
Byur.....
"ANJING LO!"
Sesaat setelah pintu terbuka seseorang langsung menyiram dengan air, tapi dengan gesit Prita dan Tania menghindar sehingga air yang disiram seseorang itu mengenai dua bodyguard tersebut.
"BHAHAHAHA UDAH JELEK KENA AIR,"Tania tertawa terbahak-bahak saat melihat dua bodyguard itu basah kuyup.
"HAHAHA..si plontos makin bersinar kena air, aura kebotakan nya terpancar kejelekan,"ledek Prita kepada bodyguard berkepala plontos.
"Stevani Lo punya ilmu apaan dah bisa tau kalau dua bodyguard Lo belum pada mandi,"ujar Prita diangguki Tania yang masih tertawa.
"Bhahaha.. ngakak muka Lo bener bener jelek sumpah,"Tania tak henti-hentinya tertawa saat setiap menoleh kearah pria berkulit coklat gelap dengan kepala plontos nya yang basah.
"Ha ha ha ,"cadel tertawa saat keadaan sudah hening karena Tania dan Prita sudah menghentikan tawanya.
"KETAWA LO TELAT ANJING!!,"pekik tiga gadis itu bersamaan membuat cadel sang adik Prita itu terlonjak kaget.
"Kamplet Lo semua!" Umpat cadel terkejut Pekikan dari tiga perempuan itu.
Tiga gadis itu saling pandang membuat cadel bingung sendiri.
"Kenapa?"
"KAMPLET LO SEMUA,"pekik ketiganya menirukan ucapan cadel yang tak bisa ngomong huruf R, setelahnya tiga gadis itu tertawa terbahak.
"Oalah asyu,"gumam cadel yang langsung mendapat jeweran dari Prita.
"Ngomong apa Lo! bocil,"Prita menjewer telinga cadel lebih kuat saat dirinya mendengar cadel misuh.
"AW..AW.. sttt sakit tolol,"
"Berani banget lo,Ngatain gue tolol!"ketus Prita lalu bersedekap dada menatap sinis adiknya.
Cadel mengusap telinganya yang memerah, "kagak orang cantik kok,"
"Duwit Lo yang cantik!,"lanjut cadel tertawa.
Tania dan Stevani yang merasa lelucan bocah itu garing lantas ikut tertawa terpaksa.
Kasian lah udah ngelawak kagak ada yang ketawa.
"Ha ha ha ngakak Sampek tepos pantat gue,"Tania pura pura tertawa dengan tampang datarnya.
"Ha ha ha lucu banget Lo Sampek bulu ketek firaun pada rontok,"Stevani tertawa seperti Tania secara bergantian.
Cadel mencibikan bibir,melirik sinis Tania dan stevani.
"Btw Anton ngapain Lo ikut kerumah gue, kalau kakak Lo kan pasti udah jelas kangen sama gue,"ujar Stevani menyenderkan tubuhnya di pintu.
"Sembarangan,"ketus Prita.
"Eh stev namanya tu Parto bukan anton,"Tania meralat ucapan stevani
"Orang Anton kok,"
"Parto, udah jelas jelas mukanya mirip kaya pelawak Parto gagap gitu," bantah Tania menatap wajah cadel.
"Sayanggg.. adanya Aziz gagap bukan Parto gagap,"koreksi Zidan,setelah sadar lelaki itu gelagapan dengan ucapannya sendiri.
Tania yang mendengar panggilan sayang dari Zidan menoleh kearah lelaki itu.
"Uhh... Sayang jidan juga,"Tania mengedipkan mata nya berkali kali.
"Btw, jidan alapyu sak kantong kresek,"ujar Tania.
"Tapi bawanya jangan cepet cepet nanti kreseknya jebol terus cintanya ilang,"ujar Tania sok sedih ,"tapi gapapa kalau ilang kan bisa dilacak cintanya,"lanjutnya.
Zidan tersenyum tipis.
"Nggak usah cinta cintaan, jomblo juga sok lu!,"cibir Prita.
"Giniya gue itu bukannya jomblo cuma belum dapat pacar aja," elak Tania.
"Sama aja jamilah,"
"Buat kak Tania sama kak Stevani yang cantiknya kaya kekeyi, nama gue itu AGLENIO bukan anton apalagi Palto,"jelas cadel dengan nada kesal saat dua perempuan itu dengan seenaknya mengganti nama nya, nama dia itu agrenio sebenarnya cuma berhubung lidahnya rada kesleo jadi aglenio.
"Siapa nama Lo agrenio kecakepan, nama Lo buat muka Lo yang kaya Kiwil versi muda, cocoknya kalau nggak Anton ya si ucup.. ehh kayaknya cocokan si Darno deh,"ujar Stevani.
"Apaan Darno,ucup,apalagi Anton dibilangin Parto ya Parto kalau enggak si Asep aja biar kaya kata katanya atta gledek,"Tania menaik turunkan alisnya berulang kali.
"Atta halilintal yang benel, asiapp bukan Asep ,"koreksi cadel dengan mata melirik sinis Tania.
"Diem Lo cadel mulut mulut gue Lo yang bacot,minggir stev gue mau masuk,"dengan songong nya Tania masuk kedalam rumah Stevani mendahului pemilik rumah itu.
"Sialan, rumah siapa, siapa yang songong."ujar Stevani menggeleng kepalanya.
"Masuk,"tintah Stevani.
Lima orang itu itu masuk kedalam rumahnya, kelimanya duduk disofa diruang tamu tak lama mereka mulai sibuk dengan urusan masing-masing. Tania duduk dengan kedua kakinya ditaruh diatas meja, mulut yang asik menyemili keripik pisang dan kedua bola matanya menatap fokus pada layar televisi.
