
Saat rafi ajeng sedang bermesraan tiba tiba pintu kamar inap rafi terbuka menampilkan seorang perempuan yang tak lain adalah istri josh yang masuk tanpa mengetuk pintu dan menyelonong begitu saja menghampiri josh yang sedang terbaring lemas tanpa memperdulikan tatapan aneh Rafi dan ajeng yang melihat kejadian tersebut.
"Eh mbak maya?"tanya ajeng dengan sopan.
Maya sama sekali tidak menggubris Omongan ajeng,ia semakin mendekati suaminya,Josh.
"Kamu kenal dia?"tanya rafi kepada ajeng sambil menunjuk Maya
"Iya dia Mbak maya istrinya Pak Josh,kenapa?"Ucap ajeng memandang Rafi
"istrinya kok ganti lagi sih,kemarin kan Si Alexa Sekarang kok perempuan ini?"Ucap rafi dalam hati Sambil terus memandang heran ke arah Maya dan Josh.
Maya yang merasa diperhatikan Oleh Rafi menoleh dan gantian memandang Rafi tajam,Tatapan itu seperti mempunyai arti bahwa "Dasar Pria tak tahu diuntung sia sia Josh Mendonorkan darahnya,Sial"Begitu lah kira kira arti tatapan Maya kepada rafi.
Sementara ajeng izin pamit keluar bertemu dokter dan menanyakan Kondisi rafi dan josh kedepannya.
"Aku keluar dulu ya Sayang,Sekalian Beli makanan Tunggu sebentar ya"Ucap ajeng sambil mencium kening rafi.
"Hm"jawab rafi singkat,lalu menatap kepergian ajeng dengan tatapan dingin.
Setelah kepergian ajeng Kini maya menghampiri Rafi yang masih menatap ke arah pintu kamar inap tersebut,Maya menepuk Pundak rafi lumayan keras membuat sang empunya terkejut.
Maya memandang rafi dari atas ke bawah dengan pandangan meremehkan,lalu senyum Devil muncul dari bibir tebal Maya.
"Hahahahaha"Maya tertawa keras,entah apa maksud dari ketawa gila tersebut Rafi sama sekali tidak menggubris Kawan lama nya itu.
Ya,Rafi dan Maya adalah teman SMA sama seperti saputri Tapi bedanya Hubungan pertemanan Rafi dan Maya tidak berjalan Mulus,Ada suatu Tragedi yang membuat hubungan Pertemanan Rafi dan maya retak hingga sekarang.
"Dasar laki laki tidak tahu malu dan tidak tahu diuntung!"Ucap maya dengan Wajah memerah dan nafas menderu.
Rafi sama sekali tidak membalas ucapan maya,ia hanya memandang lurus kedepan.
"Dengerin Gue Rafi!"Ucap Maya marah dengan kelakuan rafi yang tidak mendengarkan dirinya.
Rafi menghembuskan nafasnya kasar Dan memandang Kearah Maya dengan Pandangan Malas.
"Apa?"Tanya rafi dingin
"Lo-"Ucapan maya terputus karena Josh bangun dari tidurnya dan Memanggil Nama Maya.
Rafi dan maya menoleh ke arah Josh secara bersamaan.
"Maya?"Ucao josh lirih
"Iya sayang"Ucap maya menghampiri Josh dan memeluknya.
Rafi yang melihat adegan itu hanya bisa memalingkan wajahnya dan menutup matanya lalu tenggelam dalam lamunannya.
Selang beberapa menit tiba tiba Ajeng dan dokter diiringi beberapa suster Masuk,Seketika maya melepaskan pelukannya pada josh dan melihat ke arah pintu lalu melihat siapa yang datang mengganggu.
"Selamat siang"Sapa dokter itu Ramah.
"Siang dok"Sapa kembali Maya dan Josh tapi tidak dengan rafi,ia memilih diam dan tidak memperdulikan siapa yang datang.
Dokter berjalan kearah Rafi lebih dahulu,Dan memeriksa keadaannya lalu berkata
"Kondisi pak Rafi Mulai membaik transfusi darah berjalan lancar dan darahnya bisa diterima baik oleh tubuh pak rafi,Ususnya sudah Jauh lebih baik dari kemarin,Lidah dan tenggorokan juga membaik tidak ada lagi pembengkakkan"Jelas dokter itu dengan senyum diakhir ucapannya.
