeleng kepalanya menatap iba naufal yang tak sadarkan diri.
"Kasih tau aja, Stevani dimana nggak tega gue liat temen gue kacau kaya gini,"ujar Zidan.
"Gue rasa Naufal tau pun stevani nggak bakal mau ketemu ni orang, orang Naufal udah buat Stevani bener bener sakit hati, kalau gue juga bakal kaya gitu kali."ucap Tania.
"Nah terus ini gimana?"
"Nggak tau, tunggu ini orang sadar aja dulu,"
Zidan menggangguk.
Keduanya duduk disofa yang berada diruang kamar Naufal, Tania bangkit dari duduknya gadis itu melangkah untuk mencari kotak obat. Setelah kotak obat berada ditangannya gadis itu mulai mengobati luka luka lebam diwajah Zidan.
Dret... Dret..
Getaran ponsel disaku jaket Tania bergetar nama indah terpampang di layar ponselnya.
"Hallo ndah, ada apa?"
"Tan, Lo sama Stevani nggak?,"tanya indah disebrang telepon.
"Gue sama suaminya cuma lagi pingsan nih, ada temennya juga, kenapa emang?"balas Tania.
"Gue dapet video dimana pak naufal nggak salah dia ditarik cewek itu terus itu cewek nyium pak Naufal tepat waktu kita sampai dicafe kalau dilihat emang sengaja,"jelas indah.
Tania melotot mendengar penjelasan dari indah Lalu gadis itu berkata, "dapet dari mana videonya?"
"Waktu Lo keluar cafe gue belum sempat keluar, gue masuk ke ruang cctv dulu,"jawab indah.
"Gimana bisa Lo kesana, terus kan kalau minta rekaman cctv nggak gampang kalau nggak orang penting mungkin,"Tania menyerngit bingung.
"Itu cafe punya om gue jadi gampang,Lo tau nggak stevani dimana gue takut kalau masalah ini nggak kelar² kasian gue kemarin liat pak Naufal kayanya nyari Stevani tapi kacau banget kalau dilihat," indah menghela nafas panjang.
"Emang udah kaya orang gila, tadi aja teriak teriak nyari istrinya padahal nggak ada Stevani disini,rumahnya aja udah kaya kapal pecah berantakan banget,"ucap Tania matanya melirik zidan, lelaki itu nampak memperhatikannya sendari tadi.
"Terus gimana?"
"Gue telfon Stevani buat kesini, Lo bawa hpnya kasih tau dia biar cepet kelar nggak tega gue sama ni guru," ujar Tania yang langsung mendapat respon setuju dari indah. Gadis itu melirik sekilas Zidan lalu mematikan sambungan teleponnya.
Akhirnya Tania bisa bernafas lega karena titik permasalahan sahabatnya perlahan terlihat.
"Ada apa?"tanya Zidan membuyarkan lamunan Tania.
"Indah, temen gue punya video dimana pak naufal dijebak sama itu cewek,"jelas Tania.
"Bagus suruh kesini sekalian Stevani juga biar cepet selesai masalahnya," pinta Zidan.
Tania menggangguk, lalu ia menelfon Stevani, dan berhasil gadis itu mau pulang kerumahnya untuk bertemu dengan naufal dengan Prita yang mengantarnya.
***
Dilain tempat Stevani dan Prita tengah berada didalam mobil Aventador milik Prita, lagu temolla mengalun indah melengkapi perjalanan tersebut.
Jari jati lentik Prita mengetuk stir mobil, bibirnya bergumam pelan mengikuti setiap nada,Prita menoleh ke arah Stevani gadis itu hanya diam memandang ke arah jendela luar mobil.
Prita hanya bisa menghela nafas panjang.
Mobil berhenti dijalan sepi membuat Stevani menoleh kearah Prita.
"Kenapa?"
Yang ditanya hanya diam menatap datar kearah depan membuat Stevani mengikuti arah pandang prita.
Dahinya menyengit melihat lima orang dengan penutup wajah berbaris rapi didepan.
Tak lama senyum miring tercetak di wajah Stevani gadis itu menoleh kearah Prita yang diam dengan raut wajah datar.
"Lo takut?"tanya Stevani dengan nada mengejek.
Prita menoleh ke arah Stevani gadis itu tersenyum miring lalu berkata, "Nggak tau motif mereka apa yang terpenting mereka salah cari lawan,"
"Dengan senang hati, mumpung lagi butuh samsak hidup buat latihan "seringkaian tercetak jelas di wajah Stevani diikuti dengan Prita.
Lima orang tersebut berjalan kearah mobil yang stevani tumpangi, kelimanya berdiri dua meter dari mobil itu.
Prita dan Stevani turun dengan santai seakan tidak ada rasa takut sama sekali karena keduanya memang bisa beladiri.