Cadel yang sibuk mengupil,Prita ikut menonton tayangan di layar televisi dan yang terakhir dua laki laki itu asik bermain ponselnya sendiri.
"Stev,"pangil Tania tangan gadis itu mengelus lehernya, ia mengkode agar dibuatkan minuman.
"Apa?"ketus Stevani berpura pura menangkap kode Tania.
"CK. Ambilin minum sono." Pinta Tania dengan kesal.
"Hooh, buatin gue jus jeluk kak,"tintah cadel seenak jidat.
Stevani mendengus lalu berjalan menuju dapurnya dan tak lama gadis itu membawa nampan dengan 6 minuman jus jeruk.
Cadel menegakkan badannya mengambil buku dan alat menulis lainnya menaruh diatas meja.
"Kata kak Tania kakak pintel,bantu keljain pl nya gue kak,"
Stevani menyerngit binggung lalu melototkan kedua matanya.
"Astaga lo punya PL, perempuan liar yang suka pake baju anak TK dandanan kaya badut? Gila Lo bocil,"Stevani menggeleng kepalanya.
"Adek gue cadel, pr jadi pl bukan pl perempuan *****,"jelas Prita.
Stevani menggangguk.
"Dapet apa gue bantuin lo?"tanya Stevani.
"Kalau benel semua, telselah kakak."
"Motor trail KTM 500 EXC-F Lo turutin?"ujar Stevani ia sangat menginginkan motor trail itu. Motor dengan harga 164 juta dengan kapasitas 500cc, motor ini pun dibekali mesin bertipe single bersilinder 4 langkah serta diameter x langkah nya masing masing 95mm × 72mm hal itulah yang membuatnya harga yang fantastis, makanya ia sangat menginginkan motor itu sejak lama.
Dirinya hanya punya motor trail KTM 250 SX-F yang harganya 130juta.
"Oke tenang aja,"
Prita yang mendengar langsung melotot, motor yang stevani inginkan sangat fantastis harganya biarpun masih mahal mobilnya, tapi itu sangat berlebihan untuk ditukar dengan 10 soal.
"Habis dapet transfer an bokap Lo?" Tanya Prita dengan alis terangkat satu.
"Nggak, kan bisa pake duwit Lo,"jawab santai membuat Prita melotot.
"Lo.."
"Udah mana soalnya,"sela stevani.
"Nih," Stevani menggambil buku yang disodorkan cadel lalu mulai membaca soal soal tersebut.
Soal:
1.sebutkan benda padat yang bisa dicairkan?
Stevani yang membaca soal pertama dengan sedikit keras lalu tersenyum manis.
"Jawabannya pasti sertifikat tanah,emas,BpKB,"jawabnya membuat yang mendengar langsung menoleh kearahnya.
"Kenapa? Benerkan udah tulis aja dibuku lo,"
Cadel mengaguk lalu menulis jawaban dari stevani.
2.bagaimana cara mahluk hidup berkembang biak dengan membelah diri?
Stevani kembali membaca, yang lain hanya menyimak. gadis itu nampak berfikir dulu.
"Operasi sesar deh stev kayanya, benerkan,"usul Tania,Stevani melotot lalu mengangguk.
"Nah bener tuh, tulis Dar yang Tania bilang,"pinta stevani yang langsung dilakukan oleh cadel.
"Yang ketiga apaan stev?" Tanya Tania.
"Nah kalau yang ini gue inget waktu SD disuruh jawab soal ini gue malah jajan cendol harga 25juta,"ujar Stevani.
"Mahal amat kak,"
"Sedotannya aja pake titanium dikasih toping parutan emas gila jadi pengen gue minum es doger, es Doger seger.. ah sial jadi pengen kan,"ujar Stevani.
"Lo sebenernya jajan Doger apa cendol sih?"tanya Tania heran.
"Hehe es kelapa muda,"
"Cih.. es kelapa muda pake sedotan alumunium toping parutan emas level rendah gue dong belinya level atas,"Tania mengibaskan rambut pendeknya dengan songong.
"Apa?"
"Beli brownies toping kenangan dibukus pake cinta nggak terlalu manis soalnya yang manis janji mantan," jawab Tania dengan cengir lebarnya.
"Tai ayam kasih nyawa bawaannya pengen bunuh, bahas soal cinta padahal jomblo" cibit Stevani menatap malas Tania.
"Soal ketiga apaan?"tanya Tania.
"Apakah fungsi hati?"
"Tempat untuk menyimpan cinta."jawab Tania dengan dramatis.
"Kampret nggak usah ngelawak Lo monyet,"
"Siapa yang lawak ah,"
"Bacot Lo, bikin gue gagal nih dapet KTM 500," Stevani berkata dengan nada kesal.
"Minta suami Lo aja jangan kaya orang susah,suami lo Baru buka bengkel sama cabang baru distro duitnya pasti banyak," usul Tania dengan menaik turunkan dua alisnya, menatap Stevani dengan tatapan menggoda.
Stevani mendengus selalu saja Tania tau.
Memang yang Tania katakan benar, baru dua hari lalu suaminya itu membuka usaha bengkel di dua tempat serta toko distro di 5 daerah katanya untuk mendapatkan penghasilan lebih, padahal harta lelaki itu sudah banyak entahlah ia hanya bisa mendukung saja.
Prita menggeleng kepalanya menatap adiknya lalu berkata, "masukin bukunya ntar kakak panggil guru privat termahal,"
"Tap.."
"Jawabannya salah semua ntar makin tambah tolol lo nya,"
"Hmm iya kak,"dengan terpaksa cadel memasukan kembali buku bukunya kedalam tasnya.
...TO BE CONTINUE......