"Em kapan suami saya bisa pulang dok?"tanya ajeng menatap dokter itu.
"Dua hari lagi Sudah bisa pulang"Jawab dokter tersebut.
"Kenapa tidak besok saja dok,katanya sudah membaik?"Tanya ajeng lagi.
"Kami perlu memeriksa Organ organ Pencernaan lainnya dan pak rafi juga perlu melakukan Psikoterapi singkat agar ususnya bisa mencerna dengan baik"Jelas dokter itu lalu berjalan menghampiri Josh dan Maya.
Dokter Melakukan pemeriksaan ke Josh,Setelah selesai diperiksa Dokter berkata.
"Pak josh baik baik saja hanya saja kondisi tubuhnya masih lemah karena transfusi tadi,Sebaiknya Pak josh diberi makan Dan diberikan Obat penambah darah begitupun Pak Rafi"Ucap dokter itu sambil melirik ke arah Rafi lalu kembali menatap Josh.
Kini Dokter itu melihat ke arah maya yang sedang menundukan kepalanya dan berkata.
"Bu maya?kenapa ada disini seharusnya Ibu maya di tempat terapi"Tanya dokter itu dengan heran
"Saya sudah lebih baik dari sebelumnya dok,saya ingin bertemu suami saya saja setelah ini saya akan ke tempat terapi"Jawab Maya dengan tersenyum menunjukan kondisinya baik baik saja.
"Yasudah kalau begitu saya izin pamit keluar,kalau ada sesuatu silahkan keruangan saya."Dokter itu pamit diikuti Suster suster dibelakangnya.
"Kok pada diem,yuk makan dulu ini aku bubur Buat Pak Josh sama Rafi"Ucap ajeng dengan senyum mengembang Sambil memberikan bungkusan putih ke Maya.
"Makasih.."Maya menggantungkan ucapannya karena tidak tahu nama Ajeng.
"Ajeng,Nama saya Ajeng"Ucap ajeng Ramah.
"Makasih ajeng"Ucap maya tersenyum Hangat.
Setelah memberikan bungkusan bubur ke Maya ajeng kembali ke Tempat rafi sambil menuangkan bubur itu ke mangkok.
"Makan dulu yuk sayang"Ucap ajeng dengan Tersenyum lalu menyuapkan bubur tersebut ke rafi.
"Hm"jawab rafi sambil tersenyum tipis.
"Aaaaa"
"Amm"
Sama seperti Ajeng rafi,Maya menyuapi Josh dengan Penuh perhatian dan cinta.
Andai hidupnya seberuntung Rafi ajeng pasti ia akan lebih bahagia apalagi kini ia bersama josh,Suaminya.
Setelah selesai menyuapkan suami masing masing,Ajeng dan maya Pamit keluar untuk mengobrol Dan membahas masalah Wanita.
Sementara Dalam kamar,Josh dan Rafi Saling terdiam Suasana canggung hadir kembali menyelimuti Kamar inap tersebut.Hingga rafi memulai pembicaraan.
"Kenapa lo donorin darah lo buat gua?Rencana apa lagi?"Tanya rafi Dengan suara dingin.
"Gua cuma pengen Menebus kesalahan gua di masalalu"Jawab josh dengan suara rendah.
"Lo bilang apa ke istri gua?Syarat apa?"Tanya Rafi lagi menyudutkan Josh yang sedang termenung memikirkan jawaban apa yang akan ia jawab.
"Lo akan tahu setelah lo sembuh"Jawab josh lalu beranjak dari Tidurnya dan berjalan menghampiri rafi.
Josh mendekatkan Bibirnya ke telinga rafi dan membisikannya sesuatu yang membuat Rafi Menahan emosinya hingga josh pergi dari ruangan tersebut.
"Syarat gua gak banyak kok Cuma satu aja dan istri lo cantik juga hahaha"Bisik josh lalu beranjak keluar ruangan,membiarkan rafi dalam keadaan tersulut emosi.
"Sial Josh,Awas Aja kalau dia macam macam Dengan ajeng."Ucap rafi geram dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Visual Maya
tatapannya seram~
Kenapa Like dan komennya menurun?Apakah ceritanya jelek dan tidak menarik lagi?Sebagai Author Miss kecewa lho Hiks hiks~😭
Terima kasih sudah membaca,jangan lupa kasih like dan komennya ya,Bye selamat siang
Salam hangat
Miss J