"Yang mana dari Lo berdua namanya stevani?"tanya salah satu dari mereka.
"GUE, KENAPA?"Stevani maju dua langkah gadis itu bersedekap dada.
Stevani yang dipengangi hanya Tersenyum miring menyentak kasar kedua orang itu, lalu dengan gesit menendang dada mereka secara bergantian.
Prita bertepuk tangan heboh dengan bibir terus berucap GOOG FRIEND.
"Sialan."umpat pria yang terkena tendangan Stevani.
Tanpa basa basi kelima pemuda itu menyerang dua gadis, Prita dan Stevani dengan kompak menangkis setiap serangan, menendang dada lawan dan membogem pipi mereka secara beruntun sampai satu demi satu lawan mereka tumbang.
Bugh..
"Wanjir muka gue kena bogem, eh..Lo! Kutil ya Lo main bogem pipi gue, gue patahin burung Lo awas aja,"desis Prita memegangi pipinya.
Bugh..
Arghhhhhh..
Tanpa basa basi Prita menendang alat kelamin lelaki yang membogemnya tadi membuat lelaki itu tersungkur dengan kedua tangan memegang aset berharganya.
Satu lelaki yang menjadi temannya lelaki tadi bergedik ngeri dan langsung berniat berlari dengan sigap Prita menarik kerah belakang lelaki itu.
"Eits... Ketek firaun mau kemana huhh..sini dulu cubit cubitan sama gue, jarang jarang loh gue ngajak cubit cubitan sama orang apa lagi cowok biasanya kaya Lo. Biasanya sama suaminya lampir gue kalau cubit cubitan ,"ujar Prita dengan tangan memegang kuat kerah belakang lelaki itu.
"Gu_gue ma_mau nolongin Mak gue yang la_lagi nyuci ba_ju lep_as in tol_ong," ujar lelaki itu dengan terbata bata karena Prita menarik kuat kerahnya.
"Nggak usah,mending gantiin gue cabut bulu keteknya Mak lampir aja gimana?," Tawar Prita dengan kekehan.
Sinting!
Gadis itu terkekeh, kekehan yang didengar oleh pria itu.
Sialan, apanya yang lucu!
Bahkan dirinya hampir mati gara gara tarikan dikerah bajunya yang sangat kuat. Benar benar SINTING ini cewek. Pikir pria itu.
Pria itu menggeleng kuat, berusaha melepas tangan Prita dari kerah baju miliknya namun ia tak menyangka ternyata tenaga gadis itu kuat bahwa ia tak bisa melepas cengkraman nya.
Pria itu menatap takut takut Prita.
"Burung Lo kecil pasti gue jamin, orang Lo takut gitu,"cibir Prita melirik sekilas sesuatu yang terletak ditengah selakangan pria itu.
"Siapa yang takut, enggak kok,"elaknya melototkan matanya tak terima.
Bugh..
Lelaki itu menendang perut prita membuat gadis itu memegang perutnya.
"Damn!! Lo main main sama gue,"bibir gadis itu meringis kesakitan, tak lama Prita tersenyum meremeh.
Bugh...
Bughh...
Krek..
Arghhhhhh
Prita membogem habis habisan lelaki tadi dan mematahkan tulang tulang jari lelaki tersebut dengan menginjaknya perlakuan itu membuat pria tersebut berteriak kesakitan.
Stevani duduk diam diatas klap mobil bersedekap dada menonton Prita yang memukul bruntal lawanya.
Prok.. prok.. prok
Stevani yang sendari tadi berada di atas klap mobil karena lelah habis menumbangkan lawan, turun dari klap mobil dengan tepuk tangan langkahnya menghampiri Prita yang tengah tersenyum lebar melihat lawannya meritih kesakitan.
Matanya menatap sekelilingnya lima orang tadi habis dibantai dirinya dan temannya itu
"Udah elah cabut, buang bua.."
Bugh..
"STEVANI"
Belum sempat stevani menyelesaikan ucapannya, punggung gadis itu dipukul dengan balok kayu oleh seorang dari belakang membuat Stevani langsung tak sadar diri.
Prita kalah cepat saat dirinya ingin melawan orang yang memukul Stevani, gadis itu juga dipukul tepat di punggung nya dari arah belakang membuat tubuh Prita langsung ambruk.
Stevani dibawa masuk kedalam mobil berwarna silver dengan tiga pria yang wajahnya tertutup,Prita gadis itu tidak pingsan hanya terjatuh lemas karena punggungnya dipukul cukup keras.
"B 43**,"gumam Prita membaca plat mobil itu dengan susah payah gadis itu berdiri berjalan menuju mobilnya.
Mengambil ponselnya menelfon seseorang untuk meminta bantuan.
TO BE CONTINUED....