My Teacher My Husband

My Teacher My Husband
Hot night



Ajeng menarik nafasnya seolah ingin marah namun ucapan rafi menghentikan amarahnya "Jangan marah atau aku tidak akan memberikan mu apa yang kau butuhkan sekarang" ucap rafi mencubit pipi ajeng kemudian menyalakan mesin mobil dan mengendarainya sampai rumah mereka.


Sesampainya dirumah Rafi berencana untuk mencuci mobilnya "Aku mau cuci mobil" Ucap rafi turun dari mobil.


Ajeng yang mendengarnya tertawa renyah "Hahaha ini kan sudah malam sayang,bagaimana bisa kamu mencuci mobil dimalam hari?"Ucap ajeng menggeleng kan kepalanya.


"Ah iya aku hampir lupa itu,Ya sudah kita masuk dan tidur aku akan membuatkan mu segelas susu"Ucap rafi mengajak ajeng masuk.


Ajeng langsung berjalan menuju kamar untuk berganti pakaian tidur setelah itu ia duduk di pinggir kasur sembari membaca sebuah buku tentang kehamilan yang diberikan dokter deven tadi.


Sementara rafi pergi ke dapur untuk membuatkan segelas susu untuk ajeng


"Susu ini rasanya seperti apa ya?"tanya pada diri sendiri. "I am curious" Gumam rafi menatap segelas susu coklat yang ia buat.


"Kalau dilihat dari kotaknya tertulis rasanya manis tapi apa benar"Gumam rafi Menyendokan sesendok susu coklat itu ke mulutnya.


"it's quite sweet and delicious" Ucapnya dalam hati sembari menutup matanya karena rasanya yang lumayan enak.


"Kalau ajeng minum mungkin ini tidak akan habis,ah lebih baik aku minum sampai setengah saja"Ucap rafi meminum susu tersebut sampai setengah gelas kemudian membawanya ke kamar mereka.


CEKLEK pintu kamar terbuka dengan bunyi yang begitu pelan "Dia sudah tidur kah?Tumben cepat sekali tidurnya" gumam rafi melihat ajeng yang tertidur membelakanginya.


"Akan sangat mengganggu jika gua membangunkannya hanya untuk meminum susu,lebih baik susu ini gua saja yang minum sampai habis"Ucap rafi meminum susu yang sudah setengah itu disebelah ajeng yang tertidur.


Tanpa rafi ketahui bahwa ajeng sebenarnya belum tertidur ia hanya memejamkan matanya dan berbaring membelakangi rafi lalu berpura bura tertidur "Kenapa susu untukku kamu minum?"Tanya ajeng mengejutkan rafi.


"Kok dia bangun sih kan tadi dia tidur"Ucap rafi dalam hati memandang ajeng dengan wajah seperti orang bodoh.


"Itu..eum..anu..Itu susunya tidak ada rasa sayang dan karena kamu sangat suka rasa manis jadi akan aku buatkan lagi"Ucap rafi berlari keluar kamar membawa gelas susu yang kosong menuju dapur.


"Mana mungkin susu untuk ibu hamil rasanya hambar,Apa jangan jangan dia berbohong?Benar benar tidak masuk akal" Ucap ajeng turun dari kasur dan berjalan Menyusul rafi ke dapur.


Didapur, dengan cepat rafi membuatkan ajeng susu untuk ibu hamil Rasa Velvety coklat sesuai yang tertera di kotak kemasan.


"Sulit bagiku untuk melupakan rasa susu ini,Rasanya benar benar enak"Ucap rafi memandang segelas susu tersebut dengan alis bertaut.


"Sekali lagi gakpapa ya kan"Rafi meminum susu tersebut sampai habis tidak tersisa.


"ASTAGA!RAFI KENAPA KAMU MINUM SUSU YANG KAMU BUAT UNTUK AKU?" Ucap ajeng terkejut karena melihat suaminya itu meminum susu untuk ibu hamil sampai habis tidak tersisa.


Ajeng yang muncul secara tiba tiba membuat rafi terkejut hingga hampir saja menjatuhkan gelas yang ia pegang.


"I'm sorry about this, do you know that this milk tastes so good and makes me addicted" Ucap rafi menghampiri ajeng.


"Ya tapi kan gak gini juga kalau kamu suka sama susunya"Ucap ajeng berjalan menjauhi rafi."Aku kan bisa beliin kamu susu dengan rasanya sama seperti susu ini"Lanjut ajeng yang membuat susu baru untuk dirinya sendiri.


Rafi hanya diam mendengarkan celotehan istrinya itu "Pokoknya aku mau susu yang rasanya sama seperti susu punya kamu besok"Ucap rafi manja memeluk ajeng dari belakang.


"Ah rasanya sangat enak seperti yang rafi bilang,Aku jadi mau lagi" Ucap ajeng dalam hati.


"Astaga aku sampai melupakan orang tua dan mertuaku,Baiklah besok kita adakan acara makan makan dirumah ini dan aku yang akan memasak"Ucap rafi tersenyum tipis.


"Hey!Kalau kamu yang masak bisa bisa kita akan sakit perut atau tidak jadi makan"Ucap Ajeng membalikan tubuhnya dan memeluk rafi dari depan lalu meletakan kepalanya di dada bidang rafi.


"Jangan mengejek ku"Ucap rafi mencubit pipi ajeng.


"Hehehehe peace"Ucap ajeng tertawa kecil.


"Rafi"Panggil ajeng yang masih memeluk rafi.


"Hm"


"Aku mau susu lagi,enak tau"Ucap ajeng dengan menirukan suara seperti anak kecil.


"Tidak boleh!Kamu hanya boleh minum sekali di malam hari"Ucap rafi melepas pelukan mereka.


"Tapi kan kamu minum sampai dua kali disaat yang bersamaan"Ucap ajeng melarang rafi membereskan kotak susu dimeja.


"Karena aku kan yang membelinya"Ucap rafi tertawa mengejek.


"Tapi kan itu susu untuk ibu hamil,jadi jika kamu minum susu itu kamu bisa hamil"Ucap ajeng menyilangkan kedua tangannya di depan Dada.


"Mana mungkin aku akan hamil,Aku pria!" Ucap rafi meletakan kedua tangannya di pinggang ajeng "Dan lagi pula cara membuat seorang wanita hamil itu bukan karena minum susu tapi.."Rafi menatap ajeng dengan pandangan nakal.


"Ta-tapi apa sayang?"Tanya ajeng yang mulai merasakan sesuatu tidak enak akan menimpanya sebentar lagi.


"Tapi dengan cara seperti ini"Ucap rafi langsung menyambar bibir ajeng dan menggendong ajeng ke kamar lalu menghabiskan malam panas mereka bersama.


***


Kemarin gak up because aku sedang kurang enak badan ditambah lagi gak ada ide untuk lanjut,Sorry ya☺


Scene itu gak aku buat lanjutannya ya karena kalau aku buatnya malam dan up pagi kalian tetep saja bacanya siang jadi puasanya gak sah deh,kan sayang.


Terima kasih sudah membaca,Jangan lupa tinggalkan jejak ya~


Vote vote vote


Sampai jumpa di eps selanjutnya besok,Kapan kapan extra eps deh.


selamat berpuasa